Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 186


__ADS_3

Namun Wijaya terus memaksa untuk memeluk intan menguat kan intan yang menampakkan diri nya tidak apa-apa sementara sekarang perasaan nya sangat hancur.


"Maaf kan Bapak nak! Bapak tau salah tapi semua nya tidak seperti apa yang kamu Fikirkan!" ucap Wijaya.


Seketika Intan terdiam telah sekian lama dia tidak mendengar seseorang memanggil nya nak sambil memeluk nya.


Intan Sangat menyanyangi ayah nya, karena ayah nya sangat lah mengerti dan memanjakan diri nya.


"Biar bapak tau, ayah saya meninggal karena kecurangan bapak!" ucap intan lagi.


Wijaya perlahan melepaskan pelukannya dan memegang pipi intan yang sudah basah.


"Kamu lihat wajah Bapak kamu tatap mata Bapak, mulai dari sekarang Bapak akan berjanji pada kamu dan pada diri bapak sendiri, bapak akan bertanggung jawab karena kesalahan bapak dulu!" ucap Wijaya.


"Percuma, ayah sudah tiada, tidak ada gunanya lagi kalau Bapak akan tanggung jawab!" ucap intan menepis tangan tua Wijaya dari wajah nya.


"Bapak bisa! Bapak akan jadi ayah untuk kamu, karena Bapak Sangat sayang sama kamu, di Balik keegoisan kamu seperti ini sebenarnya kamu adalah orang baik, kamu orang yang tulus namun karena kamu mendengar kan arahan orang yang salah, akhirnya kamu keliru seperti ini!" ucap Wijaya.


Seketika intan terdiam dia menatap wajah keriput Wijaya yang sangat tulus.


"Kenapa Semakin aku menatap wajah nya, aku semakin Merindukan ayah!" Batin intan.


Namun tiba-tiba dia tertawa.


"Omong kosong! Bukan nya Bapak sudah dendam karena perbuatan saya," ucap intan.


"Itu hanya karena kamu salah dengar arahan intan! Bapak tidak pernah Dendam sama kamu, bahkan Bapak sadar kalau bukan karena kamu bapak tidak bisa sehat seperti ini!" ucap Wijaya lagi.


"Lebih baik bapak segera keluar dari sini, saya adalah perempuan licik, saya wanita jahat, saya tidak bisa mengampuni seseorang yang telah membuat saya kehilangan orang yang paling saya sayang!" ucap intan.


"Bapak akan keluar dari sini, tapi ijinkan bapak untuk memeluk mu nak!" ucap Wijaya seketika Air mata nya keluar.


Intan menunduk, namun dengan cepat dia memeluk tubuh Wijaya dengan sangat kuat sambil menangis di dadanya.


"Sudah lama aku tidak merasakan di peluk sesosok Ayah, dan badan ini, badan ini sangat hangat dan nyaman!" batin intan air mata nya tidak berhenti keluar.


Namun tiba-tiba pengawas datang meminta Wijaya keluar dan intan Masuk ke sel lagi.


Entah mengapa hati Wijaya sedih melihat intan di masukkan ke sel Serta tangan nya di borgol Kembali.


Di hotel penginapan Arka dia terlihat sangat lelah sehingga dia langsung tertidur tidak sempat untuk membersihkan diri.


Sementara Aris menyempatkan diri untuk pulang ke rumah nya karena masih banyak kerjaan yang harus di kerjakan di kantor.


Sementara Sam, Arka Wijaya dan ibu intan tinggal di sana, karena harus di mintai keterangan.


Aris tidak merasa nyaman kalau langsung pulang, dia pun berhenti ke rumah Arka memastikan Alena baik-baik saja.


Setelah sampai di sana di depan rumah masih stenbay Bodyguard.

__ADS_1


Aris menanya kan keberadaan Alena pada pelayan dan ternyata Alena sedang di kamar.


Aris tidak ingin mengganggu Alena karena sudah larut malam, namun dia melihat Tania yang tertidur di sofa.


