Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 29


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂


Juragan itu dan istri nya kaget ketika melihat Alena mengeluarkan uang sebanyak itu, tentu mereka penasaran dari mana Alena dapat uang itu.


Sementara Toni sudah memasang wajah kecewa.


Juragan itu menghitung uang itu dan ternyata pas.


"Alena mau mengambil surat tanah ayah saya ke sini paman!" ucap Alena dengan sopan karena memang juragan itu sangat Baik pada Alena, berbeda kepada orang tua nya.


Istri juragan itu pun mengambil nya dan memberikan pada Alena.


Setelah itu mereka langsung pamit dan meninggalkan rumah juragan itu, yang paling bagus di desa itu.


"Alena!" Panggil Toni.


Alena Melihat ke pada orang tua nya,


"Kalian duluan lah, Alena Masih ada urusan!" ucap Alena Kepada orang tua nya.


Mereka pun pergi duluan, sementara Toni mendekati Alena.


"Gimana kabar kamu?" tanya Toni.


"Alhamdulillah baik Mas Toni! Kalau mas gimna?" tanya Alena dan duduk di bawah pohon depan rumah Toni.


"Yah beginilah, masih sama seperti dulu!" ucap Toni.


"Tapi ngomong-ngomong kamu makin cantik yah, beda banget seperti yang dulu, sekarang penampilan kamu beda, udah gak kaya Gadis desa lagi!" ucap Toni.


Alena pun tersenyum.


"Bagaimana dengan Kuliah mu?" tanya Toni lagi.


"Alhamdulillah baik!" jawab Alena lagi.


"Hmm Bagus deh!" ucap Toni.


"Bagaimana dengan Kak Tari?" tanya Alena menanyakan anak perempuan Bibi nya, yang terkenal jadi model di kampung itu.


Entah model bagaimana Alena kurang paham juga.

__ADS_1


"Hmm Tari sekarang sudah di Jakarta! dia tidak di sini lagi, dia sudah di kontrak oleh pengusaha kaya untuk menjadi model iklan!" ucap Toni.


"Oohh Bagus deh kalau begitu, tapi dengar-dengar kamu pacaran dengan dia!" ucap Alena.


"Ah tidak ada, dia saja yang terlalu berharap!" ucap Toni, karena menang Tari sangat suka pada Toni, selain ganteng dia juga punya uang serta punya usaha.


"Oohh, Kalau Mas Daniel gimana?" tanya Alena.


"Kalau Daniel Dia sudah di Jakarta juga! dia kerja di perusahaan terkenal juga!" ucap Toni.


Alena memang sama sekali tidak tau, karena Bibi nya melarang anak-anak nya untuk dekat dengan Keluarga Alena, Mungkin karena miskin Entah apa Alasan nya.


Alena tidak mengerti, dan Toni sangat tau jelas.


Alena dengan Toni memang sangat dekat dan banyak juga yang mengira mereka pacaran.


"Alena sudah punya pacar yah?" tanya Toni.


Alena menoleh ke arah Toni.


Alena menggeleng.


"Saya di Jakarta kuliah dan kerja, tidak ad kefikiran untuk ke sana!" ucap Alena.


"Alena tau kan seperti apa perasaan Aku sama kamu!" ucap Toni serius.


"Tapi itu bukan alasan untuk kita tidak bisa menikah!" ucap Toni.


"Memang bukan itu alasan nya mas, tapi memang Alena tidak mempunyai perasaan sama mas!" jawab Alena.


Toni pun terdiam, sudah berapa kali dia mencoba untuk mengungkapkan perasaan nya pada Alena, Namun jawaban Alena sama saja.


"Kalau begitu Alena pulang dulu yah, takut ibu sama Ayah nungguin!" ucap Alena.


Toni pun mengangguk.


"Eh Neng Alena mau kemana?" tanya Ibu Toni yang datang membawa Jus di atas nampan.


"Mau pulang buk, gak enak pasti orang ibu nungguin di rumah!" ucap Alena.


"Kok cepat banget sih, nih ibu buatin jus!" ucap Ibu Toni.


"Makasih Buk, tapi Alena harus pulang!" ucap Alena dan pergi.


"Hmm, mentang-mentang udah bisa bayar utang sombong banget!" ucap ibu Toni yah begitulah diA, di depan Alena dia selalu baik namun di belakang Alena dia selalu menjelek-jelekkan Alena.

__ADS_1


Selama di perjalanan banyak sekali yang menyapa Alena dan ada juga yang datang ke rumah untuk melihat nya.


Banyak yang menyatakan jika Alena sangat cantik.


dan ada juga yang menggosip nya.


Tiba-tiba bibi nya datang.


"Hmmm, ada yang baru pulang nih, dengar-dengar rumah ayah nya mau ditarik sama juragan, namun tiba-tiba anak nya bisa bayar utang segitu banyak nya, dapat dari mana tu!" ucap Bibi Alena.


Semua menoleh ke arah Alena.


"Heh Ratna kamu ngapain sih, kamu tidak perlu membuat semua heboh yah!" ucap salah satu warga yang sangat dekat dengan ibu Alena.


"Hmm, siapa sih yang dengan gampang mendapatkan uang sebanyak itu kalau bukan jadi simpanan Om-om kaya di Jakarta!" ucap Ratna.


"Tutup mulut kamu yah Ratna! kamu semakin kurang ajar, pergi kamu dari sini!" ucap Ayah Alena sangat emosi Mendengar tuduhan adik nya itu.


"Mas Faisal! jangan mudah tertipu oleh penampilan anak mu yang satu ini, kamu gak tau kan apa kerjaan nya di Jakarta sana!" ucap Ratna lagi.


"Terserah Bibi mau ngomong apa! Emang anak Bibi sudah beres seperti apa kerjaan nya!" ucap Alena langsung, karena Tari dulu mempunyai kasus hamil di luar nikah dan di gugur kan oleh Ratna.


"Tutup mulut kamu yah! ponakan tidak tau sopan santun!" ucap Ratna marah dan pergi meninggalkan rumah Alena.


Semua nya menyoraki Ratna.


"Non Alena, Tidak perlu dengar-dengar kata-kata Bibik kamu itu, dia memang seperti itu, tapi kami tau kok non Alena anak yang baik!" ucap Tetangga nya.


"Alhamdulillah Buk, ternyata masih ada yang percaya dan sayang sama Alena!" ucap Alena.


Mereka pun berbincang-bincang dan menceritakan pengalaman Alena di Jakarta mereka semakin ramai datang, karena Alena juga membagi-bagikan uang jajan untuk Anak-anak desa.


Dengan cara itu lah dia bisa melindungi orang tua nya dari hujatan orang lain.


Hari pun semakin sore mereka semua bubar Alena pun mengistirahatkan tubuh nya setelah selesai sholat berjamaah dengan ayah nya.


Ibu dan ayah nya sangat bangga memiliki anak seperti Alena Mereka bersyukur.


Melihat senyuman di wajah orang tua nya dia pun ikut senang, walau dia bingung harus membayar nya seperti apa pada pak Wijaya.


Hari pun semakin malam Alena kembali ke kamar nya, kamar yang sudah dua tahun dia tinggalkan dan adik nya lah yang menempati nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya. jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***.


__ADS_2