Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 92


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏


Alena melihat ke arah Arka, kaget karena dengar Arka akan ke Eropa tapi dia sama sekali tidak tau.


"Itu urusan aku. Aku sendiri yang akan menyelesaikan nya!" ucap Arka.


"Ayah juga berharap masalah ini cepat selesai, sekarang Ayah tidak akan ikut campur lagi, Ayah percaya kamu bisa ngurus diri mu sendiri dan kamu bisa menyelesaikan nya sendiri, Ayah minta maaf Selama ini telah mengekang dan terlalu memaksakan kehendak Ayah!" ucap Wijaya.


Semua nya pun terdiam.


"Kalau begitu kami pamit yah pak ini sudah mau jam sepuluh!" ucap Alena pada Wijaya.


"Iyah! kalian hati-hati lah!" ucap Wijaya.


"Masalah tadi Alena Fikir kan dulu yah pak!" ucap Alena tentang permintaan Wijaya tadi.


"Tidak perlu! Kamu tentu nya juga tidak bisa pindah ke sini begitu saja karena kampus dan Kantor Sangat jauh dari sini!" ucap Wijaya dengan wajah kecewa.


Alena menjadi merasa bersalah dia juga tidak paham bagaimana sifat Wijaya yang tiba-tiba berubah fikiran.


"Tidak ada yang mau di bicarakan lagi kan, kita berangkat saja!" ucap Arka.


Alena pun pamit dan segera mengikuti langkah Arka Keluar.


Wijaya memerhatikan Arka dan Alena yang keluar.


Seketika air mata nya mengalir di pipi nya.


Lalu pandangan nya mengarah pada foto almarhum istri nya.


"Seperti nya Arka Masih marah besar pada ku, dan dua sangat tidak ingin lagi bersama ku, Maaf kan aku yang telah Gagal menjadi ayah untuk anak kita!" Batin Wijaya.


Alena memerhatikan Arka yang sedari tadi hanya diam saja.


Arka terus saja memikir kan kata-kata Ayah nya tadi.


entah mengapa ada rasa bersalah di hati nya saat Wijaya bilang kalau dia tidak akan ikut campur lagi.


"Mas!" Panggil Alena.


"Hemm!" jawab Arka sambil menoleh ke arah Alena.


"Kata pak Wijaya kamu akan ke Eropa lagi, apa kah itu benar?" tanya Alena.


"He em!" Jawab Arka lagi.

__ADS_1


"Kok mendadak kaya gitu, kenapa aku gak tau, terus aku bagaimana di sini!" ucap Alena cemberut.


Tiba-tiba Arka tersenyum melihat ekspresi Alena seperti Anak kecil yang takut di tinggal oleh ibu nya.


"Masih kurang jelas waktu nya sayang, tapi kalau aku berangkat inti nya kamu berangkat juga! apa gunanya kamu sekretaris pribadi dan juga istri ku!" ucap Arka.


Tiba-tiba Alena terdiam dia Fikir dia akan tinggal karena fikiran nya Arka akan lama di Eropa.


"Kamu takut aku tinggal yah?" tanya Arka pada Alena.


"Enggak!" jawab Alena dengan judes.


"Ya udah kamu gak usah ikut, aku sama Aris aja!" ucap Arka.


"Gak boleh! aku harus ikut! aku gak mau Perempuan-perempuan Eropa sana mencoba untuk menggoda kamu!" ucap Alena.


Arka pun tersenyum.


"Kamu ke kampus dulu atau ke kantor?" tanya Arka.


"Kampus!" jawab Alena sambil tersenyum.


"Hari ini kamu ada janji makan siang dengan Klien kamu di Restoran Patro," ucap Alena lagi.


"Baiklah, setelah itu aku ada jadwal apa lagi?" tanya Arka.


"Selanjutnya Pak Aris yang akan memberitahu, Tapi kalau Keluar tidak ada lagi, mungkin miting dengan Rekan kerja sama tanda tangani proyek kemaren!" ucap Alena.


"Baik Tuan muda!" ucap Alena.


