Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 95


__ADS_3

like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂


Arka terdiam karena dia sudah salah akan niat Widodo memperkenalkan putri nya.


"Kalau dia sudah jadi sekretaris di Perusahaan Amerika, tentunya dia bukan orang sembarangan dan pasti nya sudah lulusan S 2!" ucap Arka karena perusahaan nya selalu menerima karyawan atau pekerja yang bertalenta cerdas dan tentunya mempunyai nilai Atau karakter yang baik.


Widodo hanya tersenyum.


"Kalau boleh tau Anak Bapak berapa?" tanya Arka.


"Anak saya Hanya dua, yang pertama nama nya Ayu! yang kedua Nama nya Adam!" ucap Widodo.


Mereka pun berbincang-bincang dengan akrab.


Sementara di tempat lain Alena baru saja selesai sholat isya.


"Mas Arka seperti nya tidak akan pulang ke sini!" Batin Alena setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Dia berniat mengganti baju nya agar tidak terlalu panas dia melihat daster warna kuning nya.


"Sudah lama aku tidak pernah berpakaian terbuka seperti ini!" batin Alena memerhatikan Daster yang berlengan kecil bagaikan tapi dan se paha saja.


Alena pun membaringkan tubuhnya di kasur sambil memainkan handphone nya.


"Sebenarnya Sarah kemana sih! tadi Handphone nya aktif sekarang sudah tidak aktif lagi!" ucap Alena mencoba menghubungi Sarah.


"Dari tadi perasaan aku gak enak, tidak biasanya Sarah seperti ini, belakangan ini dia sangat lah tertutup!" ucap Alena.


Alena Seketika ingat Daniel.


dia menghubungi Daniel tidak perduli jam berapa sekarang.


"Halo Mas! maaf Alena mengganggu!" ucap Alena langsung Ketika panggilan di jawab.


"Assalamualaikum!" ucap Daniel.


"Walaikumsalam mas hehehehe," ucap Alena.


"Ada apa nelpon? mas lagi kerja nih!" ucap Daniel.


"Hari ini Mas Ada lihat Sarah gak?" tanya Alena.


Daniel terdiam dia mengingat kata-kata Sarah agar menyembunyikan apa yang terjadi pada Alena.


"Loh kok malah dia sih kak," ucap Alena.


"Ehh itu, kamu kok malah nanya sama mas, bukan nya dia satu kuliah Sama kamu!" ucap Daniel gugup.


"Hmm dia tadi tidak masuk kuliah, aku sangat Khawatir pada nya!" ucap Alena.

__ADS_1


"Ya udah mas lanjut Kerja lagi yah," ucap Daniel dan segera mematikan sambungan telepon.


Daniel memang dari tadi tidak ada Melihat Sarah datang ke Club dia mencari ke ruangan VVIP yang biasa di pesan oleh Pria yang sering di temani oleh Sarah.


Ternyata di sana juga tidak ada.


"Hey anak muda! ngapain kamu di sini?" tanya pria yang tak asing bagi Daniel.


"Oh tidak pak, saya hanya mau Cek ruangan saja, kalau begitu saya permisi Keluar!" ucap Daniel.


"Kalau dia datang berarti Sarah juga datang malam ini!" Batin Daniel sambil melanjutkan pekerjaan nya.


Alena merasa sudah mengantuk, dia meletakkan Handphone nya di atas nakas dan segera menarik selimut menutupi tubuh nya.


Namun tiba-tiba Bel berbunyi.


"Ya ampun siapa sih yang datang malam-malam seperti ini, gak tau apa ini waktu nya tidur!" rutuk Alena segera keluar dari kamar nya.


Dia segera berjalan ke arah pintu utama dan membukanya.


"Mas Arka!" ucap Alena kaget.


Arka menoleh ke arah Alena yang sangat beda malam ini, dia sambil tersenyum memandangi Alena.


Alena baru sadar Arka memandangi tubuh nya.


"Eh kamu jangan mikir aneh-aneh yah;" ucap Alena menutup tubuh nya dengan kedua tangan nya.


"Ya Allah Sayang! udah halal kok!" ucap Arka dengan senyuman genit.


Arka menjulurkan tangannya ke arah Alena agar di Salim dan ternyata Alena peka dan di a pun mencium punggung tangan Arka.


"Istri aku di sini, yah aku ke sini lah!" ucap Arka sambil menggendong Alena setelah selesai menutup pintu.


"Aaahh, turunin mas, aku berat!" ucap Alena.


"Kamu jangan banyak gerak, biar kamu gak tambah berat," ucap Arka sambil terus berjalan menaiki anak tangga.


Alena tersenyum dan mengalungkan tangannya ke leher Arka karena takut jatuh.


"Mas Arka dari mana yah, tumben-tumbenan dia pulang malam seperti ini tidak bau Alkohol, biasa nya Kalau Udah pulang larut dia pasti akan mabuk!" batin Alena.


Arka dan Alena sudah sampai di kamar.


Alena memerhatikan Arka.


"Kamu dari Mas?" tanya Alena.


"Aku habis ketemu sama pak Widodo!" ucap Arka.


"Pak Widodo! kenapa sampai malam seperti ini!" ucap Alena.


"Kami Terlalu asik bercerita, ya udah kalau gitu cariin aku baju kaus sama Celana pendek yah!" ucap Arka dan segera masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya Arka pun selesai mandi dan memakai baju yang di letakkan Alena di meja.


Arka menoleh ke arah Alena yang duduk di Pinggir kasur sambil main handphone nya.


"Kamu lagi apa sih! fokus banget sama handphone!" ucap Arka duduk di samping Alena dan memeluk pinggang Alena.


Alena menoleh ke arah Arka.


Karena sangat fokus membalas chat dari Adiknya dia lupa untuk mengganti pakaian nya.


"Lepas dulu mas, aku mau ganti baju!" ucap Alena.


"Gak usah di ganti, kalau kamu ganti aku tidak akan mengijinkan kamu pakai baju lagi!" ucap Arka sambil menggendong Alena meletakkan di kasur.


Arka sama sekali tidak mau melepaskan Alena.


Kalau dia tidak capek dia mungkin sudah menggoda Alena.


Tidak butuh beberapa lama akhirnya Arka tertidur begitu juga dengan Alena yang tertidur di dada Arka.


Keesokan harinya Arka terlebih dahulu bangun dan melihat tangan Alena yang melingkar di pinggang nya.


Arka mencium kening Alena tiba-tiba Alena terbangun.


"Kamu tidak sholat?" tanya Arka sambil tersenyum pada Alena.


Tidak butuh beberapa lama mereka sudah selesai sholat bersama.


"Kamu mau sarapan apa Mas?" tanya Alena sambil melipat sajadah.


"Kamu mau masak apa?" tanya Arka.


"Seperti nya aku masak yang sederhana aja mas!" ucap Alena.


"Hari ini kamu gak kuliah kan?" tanya Arka.


"Iyah! kenapa mas?" tanya Alena.


"Aku bakalan ngajak kamu jalan-jalan, liburan!" ucap Arka karena semenjak mereka menikah Arka sama sekali tidak membawa Alena liburan walau hanya keliling Jakarta saja karena mereka sama-sama sibuk.


"Serius mas?" tanya Alena dengan wajah berseri-seri.


Arka tersenyum sambil mengangguk.


Tiba-tiba Alena memeluk Arka yang duduk di kursi.


"Akhirnya aku punya waktu jalan-jalan sama kamu!" ucap Alena karena dari dulu dia sangat ingin namun karena melihat Arka Sangat sibuk dia juga tidak ingin menyampaikan nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya .

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2