"Dia gak mau makan, gak mau ngomong dan tidak mau pindah dari sofa itu kak, Sebenarnya dia Siapa?" tanya Alena yang perlahan turun dari tangga.


Aris menoleh ke arah Alena.


"Kok kamu pucet?" tanya Aris.


Alena memaksa tersenyum sambil menahan sakit kepala nya.


"Biasa lah kak bawaan bayi nya!" ucap Alena.


"Kamu udah coba hubungi oak Arka?" tanya Aris.


"Sudah kak, tapi handphone nya belum bisa di hubungi apa kakak tau dia di Mana?" tanya Alena.


"Ti-Tidak, aku gak tau pak Arka di mana!" jawab Aris karena sam, Wijaya dan Arka Sudah sepakat kalau masalah ini jangan sampai di ketahui oleh Alena bisa-bisa dua kefikiran.


"Kakak dari Mana?" tanya Alena.


"Ada urusan tadi, kamu sendiri kok belum tidur?" tanya Aris.


"Aku nungguin mas Arka Kak, aku sangat khawatir firasat aku tidak baik!" ucap Alena.


"Ya ampun kok aku bisa lupa!" ucap Aris.


"Lupa apa kak?" tanya Alena Heran.


"Aku ada janji sama Aisyah!" ucap Aris.


Alena terdiam.


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat yah, jangan di tungguin pak Arka seperti nya dia malam ini tidak akan pulang, kalau masalah anak ini kamu bisa tanyakan langsung ke pak Arka!" ucap Aris.


Aris segera pamit pulang ke pada Alena.


"Hmm, seperti nya kak Aris sudah mulai suka pada Aisyah, tapi siapa sih yang tidak tertarik sama dia!" Batin Alena lagi.


"Tapi kenapa aku takut kak Aris tidak peduli lagi yah sama aku, dia sudah aku anggap seperti Kakak sendiri!" Batin Alena.


Namun seketika dia sedih karena melihat ke luar tidak kunjung ada mobil Arka.


"Sebenarnya mas Arka kemana sih, apa dia sudah lupa sama aku!" Batin Alena.


karena sangat Khawatir Alena akhirnya memutuskan untuk menghubungi Pak Wijaya mertua nya itu.


Sebenarnya Alena segan karena takut mengganggu.

__ADS_1


Namun karena kekhawatiran nya akhirnya dia pun memberanikan diri.


"Halo ayah! Maaf mengganggu jam istirahat Ayah!" ucap Alena setelah Panggilan di jawab.


"Tidak apa-apa! Tumben kamu nelpon Ayah! Ada apa?" tanya Wijaya.


Alena menceritakan tentang Arka dan Wijaya mendengar kan namun dia juga berprinsip kalau tidak akan memberi masalah ini pada menantu nya yang sedang hamil muda itu.


Akhirnya dia juga berbohong demi kebaikan Alena.


Alena pun sedih karena orang sama sekali tidak tau keberadaan suaminya di mana.


Panggilan pun terputus.


"Ya Allah mas, Sebenarnya kamu di mana sih!" Batin Alena.


"Atau jangan-jangan dia lagi sama Ajeng!" ucap Alena.


"Ah tidak mungkin, aku harus tetap positif!" ucap nya menepis pikiran negatif nya.


Namun tiba-tiba Tania menangis.


"Nenek! Nenek!" ucap Tania namun mata nya masih tutup.


Alena membangun kan Tania.


"Sayang! sayang! Bangun kita pindah ke kamar yok!" ajak Alena.


Tania bangun namun dia tidak mau di ajak ke kamar.


Alena pun bingung sebenarnya dia juga kasihan namun dia kesehatan nya juga tidak stabil untuk terus membujuk dan menemani Tania.


***POV Author.


Kalian terserah mau komen apa di bawah, tapi jangan bawa profesi yah, karena setiap profesi itu di awal gak Langsung bagus butuh tahap juga☺️☺️☺️☺️


Semoga salah satu Pembaca itu melihat kata-kata Author.


Terimakasih 🙏***


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2