
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semanga lagi.
Selamat membaca 🙂
Baru beberapa lama rasanya Arka tidur, sudah ada saja yang menggangu nya, seseorang sedang mengetuk pintu kamar milik nya.
"Siapa yang berani mengganggu tidur ku!" Batin Arka sambil menoleh ke arah Alena yang tertidur di lengan nya.
Arka mengawas kan kepala Alena dari lengan nya, namun Alena juga terbangun.
"Kenapa mas?" tanya Alena.
"Aku mau buka pintu," ucap Arka dengan mata sedikit tertutup karena dia sangat ngantuk.
Alena pun ikut duduk.
"Kamu tidur aja, kamu harus istirahat yang banyak!" ucap Arka pada Alena yang hendak ikut turun dari kasur ikut Arka.
Arka pun membuka pintu dan ternyata itu adalah pelayan.
"Ada Apa?" tanya Arka.
"Di bawah sedang ada Pak Wijaya Tuan!" ucap Pelayan itu.
Seketika mata Arka membulat sempurna.
"Ayah! ngapain Ayah ke sini!" ucap Arka.
"Mereka sudah menunggu di bawah Tuan!" ucap Pelayan.
"Baik lah, kamu kembali lah! saya akan segera turun!" jawab Arka.
"Kenapa Mas?" tanya Alena.
"Ayah dan paman Sam seperti nya datang!" ucap Arka.
Alena terdiam.
"Aku ikut turun yah mas!" ucap Alena.
"Gak usah, kamu di sini aja!" ucap Arka.
"Aku mau ikut mas, aku gak enak cuman di kamar doang!" ucap Alena.
"Hmm ya udah!" ucap Arka mereka keluar dari kamar.
Ternyata di ruang tamu Sudah ada Wijaya, Sam dan juga Aris.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kamu Alena?" tanya Sam saat Arka dan Alena Sudah ikut bergabung dengan mereka.
"Alhamdulillah sudah membaik Paman!" jawab Alena sambil tersenyum.
Sementara Aris dari tadi memerhatikan Alena yang memegang ujung baju Arka.
"Ada apa dengan diriku, kenapa aku tidak suka melihat Alena dekat dengan Arka seperti itu!" Batin Aris.
Wijaya dan Aris hanya diam saja, sementara Alena Sudah menunduk saja.
"Mungkin kedatangan kalian ke sini mau membicarakan masalah Aku dengan Alena, dan juga Perusahaan!" ucap Arka.
"Iyah benar! Kami tadi nya mau ke rumah sakit namun ternyata kata ketua Pelayan kalian sudah pulang!" ucap Aris.
"Kedatangan Ayah ke sini ingin menanyakan langsung sama kamu, kenapa kamu mengabaikan perusahaan serta kamu menunda keberangkatan kamu ke Amerika!" ucap Wijaya.
Arka terdiam.
"Mungkin alasan kamu karena ingin merawat istri kamu, tapi bukan berarti kamu mengabaikan Kantor!" ucap Wijaya.
"Aku merasa aku tidak ada tanggung jawab lagi pada perusahaan, bukan kah ini keinginan Ayah kalau aku tidak menuruti kemauan Ayah!" ucap Arka.
"Ayah tidak pernah bilang ini kemauan Ayah, tapi Ayah ingin jangan sampai yang selama ini kamu bangun hancur begitu saja, perusahaan sangat butuh kamu, dan kamu tau sendiri kan banyak klien yang kecewa!" ucap Wijaya.
"Benar yang di katakan Ayah mu Arka, perusahaan adalah tanggung jawab kamu," ucap Sam.
Semua nya terdiam.
"Arka akan mempertahankan pernikahan Arka, kalau ayah mau mengambil alih perusahaan, silahkan!" ucap Arka.
"Kedatangan Ayah ke sini bukan seperti apa yang kamu fikirkan, Ayah datang ke sini mau mengatakan, setelah Ayah fikir-fikir Ayah terlalu egois selalu mengekang kamu," ucap Wijaya.
