Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 9


__ADS_3

LIKE komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Selamat membaca 🙂


Alena memerhatikan Arka yang tertidur di kasur.


"Ganteng sih, Tapi dia sangat angkuh," Batin Alena.


Tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari pak Wijaya.


"Loh kenapa pak Wijaya nelpon aku! bukan nya dia sendiri yang mengatakan jika aku hari ini tidak perlu ke kantor!" ucap Alena.


Dia pun menjawab telepon itu.


"Halo Selamat pagi pak!" ucap Alena dengan sopan.


"Pagi Alena! saya sudah tau apa yang terjadi, Aris sudah menceritakan nya, Terimakasih kamu sudah mau membantu anak saya, dan saya minta hari ini kamu Mulai bekerja jadi sekretaris dan pembantu pribadi nya!" ucap Wijaya.


"Hmm, Iyah pak!" Jawab Alena dengan berat hati, Namum dia tidak bisa lagi mengelak.


"Saya sudah menghubungi paman sam agar ke rumah tuan muda nanti Sore, kamu jagalah Tuan kuda sampai dia bangun dan antar kan dia pulang!" ucap Wijaya.


Alena pun hanya bisa mengiyakan saja, dan sambungan telepon pun terputus.


"kalau begitu jadi nya, Kemana pun tuan Arka, dan apa pun yang dia lakukan aku harus ada dekat nya!" Batin Alena.


"Argh! tidak mungkin!" ucap Alena sambil mengacak-acak rambut nya.


Sudah dua jam menunggu Arka di ruangan itu, namun dia tak juga bangun, tiba-tiba perut Alena sangat lapar, karena dia tidak sempat sarapan di rumah.


Dia pun mencari sarapan di luar rumah sakit itu, setelah selesai sarapan dia kembali lagi.


"Tuan sudah bangun?" tanya Alena yang melihat Arka mencoba turun dari tempat tidur nya.


"Kamu ngapain di sini? Aris mana?" Tanya Arka.


"Hmm, saya! saya yang akan menjaga tuan di sini dan saya mulai kerja jadi asisten pribadi anda;" ucap Alena.


"Saya tidak Sudi di rawat dan dekat-dekat dengan kamu, gadis kampungan, murahan!" ucap Arka.


"Ya Allah, sabar kan lah hamba, ini demi ibu dan Ayah serta adik-adik, dan juga masa depan ku,' batin Alena.


"Ini sudah perjanjian dari perusahaan Tuan, saya harus menjalani nya dan Tuan harus menerima nya," ucap Alena.

__ADS_1


Arka pun diam dia mencoba untuk turun Namun Alena langsung membantu nya.


"Saya tidak mau di sentuh oleh kamu!" ucap Arka menepis tangan Alena kasar.


Namun tiba-tiba Impus yang di tangan Arka lepas dia menjerit kesakitan Alena panik ketika melihat darah keluar dari bekas jarum infus Arka.


"Panggil dokter!" ucap Arka pada Alena yang terlihat sangat panik melihat darah itu.


Dia langsung berlari dia mencari dokter, dan dengan cepat itu pun langsung di tangani, ternyata tali impus Arka tersangkut sehingga waktu dia turun dia tidak sadar menarik Nya.


Terpaksa infus yang belum habis di cabut oleh dokter karena kulit tangan Arka terkelupas. dan keadaan Arka pun sudah membaik dan sudah bisa pulang namun harus banyak istirahat.


Sementara Alena pun berdiri di dekat pintu menutup mata nya, karena dia terus menutup matanya dia tidak sadar jika perawat dan dokter telah keluar dan tinggal hanya Arka dan dirinya.


"Mau sampai kapan tutup mata nya?" tanya Arka dengan Suara khas laki-laki nya.


"Saya takut darah Tuan! saya tidak berani melihat nya!" ucap Alena.


"Kamu mau tetap di sini atau ikut saya pulang?" ucap Arka ketika sudah berdiri di samping nya.


Alena membuka mata nya dan Melihat Arka berdiri di samping nya menatap malas pada nya.


Alena memerhatikan tangan Arka yang sudah di perban dan darah yang dia lihat tadi sudah tidak ada lagi.


"Ayo pulang! tolong bayar kan rumah biaya perobatan nya!" ucap Arka memberikan kartu ATM pada Alena.


Sementara supir Arka sudah menunggu di luar.


"Ini tuan! semua nya sudah selesai!" ucap Alena.


"Lama sekali!" ucap Arka dan berjalan meninggalkan Alena yang ngos-ngosan.


"Ya ampun! gak tau gimana jauh nya tempat pembayaran nya!" ucap Alena kesal.


Dia pun mengikuti Arka dari belakang.


"Loh kamu mau kemana?" tanya Arka ketika Alena masuk kedalam mobil nya.


"Saya mau ikut ke rumah Tuan, karena mulai hari ini, tuan adalah tanggung jawab Saya!" ucap Alena.


Arka menghembuskan nafas dengan kasar.


Mereka pun langsung ke rumah.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah, Arka pun minta di belikan makan pada Alena.


"Para pelayan masak tuan, jadi tidak perlu makan makanan yang di luar!" ucap Alena dia pun segera mengambil kan nasi untuk Arka.


Dia harus sangat sabar dan harus kuat kerja sebagai asisten tuan muda nya itu.


Setelah makan siang Arka minum obat dan masuk ke kamar nya.


Sementara Alena mengisi perut nya yang kosong lagi.


"Ternyata Rumah tuan muda sangat besar yah, apa ini milik pribadi nya, atau pak Wijaya juga di sini!" batin Alena duduk di ruang tamu setelah selesai makan.


"Tapi kalau pak Wijaya di sini, dia pasti ke sini, namun dia tidak ke sini, dan seingat aku supir nya mengatakan jika ini adalah rumah tuan muda nya," batin Alena.


Akhirnya dia pun tertidur nyenyak di atas Sofa dengan pakaian tidur nya.


Karena dari pagi dia belum mandi.


Namun tiba-tiba dia di kejutkan oleh pelayan yang membangun kan Nya.


Baru saja dia memejamkan matanya sudah ada saja yang mengganggu.


"Maaf Non, ada paman Sam menunggu Anda di luar!" ucap pelayan itu.


"Apa! paman Sam?" tanya Alena, pelayan itu pun mengangguk.


Alena membenarkan rambut nya, namun yang salah adalah baju nya, namun terpaksa dia harus memakai itu keluar.


"Selamat siang paman!" ucap Alena.


paman sama menoleh ke arah Alena di tersenyum.


"Maaf paman, saya tidak sempat ganti baju tadi pagi karena mengantarkan tuan muda ke rumah sakit!" ucap Alena malu.


"Baik lah paman mengerti, kamu duduk lah di sini, paman akan menjelaskan perjanjian kamu jadi asisten pribadi Arka," ucap Paman Sam.


paman Sam pun menjelaskan jika Alena hanya bekerja dengan Arka sebagai pembantu pribadi selama Tiga bulan, mendengar itu Alena bernafas lega karena dia pikir dia Akan selama nya jadi pembantu Pria angkuh itu.


Namun selama tiga bulan itu Alena harus tinggal di rumah tuan muda nya itu, dan juga harus bekerja dengan baik.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak yah.


Terimakasih 🙏***.


__ADS_2