
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Elsa tidak habis Fikir apa yang akan di lakukan anak-anak nya itu.
Dia mencoba memaksa Tari agar pulang dengan nya, namun Tari tetap tidak mau.
"Kalian ngapain di sini kalau tidak ada kerjaan!" ucap Elsa mulai marah.
"Aku hamil Bu, apa ibu akan mau menanggung malu karena aku hamil diluar nikah!" ucap Tari berbicara dengan nada tinggi.
Tiba-tiba Elsa menampar wajah Tari,
"Apa kamu bilang! kamu hamil?" tanya Elsa lagi dengan nada tinggi juga, sementara Daniel sudah panik.
Elsa tiba-tiba menarik baju Tari di bagian perut dengan kasar sambil berteriak dan Daniel mencoba menolong adik nya sudah meringis kesakitan.
"Aku mohon buk tenang dulu, percuma ibu seperti ini, semua nya sudah terjadi!" ucap Daniel menahan tangan Tari.
Elsa menatap Daniel dan lagi-lagi tangan nya menempel di wajah Daniel.
"Apa tanggung jawab kamu sebagai Abang! Kenapa kamu gak bisa jagain adik kamu, ini sudah terulang dua kali!" ucap Elsa.
"Buk ini bukan salah bang Daniel, ini seutuhnya salah Tari!" ucap Tari.
"Sudah lah ibu kecewa dengan kalian berdua," ucap Elsa dengan wajah sangat merah karena menahan emosi dan meninggalkan kost an Daniel.
Tari terisak-isak dia bingung harus apa, sementara Daniel Hanya diam saja dia pun.
Elsa dengan taksi pulang ke rumah Wijaya dengan air mata di pipi nya.
Tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari suaminya yang dari tadi mencoba mencari nya.
Namun Elsa mendiamkan nya.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai dia mencari suami nya dan menceritakan tentang anaknya pada suami nya.
Suami Elsa pun langsung mengajak Elsa ke kost Daniel.
Daniel pun yang mendengar Tari semakin pusing dia memilih untuk pergi keluar dari kost nya.
"Abang keluar sebentar cari makan, kamu berhenti lah menangis mendingan kamu bawa sholat agar kamu lebih tenang!" ucap Daniel dan pergi meninggalkan Tari.
__ADS_1
Sementara Alena yang melihat Paman dan Bibi nya pergi dari atas balkon kamar nya dia pun bingung karena mereka terlihat Tergesa-gesa.
"Mereka mau kemana yah!" Batin Alena.
Namun tiba-tiba handphone nya Berdering.
"Siapa sayang?" tanya Arka yang datang dari belakang Alena memeluk pinggang Alena.
"Mas Daniel mas!" jawab Alena.
"Jawab aja!" ucap Arka sambil meletakkan dagunya di atas bahu Alena dan mencium-Cium leher Alena.
"Halo mas!" jawab Alena.
"Hali Alena! maaf yah ganggu kamu, tapi Mas mau jumpa sama kamu di luar nih bisa gak?" tanya Daniel.
"Bisa Mas, di mana?" tanya Alena karena mendengar suara Daniel yang Lesu dia juga khawatir.
Sementara Arka Sudah menciumi leher Alena sehingga Alena menghindar karena risih dan juga tangan Arka yang sudah Kemana-mana.
"Mas, aku ijin sebentar yah mau ketemu mas Daniel!" ucap Alena.
"Ini sudah sore Sayang, aku tidak sabar ingin menikmati malam yang panjang ini dengan kamu!" ucap Arka dengan suara menggoda.
"Tapi seperti mas Daniel ada yang mau di bicarakan!" ucap Alena.
Alena tersenyum.
Mereka pun segera keluar dari kamar.
"Arka! Mau kemana Kalian?" tanya Wijaya yang duduk di ruang tamu.
"Kami ijin sebentar keluar yah ayah, ada urusan sebentar!" ucap Arka.
"Buat selama satu Minggu ini kalian belum keluar dari rumah, itu pantangan pengantin baru!" ucap Wijaya.
"Ah Ayah kami bukan pengantin baru lagi, hanya saja kami baru menikah lagi, ada urusan penting gak apa-apa yah Ayah!" ucap Arka.
Wijaya pun tidak bisa melarang nya akhirnya dia pun mengijinkan mereka pergi.
Tidak beberapa lama akhirnya Arka dan Alena sambil di warung kopi yang tidak terlalu kecil mau pun tidak terlalu besar.
"Maaf yah udah ngerepotin kamu harus ke sini!" ucap Daniel.
"Gak apa-apa mas, sebenarnya apa yang terjadi tumben-tumbenan mas ngajak berjumpa di luar biasa nya langsung ke rumah!" ucap Alena.
__ADS_1
"Sebenarnya mas mau ke rumah namun di sana ad ibu dan Ayah!" ucap Daniel.
"Loh mas kok tau mereka ada di sini?" tanya Alena bingung.
Daniel pun menceritakan semua nya yang terjadi pada Alena.
Alena tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia juga bingung harus berbuat apa.
"Lalu aku bisa nolong apa mas?" tanya Alena.
"Sebenarnya Mas mau minjam uang kamu untuk membawa tari ke rumah sakit menggugurkan kandungan nya karena Abang takut Ibu akan menyiksa Tari seperti dulu hanya berharap anak yang di dalam kandungan nya meninggal!" ucap Daniel.
"Mas bercanda yah!" ucap Alena syok.
"Aku tau sekarang mas pasti pusing tapi bukan ini jalan satu-satunya!" ucap Alena.
"Iyah Daniel! Kasihan adik kamu, semua nya bisa di bicarakan baik-baik saya sendiri yang akan bantu kamu," ucap Arka.
"Tapi seperti ini tidak bisa di bicarakan baik-baik, kamu tau sendiri kan sifat ibu seperti apa!" ucap Daniel.
"Saya tidak setuju dengan keputusan kamu, kamu orang yang beragama dan sudah dewasa bukan itu jalan satu-satunya, tolong kamu fikirkan baik-baik!" ucap Arka.
"Istighfar mas, Alena akan bantu yang Alena bisa!" ucap Alena.
Daniel terdiam dia mengusap kasar wajah nya sambil istighfar.
"Aku yakin sekarang Bibi dan paman ada di kost Mas, karena tadi mereka Tergesa-gesa berangkat dari rumah!" ucap Alena.
Daniel kaget dia takut Tari kenapa-kenapa, dia langsung Ijin untuk pulang namun Alena dan Arka juga mengikuti nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sana sudah sangat ramai ternyata Tari di tarik paksa oleh Elsa agar ikut dengan nya entah kemana namun Elsa tidak mau sehingga di sana sangat ramai mendengar suara ribut-ribut.
Daniel langsung memeluk Tari dan melepaskan tangan Elsa dari tangan Tari.
"Kamu gak usah jadi pahlawan karena kamu lah yang tidak bertanggung jawab pada adik mu sendiri!" ucap Elsa.
Sementara suami nya tidak bisa berbuat apa-apa dia juga pusing apa yang terjadi pada keluarga nya.
"Bik! aku mohon bik, Bibi tenang dulu! Ini semua bisa di bicarakan baik-baik!" ucap Alena.
"Hahahaha, kamu sengaja datang ke sini untuk menyaksikan permasalahan keluarga Bibi kan, dan kamu pasti sangat senang dan kamu akan menceritakan ini pada orang tua mu!" ucap Elsa pada Alena.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***