Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 172


__ADS_3

Keesokan harinya Alena bangun terlebih dahulu karena seperti biasa tidur pagi nya di ganggu karena perut nya yang tiba-tiba mual.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan Pagi Alena sudah siap-siap mau berangkat ke kampus.


Dia tidak lupa juga untuk memesan sarapan pagi untuk nya dan juga Arka.


"Mas, mas bangun!" ucap Alena sambil memeriksa badan Arka yang masih hangat namun tidak sehangat tadi malam.


Arka perlahan membuka matanya dia melihat Alena yang sudah rapi dia langsung duduk sambil memerhatikan penampilan Alena.


"Mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Arka.


"Mau kuliah mas, ya udah buruan turun kita sarapan pagi!" ucap Alena.


Arka baru ingat kalau hari ini masih hari Jumat.


Mereka berdua sarapan pagi bareng walau Arka tidak berselera Alena Terus memaksa nya agar cepat sembuh.


Setelah selesai makan Alena berangkat ke kampus meninggalkan Arka yang masih kurang sehat.


Awalnya Arka meminta hari semakin ni Alena agar tidak masuk kuliah dulu karena dia akan kesepian dan Alena juga kurang sehat tapi Alena bilang jam dua belas siang dia sudah pulang.


Akhirnya Arka pun mengijinkan Alena berangkat ke kampus.


Setelah sampai di kampus tiba-tiba ada perempuan yang menunggu kedatangan nya.


Dan itu adalah Ajeng, Alena kaget karena sekretaris Arka di sini.


"Selamat pagi Bu!" sapa Ajeng dengan sopan sambil tersenyum.


"Pagi! Ada keperluan apa menunggu saya di sini?" tanya Alena dengan nada datar Melihat malas pada Ajeng Karena dia belum bisa melupakan kejadian di cafe itu.


"Saya mau bicara dengan Ibu! Apa ibu ada waktu untuk ikut saya sebentar!" ucap Ajeng.


"Saya sebentar lagi ada jadwal kuliah, kalau penting katakan sekarang!" ucap Alena.


"Oke buk, awalnya saya minta maaf karena menggangu waktu ibu. Kedatangan saya ke sini karena ingin langsung minta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi di Cafe itu!" ucap Ajeng.


"Saya tidak ingin membahas itu lagi, kalau tidak ada lagi yang mau di bicarakan saya pamit masuk!" ucap Alena.

__ADS_1


"Tunggu dulu buk, saya mau ibu dan pak Arka tidak ada kesalah pahaman, semua yang di Cafe itu salah paham mungkin di antara kami ada khilaf sehingga terjadi seperti itu, tapi saya sangat merasa bersalah kepada ibu!" ucap Ajeng.


Alena diam.


"Awal nya saya tidak tau kalau istri pak Arka adalah ibu!" ucap Ajeng lagi.


"Trus kalau kamu tidak tau, kamu mau dekatin Suami saya!" ucap Alena.


"Bukan seperti itu buk, saya tidak ada Niat seperti itu saya tau batasan buk!" ucap Ajeng tertunduk.


"Saya minta maaf buk, saya harap ibu memaafkan saya. Saya sudah resain dari perusahaan, ini semua agar tidak ada kesalah pahaman lagi, mungkin karena kedatangan saya semua nya jadi seperti ini!" ucap Ajeng menyalah kan diri nya.


"Kalau kedatangan saya mengganggu ibu saya akan pergi tapi saya mohon sama ibu kembali lah dengan pak Arka, saya tau dia sangat mencintai ibu bahkan dia sakit memanggil nama ibu terus!" ucap Ajeng.


"Permisi buk," ucap Ajeng dia pergi meninggalkan Alena yang terdiam mematung.


Ajeng sampai hari saptu masih kerja di perusahaan Shengu dan Minggu kedepannya dia tidak akan bekerja di sana lagi.


Alena Melihat Ajeng pergi.


"Kenapa aku begitu iba Melihat Ajeng yah, setau aku dia juga perempuan baik-baik dan selalu mempunyai hati yang rendah namun apa yang aku lihat di Cafe itu!" batin Alena.


Di hotel Arka memilih untuk tidur mengistirahatkan tubuh nya lagi.


Namun baru saja mata nya tertutup tiba-tiba handphone nya Berdering dari siapa lagi kalau bukan dari Wijaya.


Wijaya Menanyakan keadaan putra nya itu dan juga menantu nya Serta calon Cucu nya.


Wijaya mendengar kabar baik pun sangat lega.


Panggilan telepon pun segera di tutup.


Intan yang mendengar percakapan Wijaya dan Arka pun semakin kesal karena membahas Alena yang sedang hamil.


"Kamu dengar kan intan sebentar lagi bapak akan punya cucu dan jadi Kakek!" ucap Wijaya senang mengadu pada intan yang ikut duduk dengan nya di Ruang tamu.


Intan hanya bisa tersenyum terpaksa.


"Kamu boleh senang dan bahagia sekarang Bapak tua, tapi kita tidak tau apa yang terjadi ke depan nya!" Batin intan.

__ADS_1


Di perjalanan Daniel dan Sarah belum sampai di Bogor.


Daniel dan Sarah hanya diam saja.


Daniel Masih bertengkar dengan pikiran dan hati nya Sekarang bagaimana dia menjelaskan tentang Sarah kepada keluarga nya tidak mungkin dia bilang hanya teman saja karena takut orang beranggapan lain.


Di sini lain Daniel juga senang Dekat dengan Sarah, dia tidak mengerti dengan diri nya sendiri, biasa Daniel sama Sekali tidak tertarik dengan wanita terbuka namun Melihat Sifat lembut dan lugu serta sifat periang Sarah dia tertarik.


Bukan nya dia tidak tau apa pekerjaan Sarah, bahkan Daniel tidak sekali dua kali untuk menasehati Sarah, namun sama saja Sarah mendengarkan kan namun tidak melaksanakan nya.


Daniel juga berfikir dengan cara dia mengikuti kemauan Sarah ikut ke kampung halaman nya, Sarah bisa meninggalkan hal buruk dan perkerjaan itu.


Sementara Aris yang sedang sibuk di perusahaan tiba-tiba handphone nya Berdering.


Tertulis di layar handphone nya itu adalah Aisyah.


keponakan Jauh Mendiang ibu Aris yang belakangan ini sering di antar jemput oleh Aris ke kampus yang sama dengan Alena.


Aisyah berumur dua puluh tiga tahun dia sudah semester tujuh dia lebih tua dari Alena.


Dia pindahan dari Palembang ke Jakarta karena niat keluarga Aris dan juga keluarga ibu nya mau menjodohkan mereka.


Aris menolak perjodohan itu, dia tidak tau bagaimana tanggapan Aisyah tentang perjodohan itu karena mereka sama sekali tidak ada membahas itu, Aris hanya mengikuti perintah Bibi dan juga ayah nya.


Untuk selalu perhatian dan mencoba mengenal satu sama lain antara Aisyah dan Aris.


Namun Aisyah mempunyai kepribadian yang sangat pendiam, dan yang paling dia lakukan hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada Aris jika di jemput dan di antar.


Yah begitulah si gadis Aisyah yang membuat kalian para pembaca penasaran, jangan lupa kasih komentar di bawah tentang hubungan Arka dan Alena serta juga tokoh yang lain nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂***

__ADS_1


__ADS_2