Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 7


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Selamat membaca 🙂


"Tenang saja! masalah gaji akan Perusaan naik kan, dan kamu hanya perlu jadi pembantu pribadi dia, bedah dari pembantu lain nya. jadwal kuliah kamu tidak akan pernah terganggu," ucap Wijaya.


"Bapak ingin kamu menolong Bapak kali ini!" ucap Wijaya dengan tatapan serius.


Alena tidak bisa lagi berkata-kata, dia sangat tidak enak jika harus menolaknya, Karena selama ini juga pak Wijaya sudah banyak membantu nya.


Dan juga di a sangat butuh biaya banyak untuk perobatan Nenek nya, memberi kepada orang tua nya.


Dia pun menginyakan dan menyetujui nya,


Pak Wijaya sangat senang ketika Alena menyetujui nya.


"Besok datang lah ke Cafe Paman Sam, kamu besok tidak perlu ke kantor, dan minta lah surat perjanjian dari Paman Sam, nanti saya akan membicarakan tentang ini pada nya!" ucap Wijaya.


"Baik pak!" jawab Alena.


"Terimakasih Alena, kamu anak yang baik, Bapak percaya kamu bisa!" ucap Wijaya.


Alena dengan terpaksa dia pun menginyakan kata-kata Wijaya, dan pamit keluar.


"Terimakasih ya Allah akhirnya aku tidak di pecat, namun kenapa jadi pembatu pribadi pria sombong itu sih!" ucap Alena protes.


Namun tiba-tiba Ibu nya menelpon nya.


"Halo Bu ada apa?" tanya Alena karena tumben ibu nya yang terlebih dahulu menelpon nya.


"Maaf ibu mengganggu mu nak, tapi Nenek mu semakin kritis, ibu Sudah tidak mempunyai uang lagi untuk membayar Rumah Sakit nya, ibu harap kamu ada sedikit untuk membantu nya!" ucap Ibu Alena Panik.


"Baik buk, Alena akan mengusahakan nya, ibu dan Ayah tidak perlu panik!" ucap Alena.


Alena berlari ke ruangan Wijaya dan meminta bantuan pada nya dan akhirnya Wijaya pun mengerti dan memberi kan uang pada Alena Seratus juta dan itu adalah gaji nya selama jadi pembantu Pribadi Arka.


Alena pun tidak masalah dia Pun langsung mengirimkan pada Ibu nya.


Ibu Nya sangat mengucapkan terimakasih namun dia juga penasaran dari mana uang Alena, karena uang nya lebih dari cukup karena Nenek Alena hanya di rumah sakit biasa saja.


Malam pun tiba Alena langsung menunaikan sholat Isya nya.


Dia keluar dari kamar nya untuk mengisi perut nya yang lapar.


Namun Tiba-tiba Bel rumah nya berbunyi.

__ADS_1


"Siapa Bertamu malam-malam seperti ini!' Batin Alena dia pun langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Pak Aris!" ucap Alena dia pun melihat keluar sangat hujan deras dan Aris kehujanan sementara mobil nya tidak ada kelihatan.


"Bapak ngapain malam-malam ke sini? Bapak sama Siapa? dan kenapa bisa basah! mobil Bapak mana?" tanya Alena.


"Jangan banyak tanya deh, sekarang pinjam kan saya payung, mobil saya bocor ban tidak jauh dari sini!" ucap Aris.


Yang tadi nya Alena panik dan khawatir melihat Aris gemetar karena kedinginan, tiba-tiba dia jengkel oleh perkataan Aris yang sangat tegas.


Dia pun langsung cepat mencari payung dan memberikan pada Aris.


Aris pergi begitu saja Tampa mengucap kan apa-apa pada Alena.


"Kemana lagi dia? udah jelas hujan seperti ini, masih aja pergi!" ucap Alena.


"Hmm dingin! mendingan aku masuk saja!" ucap alena menutup pintu.


Saat dia baru saja menuangkan minyak goreng ke kuali tiba-tiba bel rumah nya berbunyi lagi.


Dia sudah bisa menebak jika Aris lah yang di depan rumah nya.


"Bapak Ngomong Dong kalau mau ke sini lagi!" ucap Alena setelah membuka pintu, namun tiba-tiba dia terdiam ketika melihat Arka yang berdiri di depan pintu nya dengan baju basah semua.


"Kami lagi! kamu lagi! kenapa ada kamu Mulu sih!" ucap Arka mundur dari depan pintu.


Mereka bertiga kedinginan dan basah kunyup semua nya menggigil.


Alena memerhatikan Pria yang berdiri di teras nya itu menahan dingin nya malam ini.


Tiba-tiba Alena tertawa.


"Kok pada diam sih?" tanya Alena, karena sangat lucu Melihat pria yang berbadan kekar-kekar itu terdiam sambil menggigil.


Mereka bertiga saling tatap-tatapan. Arka yang sangat males melihat Alena dia pun diam, sementara Aris yang memang pendiam dia pun bisa diam.


Sementara supir nya itu, seperti nya masih bujangan, karena melihat bos nya diam, dia juga ikut diam.


"Kenapa ketawa?" tanya Arka songon pada Alena.


"Suka-suka saya lah, mulut-mulut saya!" ucap Alena.


Alena pun masuk kedalam dan kembali membawa kan tiga Handuk dan membagikan nya.


Awalnya Arka menolak,

__ADS_1


"Sudah lah tuan Ambil saja, nanti Tuan bisa sakit!" ucap Aris.


Arka pun mengambil nya.


Melihat hujan tak kunjung reda Dan angin semakin kencang Alena tidak tega melihat mereka di luar, dia ingin mengajak masuk, namun dia juga tidak enak karena bukan mahram nya.


"Sebentar yah!" ucap Alena dia pun mengambil payung yang basah dan memakai nya dia berjalan ke luar dari halaman rumah nya.


Mereka bertiga bingung melihat ke arah Alena.


Namun Tidak beberapa lama akhirnya Alena datang dengan Anak-anak perempuan yang berjumlah Tiga orang.


Mereka bertiga Pakai payung agar tidak bahas sementara Alena basah kunyup.


"Seperti nya hujan nya masih lama, dan juga mobil bapak Bocor ban, bagaimana kalau kita masuk dulu!" ucap alena dan mengajak anak-anak masuk.


Arka, Aris dan supir pun mengikuti nya, Alena membagikan kaus satu-satu pada mereka sementara bawahan nya sarung.


Kebetulan Alena jurusan desain baju ada beberapa kaus yang akan jadi bahan praktek nya dan di berikan pada Arka sisa yang belum terpakai.


Alena datang membawa teh panas pada mereka.


"Sebenarnya apa sih yang terjadi dan kalian mau kemana malam-malam begini?" tanya Alena.


"Kami akan pulang ke rumah tuan Muda Non, namun tiba-tiba hujan sehingga saya tidak bisa melihat jika ada pecahan kaca di jalanan, akhirnya ban mobil pun bocor!" ucap Supir itu.


"Di minum dulu!" ucap Alena pada Aris yang hanya meringkuk saja.


"Terimakasih!" ucap Aris.


Alena pun mengangguk.


"Oohhh ternyata rumah tuan muda kalian ini lewat sini," ucap Alena.


Supir itu pun mengangguk.


Arka hanya bisa diam, dia seakan tidak Sudi melihat ke arah Alena.


Tiba-tiba Arka bersin-bersin.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah Bosan, tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak yah.

__ADS_1


Terimakasih 🙏.


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***


__ADS_2