Seketika Arka menatap nya dengan tatapan tajam.


"Hehehehe, Iyah Mas!" ucap Alena sambil cengengesan.


"Ya udah kamu turun gih, udah sampai!" ucap Arka.


Alena pun menyalim tangan Arka, sementara Arka mencium kening Alena.


Alena turun, Arka segera melajukan mobilnya ke perusahaan Shengu group.


Di tempat lain Daniel baru saja bangun tepat jam sepuluh pagi.


Dia melihat Sarah dan ibu-ibu dua orang yang di dapur yang bisa di lihat dari ruang tamu.


Sarah Melihat ke arah Daniel.


Sarah keluar dari dapur menyusul Daniel.


"Kakak sudah bangun?" tanya Sarah.

__ADS_1


Daniel hanya tersenyum sambil memerhatikan memar yang ada di sudut bibir Sarah Sudah mulai sembuh.


"Kakak mau kemana? sarapan dulu! Tadi Sarah sengaja Masak untuk kakak!" ucap Sarah sambil tersenyum.


"Hmm tidak perlu! kakak sarapan di kost saja!" ucap Daniel.


"Jangan di tolak dong kak, Sarah Udah bela-belain mau masak sarapan pagi, sekalian mau ngucapin terima kasih." ucap Sarah.


Akhirnya Daniel pun mau karena perut nya sangat lapar.


"Ini yang masak kamu?" tanya Daniel.


"Enggak sih kak, cuman Sarah bantu-bantu saja!" ucap Sarah sambil cengengesan.


Mereka pun makan pagi sama-sama.


Setelah selesai makan Sarah mengajak Daniel duduk di ruang tamu agar meja di bersihkan sama pembantu nya.


"Kami tidak kuliah?" tanya Daniel.


"Enggak kak, tidak mungkin Sarah berangkat kuliah seperti ini!" ucap Sarah.


"Hmm, kakak bukan mau ikut campur, tapi kamu kok bisa sampai seperti ini?" tanya Daniel.


Sarah terdiam.


"Hmm ya udah mungkin kamu belum mau cerita, tapi kakak saranin sama kamu, jaga kesehatan yah, hindari pekerjaan yang tidak baik!" ucap Daniel.


"Bagaimana aku bisa menghindari nya kalau ini adalah paksakan orang tua Sarah sendiri!" ucap Sarah langsung karena merasa Daniel menyinggung nya atas pekerjaan nya selama ini yang jadi pendamping om-om kesepian yang sangat kaya di luar sana.


Daniel terdiam karena Sarah kelihatan sangat marah pada nya.


"Sarah minta maaf kak, cuman Sarah sudah tidak bisa lagi menghindari pekerjaan Sarah yang sekarang, selain ini paksakan orang tua Sarah, aku juga sudah menggantungkan hidup ku di pekerjaan ku ini!" ucap Sarah melembutkan suara nya.


"Iyah Kakak paham, kamu lihat kan, kamu rasakan kan apa efek dari pekerjaan kamu!" ucap Daniel.


"Semua Sarah lakukan dulu nya karena permintaan orang tua Sarah mencoba menggoda klien nya, Klien nya ini membatalkan kerjasama dengan perusahaan Ayah, dan ayah meminta ku untuk menggoda dan membujuk nya agar kembali lagi kerja sama dengan perusahaan ayah, kalau aku tidak mau ayah tidak segan-segan untuk mengusir dan melarang ku kuliah!" ucap Sarah panjang lebar.


Daniel terdiam dia tidak menyangka kalau seperti itu.


"Tapi kenapa kamu sekarang malah mengerjakan pekerjaan itu lagi, bukan kah klien ayah mu sudah kembali!" ucap Daniel.


"Bukan permintaan ayah saja yang harus kuturuti tapi keinginan ibu, ibu meminta ku menemani sahabat nya yang duda namun hanya untuk mabuk saja tidak lebih dari itu dan dia akan membayar aku!" ucap Sarah.


...----------------...


Assalamualaikum, Kakak-kakak semua nya terimakasih sudah ***mau mampir ke karya ku ini jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2