
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Arka tertawa karena kepanikan istri nya itu karena segan jika tidak keluar dari kamar.
"Aku kerja sebentar yah, kamu gak usah panik kaya gitu mereka juga mengerti kok, Lagian aku bilang kamu udah tidur karena kecapean dari luar tadi!" ucap Arka.
Alena pun lega.
Arka melanjutkan kerjaan nya, sementara Alena masih berbaring di dekat Arka.
Tidak beberapa lama kerjakan Arka sudah selesai. Dia menoleh ke arah Alena yang hanya diam saja dari Tadi.
"Kamu kenapa bengong?" tanya Arka.
"Aku lapar mas!" ucap Alena.
Arka segera keluar dan meminta Pelayan agar mengantar kan Alena makan malam.
Tidak beberapa lama makanan sudah ada di kamar.
Alena perlahan duduk di bantu oleh Arka walau sakit dia harus menahan nya.
Di kamar itu sama sekali tidak ada baju Alena.
Arka memberikan kemeja nya yang sangat besar untuk di pakai oleh Alena.
Alena makan di suapin oleh Arka, Setelah selesai makan dia ijin masuk ke toilet dan di bantu oleh Arka.
"Aku bisa sendiri kok mas, kamu keluar aja!" ucap Alena pada Arka.
Alena pun tinggal sendiri di kamar mandi dia segera membuang air kecil dan mencuci wajah nya.
"Kalau tau seperti ini aku tidak akan rela memberikan nya!" Batin Alena.
"Huss, aku gak boleh ngomong kaya gitu, itu sudah kewajiban ku, Lagian aku juga menikmati nya!" Batin Alena sambil tersenyum mengingat kejadian tadi.
Tidak beberapa lama dia keluar dengan hati-hati.
"Bibi sama pamam tadi ada di bawah mas?" tanya Alena pada Arka yang sedang nonton TV.
"Mereka baru saja pulang waktu kami selesai makan!" ucap Arka.
"Oohh, Aku Boleh gak nelpon mas Daniel?" tanya Alena pada Arka.
"Gak usah! Aku gak mau kamu ikut campur masalah mereka!" ucap Arka tidak mengijinkan.
__ADS_1
"Tapi aku hanya ingin tau sekarang mas Daniel di mana?" ucap Alena.
"Gak usah aku bilang ya gak usah!" ucap Arka Kesal.
Alena pun nurut karena wajah Arka tidak bersahabat.
Arka menepuk kasur yang di samping nya mengode agar Alena berbaring di samping nya.
Dengan senang hati Arka pun berbaring di samping Arka berbantalkan lengan kekar suami nya itu.
"Telpon saja dia, aku juga penasaran apa yang terjadi dengan diri nya atas masalah yang datang buat oleh adik nya yang tidak tau diri itu!" ucap Arka.
Alena pun menghubungi Daniel.
Dan ternyata Daniel sedang bekerja sehingga dia tidak bisa di ganggu dulu.
Arka dan Alena pun menikmati film yang ada di TV namun Arka terus saja menggoda Alena sehingga mereka melakukan nya lagi.
Keesokan harinya Alena terbangun terlebih dahulu dan Melihat suaminya itu yang sedang tidur sambil memeluk pinggang nya.
"Mas! Mas! bangun ini sudah pagi!" ucap Alena.
Perlahan Arka membuka matanya dan melihat Alena.
"Good morning sayang!" ucap Arka sambil mencium pipi Alena.
"Aku Masih mengantuk sayang! Tadi malam aku sangat kelelahan karena aku tidak bisa menahan nafsu ku!" ucap Arka dengan suara serak khas bangun tidur.
Alena masuk ke kamar mandi dan segera mandi.
Arka bangun dari tidur nya dan ingin menyusul Alena mandi namun mata nya terfokus pada noda merah yang ada di sprey kasur yang bewarna putih itu.
Dia tersenyum nakal.
Sebelum mandi dia terlebih dahulu meminta Pelayan agar membersihkan kamar dan mengganti sprey.
Dia menyusul Alena yang mandi, ternyata Alena sedang merendam diri nya dengan Air hangat di Bhathup.
"Aku mau ikut juga!" ucap Arka dan langsung masuk saja dari belakang Alena sehingga sekarang Alena di atas tubuh nya.
Mereka berdua menikmati sentuhan-sentuhan romantis dan juga pembahasan yang menarik bagi mereka.
Sudah satu jam mereka di kamar mandi, Arka menggendong Alena Keluar dari kamar mandi, ternyata kamar sudah Rapi dan bersih.
"Siapa yang bersih kan mas?" tanya Alena.
"Tukang bersih-bersih lah!" ucap Arka.
Mereka turun dari gendongan Arka, dia hanya menggunakan lilitan handuk saja.
__ADS_1
"Baju aku di kamar aku semua mas, bagaimana aku ke sana tidak mungkin kan aku seperti ini kesana!" ucap Alena.
"Bentar! aku Pakai baju dulu biar aku bantu tutupin kamu jalan ke kamar kamu!" ucap Arka.
Arka pun menutup badan alenay dengan selimut sehingga sampai di kamar.
Alena segera memasang baju.
Setelah selesai Arka mengajak nya keluar untuk makan pagi.
Karena tentu nya pak Wijaya Sudah menunggu di bawah.
Mereka pun makan sama-sama.
"Oh iya Alena! Besok Kami semua harus pulang ke kampung!" ucap Faisal.
"Loh kok cepat sekali Ibu! ayah!" protes Alena.
"Kamu tau sendiri kan keadaan yang buat tidak bisa berlama-lama di sini!" ucap Faisal.
Sebenarnya Alena Sangat ingin keluarganya itu lama tunggu bersama nya namun dia juga tidak bisa memaksakan kehendak nya sendiri.
Keesokan harinya Mereka semua sudah siap-siap untuk berangkat pulang ke Kampung.
Namun Elsa dan suaminya tidak pulang kata nya mereka akan liburan dulu di sini.
Alena yakin sih itu karena ingin membawa Tari dan Daniel pulang namun dia tidak ingin terlalu ikut campur.
Mereka semua sudah berangkat, Elsa dan suaminya juga berangkat dengan Taksi ke sebuah tempat entah kemana hanya Mereka lah yang tau.
"Kamu sangat beruntung yah mendapatkan ibu dan Ayah yang baik!" ucap Wijaya.
"Terimakasih pak, tapi bapak juga baik sama Alena!" ucap Alena sambil tersenyum.
"Terimakasih nak, Mulai dari sekarang bapak mau kamau manggil Ayah juga seperti Arka sama Bapak!" ucap Wijaya.
"Baik Ayah!" ucap Alena.
Mereka berbincang-bincang di ruang tamu Bersama Arka.
Namun Alena teringat kalau Handphone nya tertinggal di kamar nya karena mengambil baju di sana.
Alena Ijin ke kamar nya meninggal kan Arka dan Wijaya di bawah. Alena masuk ke kamar dan melihat handphone di atas kasur, namun mata nya tertuju pada tumpukan kado yang Ada di kamar nya yang belum sempat satu pun di buka nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***