
Kepribadian Wijaya Sangat beda jauh Dulu dan sekarang, semenjak ada Alena Wijaya berubah menjadi lebih baik dan tidak terlalu egois.
Dulu Sebelum jadi pengusaha Wijaya adalah Pebisnis dan dia juga dekat dengan ayah intan, karena mereka saling kenal dan juga intan sering ikut bersama ayah nya ke rumah Wijaya dan dari situ lah Arka mengenal intan.
Intan menjelaskan kalau kepergian ayah nya dia belum ikhlas perlahan Air mata Intan keluar saat menjelaskan namun dia menghapus nya.
"Itu masa lalu intan! Kalau tau semua nya seperti itu mungkin Ayah ku tidak melakukan itu!" ucap Arka.
Wijaya Melihat ke arah intan, dengan tatapan sendu.
"Maafkan Bapak intan! Bapak memang salah di waktu itu, tapi Bapak tidak ada berniat untuk membuat kamu kehilangan ayah kamu!" ucap Wijaya dengan nada lemas.
"Omong kosong! Bahkan kau Dengan keluarga mu sekarang bisa hidup bahagia atas penderitaan orang lain!" ucap intan.
"Asal anda tau, di saat ayah meninggal banyak utang yang harus kami bayar dan ganti rugi bahkan Bapak tidak perduli sama sekali, di Saat itu saya Masih sekolah pak, dan di situ juga saya harus merasakan pahitnya mencari nafkah di luar sana dan itu semua karena anda!" ucap intan dengan kemarahan.
"Bapak minta maaf intan, bapak salah! Bapak akan melakukan apa pun yang akan membuat kamu memaafkan bapak!" ucap Wijaya karena dia juga Salah.
"Saya ingin anda merasakan apa yang Ayah saya rasakan!" ucap intan.
Wijaya terdiam.
"Baiklah, sekarang Bapak Sudah pasrah, jika dengan cara itu kamu memaafkan bapak Bapak akan terima itu!" ucap Wijaya.
"Ayah! apa yang ayah katakan!" ucap Arka.
"Ayah akan bertanggung jawab Nak, karena Ayah kamu juga ikut terbawa ke masalah ini!" ucap Wijaya.
Intan semakin muak melihat drama yang ada di depan nya.
"Segera bawa mereka ke dalam mobil!" perintah intan.
Namun Arka berontak.
Namun tiba-tiba ada segerombolan mobil polisi dari belakang.
Dengan cepat-cepat mereka semua bersiap mau kabur namun ternyata dari depan juga sudah ada mobil polisi.
Intan dan anak buahnya kalang kabut saat polisi banyak itu turun dari dalam mobil.
Namun tiba-tiba Intan mendekati Wijaya.
"Mundur semua nya! Jika ada yang berani mendekati dia akan mati!" ucap intan sambil mengancam polisi serta ada satu pisau ke di tangan nya.
__ADS_1
Sementara Anak buah Intan sudah di Amankan.
Arka juga sudah terlepas.
Di saat polisi mau bertindak Arka melarang nya karena dia sangat takut dengan ancaman Intan.
Namun tiba-tiba Aris, Sam dan juga Dirga datang ke sana.
Anak buah Arka menurunkan ibu intan dari dalam mobil.
Seketika mata Intan terbelalak melihat Dirga mantan suaminya itu yang sudah Lama tidak dua lihat, ayah dari Tania.
"Ibu!" ucap intan Melihat ibu nya ikut bersama mereka.
"Intan! Ibu mohon nak lepaskan pak Wijaya!" ucap Ibu nya.
"Apa maksud ibu, bukan kah ibu yang bilang kalau kita harus membalas kan dendam pada keluarga mereka!" ucap intan.
"Ibu yang salah nak, ibu telah mengotori hati kamu, Maaf kan ibu, sekarang ibu mohon lepas kan dia!" ucap Ibu intan.
"Tidak bisa buk!" ucap intan namun tiba-tiba dengan lincah polisi menangkap nya.
Mereka semua pun lega, Wijaya Langsung di lepas dari ikatan tali yang di tangan nya.
"Lepaskan aku! lepaskan, seharusnya bukan aku yang di tangkap melainkan pria tua itu!" ucap intan.
Arka menatap tajam ke arah Wijaya.
"Maaf Ayah, kali ini aku tidak bisa membiarkan perempuan ini berkeliaran!" ucap Arka.
Intan segera di bawa ke kantor polisi di. mintai keterangan.
Sementara ibu intan sedang bersujud meminta maaf atas kelakuan anak dan Diri nya.
Awalnya dia masih bersikeras untuk tetap pada pendiriannya untuk terus melanjutkan dendam nya pada Wijaya, namun Dirga yang mendengar kabar di berita kalau pak Wijaya hilang di sekap oleh intan dia pun turun tangan.
Dia mencoba untuk menerang kan baik-baik pada ibu nya agar dia sadar kalau kematian almarhum mertua nya itu karena takdir.
Jujur saja ini terjadi begitu saja, mereka semua ikut ke kantor polisi.
Setelah sampai di sana hari sudah sangat malam, Arka dan Wijaya sangat tanggung untuk pulang akhirnya mereka menginap di salah satu hotel Dekat sana.
Sementara Dirga dan ibu nya menemui intan.
__ADS_1
"Ngapain kamu ke sini!" ucap intan melihat Dirga.
"Kamu jangan seperti itu intan! Kalau bukan karena Dirga mungkin ibu Sudah mati kelaparan dan tangan anak buah Arka!" ucap ibu nya.
Dirga adalah mantan suami intan, mereka berpisah karena merasa tidak cocok intan juga tidak mencintai Dirga karena Dirga adalah lelaki pilihan Ayah nya.
Intan adalah tipe wanita yang tidak cukup dengan satu laki-laki dia sangat sering menghianati Dirga.
Dan sampai akhirnya Intan lahiran mereka cerai, Dirga Ingin membawa anak nya namun tidak di ijinkan oleh intan dan ibu nya.
Dirga yang merasa sakit hati akhirnya dia pun pergi dan berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah mencari istri nya itu lagi.
Dan akhirnya sekarang dia yang harus menemui mantan istri nya itu, karena dia tidak ingin karena keegoisan intan keluarga Wijaya jadi sasaran nya.
"Kedatangan aku ke sini selain meluruskan masalah ini, aku juga ingin jumpa sama anak aku!" ucap Dirga.
"Tidak bisa! Kamu tidak bisa bertemu dengan nya!" ucap intan.
Namun ternyata jam untuk berbicara dengan tahanan sudah habis akhirnya mereka pun keluar.
Intan di dalam jeruji besi itu pun merenung kan apa yang terjadi dan apa yang telah dia lakukan, seketika dia menangis.
"Ayah! Kenapa kau tidak mendukung ku bahkan aku melakukan ini karena membela kau!" Batin intan.
Namun lagi-lagi kesedihan nya di ganggu oleh petugas penjaga membuka pintu.
"Ibu intan ada seseorang yang mau bicara!" ucap polisi itu.
Intan segera keluar dan melihat Wijaya di sana.
Intan Menatap tajam dan penuh kebencian terhadap Wijaya.
Wijaya berdiri melihat intan yang seakan tidak mau mendekati nya.
Wijaya mendekati nya dan memeluk tubuh intan dengan tulus.
"Jangan sentuh saya pembunuh!" ucap intan berontak sambil Air mata keluar dari mata nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***