Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 231


__ADS_3

keesokan harinya Alena bangun terlebih dahulu.


seperti biasa dia akan membangun kan Arka untuk sholat.


Setelah selesai sholat dia mandi meninggalkan Arka yang duduk di sambil main Handphone.


"Mas kamu gak lupa kan?" tanya Alena.


Arka tersenyum.


"Bagaimana aku bisa lupa, aku sudah memikir ini dari kemarin, tapi sebelum kita berangkat ke pantai Kuta ke rumah sakit untuk USG dulu yah!" ucap Arka.


Alena tersenyum dan menginyakan.


Mereka segera Siap-siap.


Jam sudah menunjukkan pukul Sembilan mereka turun sudah dengan pakaian rapi.


"Good morning Bumil! Udah cantik nih, mau kemana?" tanya Jeli.


Alena tersenyum.


"Kami ada acara Keluar sebentar!" Jawab Alena.


"Oohh kalau begitu aku pulang dulu yah," ucap jeli.


"Kenapa Sangat cepat pulang nya? Bahkan kamu belum ada sarapan!" ucap Alena.


"Tadi aku sudah makan roti dengan Tania, aku sudah kenyang dan sekarang aku mau mengucapkan terimakasih dan mau pulang!" ucap Jeli.


"Baik lah kalau begitu kamu bisa pulang sekarang!" ucap Arka.


Jeli seketika berhenti dengan sifat barbar dan sok dekat nya.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi, selamat pagi!" ucap Jeli dengan sopan dia keluar dari rumah Arka.


Alena menoleh ke arah Arka.


"Lebih baik dia cepat pergi agar tidak ada yang menggangu kita!" ucap Arka.


Alena tersenyum.


Kali ini Tania Akan tinggal dengan pengasuh nya karena Arka dan Alena ingin menghabiskan waktu berdua.


Lagian Tania tidak mau ikut, karena dia lebih suka bermain di rumah dari pada harus ke pantai.


Setelah selesai sarapan mereka berangkat ke rumah sakit.


Setelah sampai USG segera di lakukan.


Arka dengan tidak sabar dia berdiri di samping dokter yang memeriksa perut Alena.


"Bukan nya kemarin sudah USG yah buk, kenapa sekarang USG lagi!" ucap dokter sambil memasang-masang alat di samping Alena.

__ADS_1


Alena menoleh ke arah Arka yang kebingungan.


"Maksudnya apa yah dok?" tanya Arka.


"Tiga hari yang Lalu istri bapak baru saja USG ke sini," ucap dokter.


Arka Melihat ke arah Alena.


"Baiklah kalau begitu kita mulai yah!" ucap dokter.


Dokter memberi tahu kalau anak nya laki-laki Arka terlihat senang karena yang dia tebak selama ini benar.


Tidak beberapa lama mereka keluar dari rumah sakit.


"Berarti sebelum nya kamu udah tau kalau anak kita laki-laki?" tanya Arka setelah di dalam mobil.


Alena mengangguk.


"Kenapa kamu gak bilang sama aku, kalau begitu aku hanya melihat hasil nya saja!" ucap Arka.


"Aku ingin kamu lihat langsung mas, aku juga ingin di temanin periksa ke dokter untuk pertama kalinya!" ucap Alena.


Arka terdiam dia tiba-tiba Memeluk Alena.


"Maafkan aku sayang!" ucap Arka mengelus rambut Alena.


Alena hanya tersenyum saja.


Mereka pun menunju ke pantai cukup jauh dari tempat tinggal.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai namun sudah jam Tiga sore, Sebelum memesan kamar Mereka terlebih dahulu makan.


Siapa sangka ternyata di sana banyak yang mengenal mereka sehingga banyak yang minta foto.


Arka yang tidak ingin istri nya di dekatin banyak orang karena dia sangat peduli dengan kesehatan Alena.


Dia meminta Bodyguard nya dan pengawal nya untuk datang.


Setelah selesai makan mereka memesan kamar.


Alena masuk ke kamar dan betapa senangnya dia melihat dekorasi kamar hotel itu.


Dan di kamar itu ada Balkon dari sana sudah terlihat pasir dan juga Air pantai.


Alena tersenyum tidak berhenti nya dia melihat semua dan mengangumi kamar hotel itu terlihat sangat mewah dan romantis.


"Sampai kapan kamu akan melihat itu semua? Apa kamu tidak ingin langsung turun ke bawah Melihat Sunset di Sore hari!" ucap Arka.


Alena melihat Arka yang tersenyum.


"bagaimana kamu suka?" tanya Arka.


"Suka banget mas, aku sangat suka, baru pertama kali nya aku menginap di hotel dekat pantai dan dengan Suami ku sendiri!" ucap Alena melihat ke arah pantai dari jendela.

__ADS_1


Arka memeluk Alena dari belakang.


"Aku senang jika kamu senang, jujur saja aku Masih sangat merasa bersalah!" ucap Arka.


Alena membalikkan badannya.


"Aku hanya ingin kamu selalu seperti ini mas, aku hanya butuh waktu dan pengertian kamu!" ucap Alena.


Arka tersenyum dia mencium bibir Alena mereka hanyut dengan belaiyan lembut dari lawan jenis nya.


Sehingga mereka tidak ingin keluar dan ingin menghabiskan waktu di kamar berdua.


Sementara di kantor polisi intan sedang termenung menyandarkan kepalanya di jeruji besi itu.


Perlahan air mata nya keluar ketika melihat Tania Memeluk Alena bahkan intan yang sangat ingin bertemu dengan anak nya pun tidak bisa.


Dia sangat menyesal selama ini telah mengabaikan Tania, dan juga dia mengingat kata-kata Dirga tadi Siang pada nya.


Karena Dirga datang menemui nya.


Intan Sangat Senang akhirnya Tania bisa berjumpa dengan Ayah kandung nya Walaupun Tania tidak tau sama sekali.


Intan bertanya kenapa Dirga tidak jujur. Dirga mengatakan kalau dia merasa tidak pantas dia sangat malu dia tidak mempunyai tanggung jawab selamat ini.


Dia takut jika Tania tidak mengakui nya.


Mendengar itu rasa bersalah Intan Semakin besar, dia sangat merasa bersalah telah menjauh kan Tania dari ayah nya karena ini semua bukan salah Dirga.


Namun ibu nya selalu mengotori pikiran Intan sehingga dia bingun dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.


Di tempat lain Aris, Rico dan juga Daniel lembur di kantor karena banyak kerjaan.


Yang tadi nya ruangan sangat senyap tiba-tiba handphone Daniel berdering tepat di hadapan Rico.


Rico yang mempunyai jiwa kepo langsung melihat ke layar handphone Daniel dan ternyata yang menghubungi nya adalah Jeli.


"Wah Bu Jeli nih yang nelpon! Hmm ada hubungan apa kamu dengan wanita cantik yang kebule-bule an itu, atau jangan-jangan!" ucap Rico.


"Terserah mau berfikir apa, sini Handphone ku!" ucap Daniel dia keluar dari ruangan menjawab telepon.


"Eh ngomong-ngomong seperti nya ada hubungan di antara mereka!" ucap Rico pada Aris yang hanya diam saja.


"Loe, gak usah ikut campur mendingan Selesai kan tuh kerjaan!" ucap Aris.


."Huff kamu sangat berbeda hari ini, bahkan berbicara lembut saja kamu tidak ada, apa lagi mau menggosip Dengan ku!" ucap Rico.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2