"Ayah menyetujui hubungan kalian. Ayah sangat menyanyangi kalian berdua, Ayah Berfikir Kalian akan jadi saudara dan Ayah tidak menyangka kalau kalian adalah suami istri!" ucap Wijaya.
Arka terkejut dengan kata-kata Wijaya Begitu juga dengan Alena.
"Alena!" Panggil Wijaya melihat ke arah Alena yang menunduk.
"Kamu mau kan maafin Bapak? Bapak Terlalu kasar berbicara pada mu, mungkin karena kata-kata Bapak kamu masuk rumah sakit!" ucap Wijaya.
"Tidak pak, Alena Saja yang ceroboh," ucap Alena.
"Bapak dulu nya kamu mau jadi anak angkat Bapak namun Tuhan memberikan lebih dari Yang Bapak minta, kamu mau kan jadi menantu Bapak menikah dengan Arka!" ucap Wijaya.
Alena tersenyum sambil meneteskan air mata nya.
"Iyah Alena mau Pak, Alena juga minta maaf sudah tidak jujur pada Bapak!" ucap Alena.
Wijaya tersenyum. Wijaya Melihat ke arah Arka.
__ADS_1
"Mulai dari sekarang Ayah menyetujui hubungan kalian dan Ayah minta kalian menikah lah dengan resmi. Dan melaksanakan resepsi nya di rumah Ayah!" ucap Wijaya.
Arka Berdiri dan berjalan mendekati pak Wijaya.
"Terimakasih Ayah!" ucap Arka langsung memeluk Ayahnya nya itu. Sam yang melihat itu pun ikut berpelukan dia sangat terharu.
Sementara Aris hanya diam saja, hati nya begitu hancur, harapan nya sudah pupus untuk mendapatkan Alena.
"Awalnya aku hanya mengaguminya, dan ternyata aku baru sadar kalau aku sudah jatuh cinta pada nya!" Batin Aris.
"Ayah akan meminta Aris yang mengurus perusahaan, dan masalah ke Amerika Ayah meminta Anak pak Widodo yang mengurus nya, kamu pergi lah menemui Orang tua Alena jika mereka sudah setuju Ayah dan keluarga datang untuk melamar Alena!" ucap Wijaya.
Arka hanya tersenyum dia tidak menyangka jika ayah nya Akan mau repot-repot seperti itu.
"Terimakasih Ayah," ucap Arka dia sangat senang, dan baru kali ini dia merasa kan pengertian dari ayah dan akhirnya bisa menjalin hubungan normal dengan Alena.
Aris tidak kuat Melihat Alena dan Arka bersama, Aris memilih untuk keluar mencari masjid terdekat karena kebetulan sudah mau Zhuhur.
Mereka berbincang-bincang, Sam dan Wijaya pun Ijin untuk pulang.
"Calon menantu Bapak cepat sembuh yah, gak usah nangis lagi, Alena yang Bapak kenal gak ada yang cengeng!" ucap Wijaya sambil tersenyum mencolek hidung Alena.
Alena tersenyum.
"Ya udah kami pulang dulu yah, kalau sudah mau menemui orang tua Alena, kabarin ayah!" ucap Wijaya pada Arka.
Arka mengangguk dia pun mengantar kan Ayah dan paman nya ke depan.
"Loh Aris tadi ke mana?" tanya Wijaya karena melihat mobil tidak ada lagi.
"Biasa nya dia di masjid," jawab Sam.
"Hmm Sangat lah hamba Allah, aku yakin dia juga sudah mencintai perempuan!" ucap Wijaya mereka semua pun Terkekeh.
"Ya udah ayah, kalian pulang biar di antar kan oleh supir saja!" ucap Arka.
Akhirnya mereka pun pulang di antar kan oleh supir Arka.
Arka masuk lagi ke rumah dia mendekati Alena.
Tiba-tiba memeluk nya.
----------------
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1