Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 67


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Arka begegas masuk mengambil kunci mobil nya dan berlari cepat keluar dari rumah.


Namun mata nya Melihat Alena yang baru saja di antar kan oleh Tia.


"Makasih yah Tia!" ucap Alena..


"Iyah sama-sama! kalau gitu aku pulang dulu yah!" ucap Tia dan melajukan motornya menjauh dari rumah Alena.


Alena Melihat Arka yang berdiri dengan wajah lesu.


Alena tidak perduli dia melewati Arka begitu saja dan masuk ke kamar.


Arka menyusul Alena ke kamar dan ternyata Alena Sudah membaringkan tubuhnya di kasur.


"Alena!" panggil Arka dengan lembut sambil memegang kepala Alena.


Alena melihat ke arah Arka.


"Aku minta maaf soal tadi, jujur saja aku saat tidak ingin pulang!" ucap Arka lagi.


"Kalau kamu bisa jadi aku sebentar, kamu pasti akan tetap memilih untuk tinggal di sini!" ucap Arka.


Alena pun hanya bisa diam.


"Kamu bilang aku egois! tapi tidak memikirkan Betapa lebih egois nya Ayah!" ucap Arka.


"Aku minta maaf, aku hanya tidak bisa ingin pak Wijaya selalu kefikiran tentang kamu dan seperti ini dia sedang masuk rumah sakit!" ucap Alena.


"Oke baiklah besok pagi kita akan segera pulang, tapi ini semua karena aku tidak ingin selalu debat dengan mu, bukan karena Ayah!" ucap Arka langsung.


"Aku tidak perduli itu, intinya aku mau kamu terlebih dahulu bertemu dengan Pak Wijaya!" ucap Alena sambil tersenyum.


Keesokan harinya mereka sudah siap-siap untuk berangkat dan memasukkan tas dan juga koper ke dalam mobil.


Sebelum berangkat mete singgah dulu ke tempat Pak RT mereka Ijin pulang.


"Ada apa ini? kok tiba-tiba pagi seperti ini datang udah rapi aja!" ucap Tia yang sedang menyiram tanaman.


"Aku mau Pulang ke Jakarta Tia! Ibu dan Ayah mu mana?" tanya Alena.


Tia langsung memanggil orang tua nya.


Arka dan Alena pun menyampaikan niatnya datang ke sini.


Pak RT dan buk RT sangat sedih sebenarnya Arka dan Alena meninggalkan kampung nya, namun mereka apa lah daya.


"Kamu ke sini lagi kan Alena?" tanya Tia.

__ADS_1


"Aku kurang tau juga! soal nya aku harus kerja dan kuliah!" jawab Alena.


"Kamu ngapain kerja? Kan udah punya suami Pengusaha sukses!" ucap Tia.


Alena pun terkekeh.


"Ya sudah kami ijin pergi dulu yah. Assalamualaikum" salam mereka berdua.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Arka sendiri yang menyetir.


Keluarga Tia melambaikan tangan ke arah mobil Arka yang semakin menjauh.


Di sepanjang perjalanan mereka berdua bercerita-cerita asik dan terkadang bernyanyi.


Tiga jam kemudian di dalam mobil sudah sangat senyap hanya terdengar suara angin dan mesin mobil.


"Sayang! sebaiknya kita istirahat dulu deh!" ucap Arka sambil menoleh ke samping nya.


Ternyata Alena sedang tertidur dengan pulas nya di kursi mobil itu.


Arka pun hanya bisa menggeleng kepala nya.


Karena dia sudah sangat capek, dia pun memilih untuk mengehentikan mobil nya di sebuah warung kopi karena mereka sudah mulai memasuki kota.


Saat mobil sudah terparkir Tiba-tiba Alena terbangun.


"Kita di mana mas? apa kita sudah sampai?" tanya Alena.


"Belum Sayang! ini masih jauh, kamu ngapain sih tidur!" ucap Arka.


"Ya ampun Sayang! kamu ngomong tadi mau nemanin aku nyetir," ucap Arka.


"Hmm kamu gimna sih mas, aku dari tadi nemanin kamu, tapi aku gak ngajak ngomong karena aku tidur!" ucap Alena tidak mau kalah.


"Ah sudahlah aku haus mau minun, bisa gila aku kalau ngadepin istri yang sangat tidak mau kalah!" ucap Arka.


Alena pun terkekeh.


Mereka pun segera keluar dari mobil dan masuk ke warung yang tidak lumayan besar namun sangat bersih.


Setengah jam Duduk di sana Arka pun memulai perjalanan nya lagi.


"Aku janji deh aku gak tidur aku bakalan bangun Sampai tujuan!" ucap Alena melihat ke arah Arka.


"Hmm kita juga Bentar lagi sampai, kamu tidur lah biar aku tinggalin di tengah jalan!" ucap Arka.


"Kamu kok jahat gitu sih mas, Emang kamu mau di sorot ke publik dengan kasus, Meninggalkan Istri di jalanan di waktu tidur!" Ucap Alena.


Seketika Arka tertawa terbahak-bahak.


"Aku serius! malah ketawa!" ucap Alena.


"Kamu lucu tau sayang, mana mungkin ada kasus seperti itu kalau publik belum tau kamu istri aku!" ucap Arka.

__ADS_1


"Oh iya yah, Lupa aku, yah intinya nanti kamu akan nyesel ninggalin aku di jalanan!" ucap alena.


"Kok nyesal?" tanya Arka heran.


"Yah nyesal lah, karena gak ada perempuan di dunia ini seperti aku yang sangat mencintai kamu dengan tulus!" ucap Alena dengan bangga nya.


Tiba-tiba Arka tersenyum.


"Aku hanya bercanda, aku tidak akan meninggalkan istri ku yang comel ini, karena kamu adalah penyemangat ku!" ucap Arka sambil mengelus pucuk kepala Alena.


Mereka pun sangat asik berbincang-bincang kadang ribut dan juga berantem.


Hari pun semakin sore akhirnya mereka sampai di kota, Alena langsung meminta agar Arka langsung ke rumah sakit.


"Kamu ikut lah!" ucap Arka.


"Tidak perlu mas, aku gak ingin ada yang salah yang salah paham!" ucap Alena.


"Aku tidak akan ke sana kalau kamu tidak ikut!" Ucap Arka.


Alena pun Menghela nafas panjang.


"Ya udah aku ikut," jawab Alena.


Mereka pun langsung menuju Rumah sakit yang khusus untuk keluar Wijaya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai dengan perasaan deg-degan Alena mengikuti Arka dari belakang.


Tiba-tiba Arka berhenti.


"Aku sangat tidak nyaman jika kamu berjalan di belakang ku seperti ini!" ucap Arka.


"Aku mohon berpura-pura lah dulu!" ucap Alena.


Arka pun pasrah dia pun menuruti kemauan Alena.


Dan kebetulan sekali Aris baru saja datang.


"Selamat sore Tuan muda, saya sangat senang akhirnya anda datang ke sini!" ucap Aris.


"Tidak perlu basa-basi tunjukkan di mana Ayah saya di rawat!" ucap Arka.


"Bain Tuan ikut lah dengan saya,!" ucap Aris dan berjalan mendahului Arka.


Sementara Arka yang di belakang sedang mencoba meminta tangan Alena dia sengaja membuat tangan nya di belakang.


namun Alena mengabaikan nya.


dia tetap fokus dan berusaha untuk tenang.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2