
Arka memerhatikan Alena yang masih memakai handuk berbentuk baju itu.
Penampilan Alena Sangat lah menguji hasrat nya yang tadi nya dia sangat lelah sekarang ingin rasanya menerkam wanita yang tidur dengan nyenyak itu.
Arka duduk di pinggir kasur di samping Alena.
Alena merasa ada seseorang yang duduk di dekat nya dia pun bergeliat dan perlahan membuka matanya.
"Mas Arka! Kamu sudah pulang?" tanya Alena perlahan dia duduk dan menyalim tangan Arka.
Alena celingak-celinguk ke sekitar nya.
Dia baru sadar kalau dia masih di hotel.
"Kamu kok bisa di sini mas? Sarah mana?" tanya Alena.
l"Sarah baru saja pergi!" ucap Arka.
"Hmm pasti kamu yang meminta nya untuk pergi!" ucap Alena.
"Kan gak ada salahnya sayang! Lagian aku mau tidur di sini bareng kamu!" ucap Arka.
"Aku menyewa hotel ini sampai jam dua belas malam saja!" ucap Alena.
"Aku sudah memperpanjang nya sampai besok siang!" ucap Arka.
"Hmm Tapi kenapa kamu bisa ada sini? Aku sama sekali tidak memberi tahu kamu aku di mana!" ucap Alena.
"Kamu lupa yah Suami kamu Siapa? Yah aku tahu nya dari Bodyguard lah!" ucap Arka.
"Huff!" Alena mendengus kesal.
"Apa kamu sudah makan malam?" tanya Alena.
"Belum!" jawab Arka.
"Ini sudah jam berapa mas, kenapa kamu belum makan! Ya udah aku pesanin makanan dulu!" ucap Alena.
"Hmm gak usah! Kamu di sini aja! Biar aku yang nyuruh mereka memesan!" ucap Arka sambil menahan Alena yang hendak turun dan dia pun keluar untuk meminta tolong pada Bodyguard nya.
Alena memerhatikan Arka yang berjalan ke arah pintu.
Dia memerhatikan bentuk badan Arka yang sangat atletis banget dan sangat kekar.
Arka Balik lagi ke dalam dia duduk di samping Alena.
Dia melihat ke arah Alena sambil membuka kancing kemeja nya sehingga menampakkan dada bidang nya itu.
Terlihat jelas Alena menelan ludah nya dan wajah nya memerah.
Bukan untuk pertama kalinya dia melihat seluruh tubuh suaminya namun kali ini Arka menurut nya sangat menggoda.
Arka tersenyum melihat Alena yang malu dan mengalihkan pandangan nya.
Tiba-tiba mencium bibir Alena dan tangan nya di leher Alena.
__ADS_1
Alena kaget namun dengan perlahan dia menutup mata nya dan menikmati sentuhan demi sentuhan suami nya itu.
"Kamu sangat Wangi sayang!" bisik Arka dengan suara sangat berat.
Alena hanya bisa diam dia sudah terhipnotis oleh sentuhan lembut Arka ciuman Arka sungguh membuat dia tidak bisa menolak nya.
Walaupun Arka belum mandi Entah mengapa Wangi parfum Arka bercampur keringat sangat lah membuat Alena candu.
Arka berhenti sejenak dengan aksinya dia melihat Alena yang sangat menikmati di bawah tubuh nya.
Alena Membuka mata nya dan Melihat Arka Menatap nya.
Mata Arka menuju ke dada serta perut sispek Arka.
Hari lentik Alena sudah menyentuh lembut dada suami nya.
Karena merasa geli arka menahan nya dan melanjutkan aksi nya.
Perlahan dia pun mulai membuka handuk yang di pakai Alena.
Pertempuran pun selesai.
Arka memasang celana nya lagi.
Dia melihat ke arah Alena yang terbaring Lemas di kasur tubuh nya di tutupi oleh selimut.
Arka tersenyum melihat Alena.
"Maaf yah Sayang udah buat kamu lemas kaya gini. Makasih!" ucap Arka sambil mengecup kening Alena.
Arka masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri nya dan setelah itu dia sholat isya.
Setelah selesai sholat dia makan yang sempat dia pesan sebelum bertempur tadi.
Setelah selesai makan Arka menyempatkan diri untuk memeriksa laporan kantor dan ternyata Dokumen-dokumen yang dia minta untuk di selesaikan Daniel sudah selesai.
Karena Arka sengaja ingin tau seberapa kemampuan Daniel dan ternyata dia sangat puas.
Daniel di kampung masih dalam masa membuat kolam ikan.
Dia ingin Adik nya mempunyai usaha di kampung dia juga bisa menemani orang tua nya.
Setelah semua nya sudah Selesai dia akan kembali ke Jakarta.
"Mas!" Panggil Alena.
"Iyah! Kenapa?" tanya Arka langsung menutup laptopnya dan mendekati Alena.
"Aku haus!" ucap Alena.
Arka segera mengambil kan air di dalam gelas.
Arka membantu Alena memasang kimono nya karena Alena mau duduk.
"Kenapa kamu Malah bangun? Tidur aja!" ucap Arka.
__ADS_1
"Aku gak mau tidur kalau kamu Masih kerja seperti itu, sudah seharian kamu kerja! Giliran kamu sudah pulang kamu Masih saja kerja!" ucap Alena.
Arka tidak mau banyak protes dia segera berbaring di samping Alena.
"Ya udah sini tidur!" ucap Arka sambil menarik badan Alena ke arah nya.
Alena tersenyum.
Arka mengelus perut Alena.
"Anak papah besok jangan keras kepala yah sama kaya mamah!" ucap Arka.
Alena seketika memukul Dada Arka.
"Kenapa kamu bilang aku keras kepala!" ucap Alena.
"Kamu itu susah untuk di bilangan!" ucap Arka.
"Udah ah gak usah di bahas lagi! Kamu tidur yah!" ucap Arka sambil mengelus kepala Alena.
Arka Melihat ke samping Alena yang ada Tania Sangat nyenyak tidur.
"Bagaimana dengan Tania? Apa dia Masih merengek minta pulang ke rumah Nenek nya?" tanya Arka.
"Hari ini tidak ada mas, mungkin karena keasikan bermain dengan Sarah!" ucap Alena.
"Hmm bagus deh!" ucap Arka.
"Kok malah kamu bilang Bagus sih mas, kasihan dia! Terus bagaimana kelanjutan Kasus Intan?" tanya Alena.
"Seperti nya akan di tunda dulu, aku sama sekali belum bisa meninggalkan kantor! Dan juga besok aku harus ke rumah ayah! Karena ayah ternyata sakit sudah beberapa hari ini!" ucap Arka.
Alena Seketika Duduk.
"Kenapa ayah tidak mengabari kita mas? Kamu dapat info dari mana?" tanya Alena kaget dia terlihat sangat khawatir.
"Aris yang memberi tahu aku!" ucap Arka.
"Aku sudah menduga itu, pasti sesak nafas Ayah kambuh lagi!" ucap Alena.
"Aku mau ikut mas ke rumah Ayah!" ucap Alena.
"Pagi sampai Siang aku ada Mitting Sayang! Kamu ke sana bareng Tania aja yah, lagian Besok kamu gak ada kuliah kan!" ucap Arka.
"Iyah mas, aku sangat Khawatir smaa ayah!" ucap Alena.
"Hmm tapi kalau sampai di sana kamu jangan terlihat sedih atau jangan mengeluh apa pun pada nya, tentu nya dia akan kefikiran, dia pasti tidak mengabari kita karena mendengar kamu sedang berduka!" ucap Arka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***