
Setelah selesai pasang baju Arka membuka laptop nya karena seharian ini dia tidak memantau Perusaan nya.
Arka tersenyum melihat perusahaan yang normal setelah tiga hari dia tidak ke kantor.
"Tidak ada salahnya Dia jadi tangan kanan perusahaan, bahkan pekerjaan nya saja tidak ada yang berantakan perusahaan sangat aman pada nya!" batin Arka memaksudkan Aris.
"Sayang!" Panggil Alena dengan suara serak nya.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Loh kok bangun? Kenapa?" tanya Arka sambil mendekati Alena.
"Pinggang aku sakit banget!" keluh Alena sambil memegang pinggang nya.
"Ya udah sini aku pijitin, maka nya udah tau lagi kurang sehat Masih aja asik ngelilingi mal!" ucap Arka.
Arka mengambil minyak kayu putih.
"Loh kok malah diam sih mas, buruan pijitin!" ucap Alena Melihat ke Arka yang duduk di belakang nya.
"Gimana aku bisa mengoleskan minyak kalau kamu Masih pakai baju!" ucap Arka.
Alena menoleh ke arah Arka.
"Kan bisa di naikin mas pakai tangan kamu!" ucap Alena lagi.
"Susah sayang! Mendingan di buka aja!" ucap Arka.
Alena menoleh ke arah Tania yang tertidur.
"Dia lagi tidur sayang, gak apa-apa Lagian sama anak kecil doang!" ucap Arka.
Akhirnya dengan Masih malu-malu Alena pun membuka baju nya.
Arka menyentuh lembut kulit Alena sehingga Alena merasa geli Apa lagi di saat Arka meniup kulit leher Alena dia merinding.
Arka memijit-mijit Pinggang dan punggung Alena.
"Sayang!" panggil Arka.
"Iyah!" jawab Alena.
"Kenapa kamu berbohong pada ku?" tanya Arka.
Alena Heran apa yang di maksud Arka.
"Aku berbohong apa, aku tidak ada berbohong sama kamu!" ucap Alena.
"Kamu berbohong pada ku soal jilbab dan juga mukenah pemberian Aris!" ucap Arka.
Seketika Alena berbalik badan melihat ke arah Arka dengan wajah sedikit takut.
"Maaf yah Mas, bukan nya aku niat untuk membohongi kamu hanya saja jika aku bilang aku takut kamu Marah dan salah paham!" ucap Alena.
__ADS_1
Arka pun hanya diam.
"Kamu jangan marah yah, aku tidak tega memberikan itu pada orang lain, aku juga menyukai itu, kamu tidak pernah membelikan aku jilbab dan juga mukenah bahkan baju untuk ku saja kamu tidak pernah beli!" ucap Alena.
"Kartu ATM aku kan sama kamu sayang! Kenapa kamu tidak beli aja!" ucap Arka lagi.
"Kamu gak pernah ngerti sama aku mas, kalau baju yang aku beli sih sudah banyak tapi yang kamu pilih sendiri itu tidak ada!" ucap Alena sambil memasang wajah sedih.
"Hmm aku tidak kefikiran sampai ke sana sayang, maafin aku yah!" ucap Arka.
"Bahkan setelah lama kita menikah, dan sekarang aku sudah hamil kamu tidak pernah bawa aku Honeymoon!" ucap Alena lagi.
Tumben-tumbenan belakangan ini Alena minta yang aneh-aneh dan sangat banyak protes.
"Maaf yah sayang, kamu tau sendiri kan kalau perusahaan lagi butuh aku, dan juga banyak yang harus aku urus!" ucap Arka.
"Ah percuma saja bicara sama kamu, bahkan banyak permintaan aku yang tidak kamu penuhi!" ucap Alena.
Arka menghela nafas.
"Apa lagi sayang?" tanya Arka.
"Aku mau ketemu Alisa mas, aku sangat rindu dengan nya!" ucap Alena.
"Ya udah besok kita ke sana, kamu jangan ngambek-ngambek lagi!" ucap Arka.
"Serius nih mas?" tanya Alena lagi.
Arka tersenyum sambil mengangguk.
"Plis deh sayang kamu jangan mencoba menggoda aku malam ini, Pinggang kamu bisa sakit lagi entar!" ucap Arka karena Alena memeluk Arka tidak Pakai baju.
Tiba-tiba Alena melepaskan pelukannya.
"Eh kamu mau kemana?" tanya Arka di saat Alena mau turun dari kasur.
"Badan aku gerah banget mas, aku mau mandi dulu!" ucap Alena.
"Tapi ini udah malam, Besok aja yah!" ucap Arka.
"Badan aku gerah mas!" ucap Alena lagi.
"Aku lap saja yah, gak baik untuk orang yang lagi hamil mandi malam-malam!" ucap Arka dia pun masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai lap badan Alena Arka meminta Alena ganti baju.
"Makasih yah mas," ucap Alena tersenyum pada Arka yang berbaring di samping nya sambil mengelus perut Alena sementara Tania di samping Alena.
Arka tersenyum dia meletakkan kepalanya di perut Alena.
"Kok belum ada gerak nya yah!" ucap Arka.
"Bayi yang di dalam perut kalau sudah ukuran nya besar Dulu baru ada rasa pergerakan nya, kalau Masih kecil gak terasa mas!" ucap Alena.
__ADS_1
"Cepat besar yah nak, biar gak banyak mau nya!" ucap Arka.
Alena tersenyum.
Karena sudah malam akhirnya mereka pun tertidur namun tangan Arka tidak bisa lepas dari tubuh Alena.
Bahkan Alena terbangun karena tiba-tiba perut nya sakit dan juga Arka terbangun. .
Keesokan harinya Arka baru saja selesai sholat shubuh dia melihat ke arah Alena yang sudah bangun.
"Kamu gak sholat?" tanya Arka.
Namun Alena tidak menjawab.
"Kamu kenapa?" tanya Arka.
"Aku lapar mas!" ucap Alena.
"Ini masih shubuh sayang, tumben kamu laper!" ucap Arka.
"Perut aku laper, kok Malah tanya tumben lagi Sih!" ucap Alena Sewot.
"Hmmm ya udah kamu sholat dulu, aku turun ke bawah untuk minta dia masakin makanan!" ucap Arka.
Alena menginyakan dia pun segera sholat, setelah selesai sholat dia turun ke bawah.
Dia menanyakan keberadaan Arka di mana karena tidak ada di ruang tamu, dan ternyata Arka di meja makan.
Alena Melihat Arka yang menyembunyikan wajahnya di kedua tangan nya di atas meja.
"Mas! Mas!" Panggil Alena.
namun Arka tak juga melihat ke arah nya seperti nya dia ketiduran.
Alena membangun kan nya lagi.
"Hmm, hooammmm, ada apa Sayang? Apa kamu sudah selesai makan? perut kamu sakit lagi?" tanya Arka terkejut dari bangun nya.
"Enggak kok mas, kalau kamu ngantuk kamu tidur ke kamar gih! aku mau makan dulu!" ucap Alena.
"aku gak ngantuk kok, aku mau nemenin kamu Makan baja!" ucap Arka.
Alena meninggalkan Arka dan masuk ke dapur walau bau dapur kurang enak bagi nya namun dia memaksakan diri untuk membuat teh untuk Arka.
"Kamu kok malah repot-repot buatin aku teh kaya gini sih!" ucap Arka melihat Alena meletakkan segelas teh di atas meja.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙂***