Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 11


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya, biar author tambah semangat.


Selamat membaca 🙂


Alena pun segera melaksanakan kewajiban nya.


Dia sholat di Kamar salah satu pelayan, karena dia rumah sebesar itu tidak ada ruangan khusus untuk sholat.


"Kemana wanita itu?" tanya Arka dengan nada tinggi kepada pelayan yang sedang melakukan pekerjaan nya.


"Non Alena baru saja sholat Tuan! ada yang bisa saya bantu!" Tanya Pelayan itu dengan sopan.


"Sholat?" Tanya Arka.


Pelayan itu pun mengiyakan.


"Panggil dia!" ucap Arka.


"Maaf Tuan, non Alena baru saja sholat, tidak baik jika harus menganggu nya! Jika tuan perlu sesuatu, saya bisa bantu." Jawab Pelayan itu.


"Sudah mulai membantah yah, mau di pecat?" ucap Arka sangat marah.


pelayan itu pun takut, dia langsung mencari keberadaan Alena.


Pelayan itu membuka pintu kamar nya ternyata Alena belum selesai Sholat.


"Buruan!" Teriak Arka.


Pelayan itu pun bingung harus apa, dia tidak mungkin ganggu Alena sholat.


Sementara Majikan nya sudah sangat marah di ruang tamu.


Namun Alena pun selesai sholat.


"Bibi Kenapa Berdiri di situ?" tanya Alena.


"Maaf Non, tuan muda mencari anda!" ucap Bibi itu.


Alena dengan cepat melepaskan mukena nya, karena melihat Bibi yang sangat ketakutan.


Alena dengan kaki sakit nya dia berjalan cepat ke arah ruang tamu.


"Ada apa Tuan? saya sedang sholat! maaf atas keterlambatan nya!" ucap Alena.


"Maaf-maaf, Ayah saya membayar kamu bukan untuk bersantai saja!" ucap Arka meninggikan suaranya.


Alena yang mendengar bentakan keras dari Arka dia pun takut.


"Sekarang Ambil berkas-berkas perusahaan yang akan saya periksa, dan saya mau yang lengkap, dan saya tidak mau ada yang kurang, dan kamu harus menjelaskan nya!" ucap Arka.


"Tapi tuan!" ucap Alena.


"Tidak ada tapi-tapian, sekarang kamu bawa berkas-berkas itu ke sin!" ucap Arka.


"Semua formulir, berkas-berkas dan juga laporan b

__ADS_1


ada di kantor Tuan," ucap Alena.


"Bodoh! jelas-jelas kamu berkerja dengan saya untuk Perusahaan, dan kenapa hal sepele seperti ini kamu tidak bisa melakukan nya, Ayah saya terlalu buta memilih sekretaris seperti kamu!" ucap Arka.


Padahal perjanjian itu dia mulai Besok bekerja pribadi dengan Arka, karena niat nya setelah pulang dari Cafe Paman Sam dia akan ke kantor untuk mengambil apa yang di perlukan.


Sementara pagi saja dia sudah mengantarkan Arka ke rumah sakit, makan saja di tidak sempat, namun dia tidak bisa berkata-Kata lagi, karena di perjanjian itu dia harus bekerja dengan baik.


Dan tugas nya akan di laksanakan nya, sampai ke waktu janji yang di tentukan.


Alena menunduk, dia tidak biasa mendengar bentakan dan suara keras, namun saat ini dia mengalami yang tidak bisa di duga nya dari dulu.


"Ngapain Masih Berdiri di situ?" tanya Arka.


Alena menoleh ke arah Arka.


"Pergi jemput Berkas-berkas itu!" teriak Arka, Membuat Alena terperanjat kaget.


Dia pun langsung pergi dan keluar dari rumah itu.


Sebelum dia berangkat dia terlebih dahulu memesan Ojek online untuk ke rumah nya terlebih dahulu.


Telah sampai di rumah, dia langsung menumpahkan air mata nya.


"Apa kah aku kuat terus kerja dengan nya!" batin Alena.


Dia membaringkan tubuhnya sambil menangis, tiba-tiba handphone nya Berdering.


Alena Melihat nya, dia sama sekali belum pernah melihat nomor baru itu dia pun langsung menjawab nya.


"Selamat sore Buk Alena, ini Karyawan dari perusahaan Shengu, saya di tugaskan oleh pak Wijaya Mengantar kan dokumen-dokumen dan juga laporan kerumah Ibu!" ucap Wanita yang berbicara di Balik telepon.


Alena langsung bangun dari baring nya,


"Kapan akan di antar ke rumah?" tanya Alena.


"Saya sudah di depan rumah Ibu!" ucap Wanita itu.


Alena pun langsung mematikan handphone nya dan berlari ke depan rumah nya.


Dan betul saja ternyata sudah ada di depan dia pun langsung mengambil nya.


"Alhamdulillah! akhirnya ada jalan keluar nya, kalau kaya gini aku bisa mandi terlebih dahulu!" ucap Alena dan segera mandi.


Hari pun semakin gelap, Alena terlebih dahulu Sholat magrib dan pergi ke rumah Tuan nya itu.


Alena sangat takut melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah itu.


"Non Alena akhirnya datang juga! Tuan muda sudah menunggu Anda di ruang kerjanya," ucap salah satu pelayan itu.


Alena sudah bisa menebak jika Arka sudah marah besar.


Alena dengan Takut dia pun melangkah kan kaki nya ke ruangan kerja Arka yang berada di samping kamar Arka.


"Assalamualaikum Tuan!" ucap Alena membukakan pintu.

__ADS_1


dan Arka Langsung menatap tajam ke arah Alena.


"Dari mana saja kamu?" tanya Arka.


"Maaf Tuan, saya menunggu waktu magrib selesai! dan saya berangkat ke sini!" jawab Alena.


Arka pun terdiam.


Alena meletakkan Berkas-berkas yang ada di tangan nya di atas meja Arka.


Arka memeriksa dan mengeluarkan semua Berkas-berkas itu, dia pun membacanya.


Arka bertanya pada Alena di mana dia yang kurang paham dan bagiamana perkembangan perusahaan.


Serta proyek apa yang akan di bangun nya Serta di mana saja cabang nya, dan juga dengan perusahaan mana mereka bekerjasama.


Alena menjelaskan dengan detail dan juga sangat muda di pahami oleh Arka.


Sedikit demi sedikit Arka mulai paham, walau tidak seratus persen dia mengerti karena baru ini dia langsung terjun ke dunia perbisnisan.


Sebenarnya dia juga kuliah di perbisnisan Namum dia tidak sungguh-sungguh sehingga pengetahuan nya hanya sedikit, namun dengan cara Alena menjelaskan dia mudah memahami nya.


Arka memerhatikan Alena yang menjelaskan di samping nya.


"Walau perempuan ini masih kuliah semester empat, tapi pengetahuan dia sudah seperti s dua saja!" batin Arka mengagumi kepintaran Alena.


Pengetahuan dan jurusan Alena saat ini sangat bertentangan, karena dia ngambil jurusan Fashion design.


Tapi walau seperti itu, dia juga sangat ahli di jurusan nya itu.


Arka Melihat jam tangan yang ada di pergelangan nya.


ternyata jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Arka merasakan perut nya yang sangat lapar karena dia belum makan malam.


"Sudah malam! kita lanjut besok lagi!" ucap Arka dengan nada datar.


Alena pun mengangguk dia menutup semua laptop map yang terbuka dan juga buku-buku lain nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Arka saat Alena Hendak pergi kebawah.


"Saya mau pamit pulang Tuan! ini sudah malam! saya juga ada tugas kuliah," ucap Alena.


"Ambil kan saya makan!" ucap Arka.


Alena melihat jam yang ada di pergelangan nya.


"Sebaiknya aku harus menyelesaikan pekerjaan ku di sini, baru aku pulang," Batin Alena karena masih jam sepuluh dia masih mempunyai waktu dua jam untuk Mengerjakan tugas nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan, tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak yah.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***.


__ADS_2