
Setelah sampai di rumah Alena langsung istirahat, karena melihat Alena Sudah tidur dengan Nyenyak Arka Balik lagi ke kantor karena selama di kantor dia tidak bisa fokus kefikiran Alena terus.
Namun setelah sampai di kantor, ternyata sudah ada intan di ruangan nya.
Arka terkejut melihat intan yang duduk dengan santai di sofa.
"Security!" teriak Arka langsung.
Dua security langsung datang.
"Iyah pak ada yang bisa kami bantu?" tanya security itu.
"Siapa yang mengijinkan perempuan ini masuk ke ruangan saya?" tanya Arka dengan wajah emosi sementara intan dengan wajah tak bersalah dia malah mendekati Arka.
"Sabar Arka! kamu tidak perlu emosi seperti ini aku datang ke sini baik-baik dan tidak ingin buat kamu marah kok!" ucap intan sambil menyentuh pundak Arka namun Arka langsung menepis nya.
"Segera bawa keluar perempuan ini dari sini!" ucap Arka.
Security itu langsung bertindak namun tiba-tiba Intan menunjukkan foto yang ada di handphone nya.
"Kalau kamu berani mengusir aku dari sini, nyawa Pak Wijaya akan hilang!" ucap intan.
Arka menahan memberikan isyarat pada security agar tidak membawa Intan terlebih dahulu.
Arka Melihat Wijaya yang di ikat pakai tali dan mulut yang di tutup.
"Apa maksud kamu intan! Kamu gila yah, aku tidak percaya dengan apa yang kamu tunjukkan!" ucap Arka.
"Hmm baik lah jika kamu tidak percaya!" ucap intan dia menghubungi salah satu nomor yang ada di handphone nya.
"Halo pak Wijaya! Apakah keadaan anda di sana baik-baik saja?" tanya intan setelah panggilan di jawab.
"Intan! Lepaskan saya, kamu jangan bermain-main dengan saya! lepaskan!" teriak Wijaya dari Balik telepon dan tidak lupa di volume nya di besar kan agar bisa di dengar oleh Arka.
Intan tersenyum manis namun sangat licik.
"Ini adalah akibat anda tidak mau membantu saya, dan selamat menikmati masa tua di ruangan gelap itu!" ucap intan.
"Dasar! Kamu jangan macem-macem sama saya, kalau tidak kamu akan mendapatkan akibat nya!" ucap Wijaya lagi.
Namun tiba-tiba sambungan telepon di matikan oleh intan saat Arka mau mengambil handphone Nya.
"Apa yang kamu lakukan intan! Apa maksud kamu?" tanya Arka dengan wajah sudah sangat emosi.
"Aku tidak melakukan apa pun sayang!" ucap intan.
__ADS_1
"Kamu jangan berani menyakiti Ayah ku, kalau itu terjadi kamu akan berhadapan dengan saya!" ucap Arka.
Seketika intan tertawa.
"Ternyata anak sama ayah sama aja yah." ucap Intan.
"Lepaskan Ayah ku intan!" teriak Arka.
"Sabar sayang! Kamu tidak perlu emosi seperti itu, ayah kamu akan aku lepaskan kalau kamu mau menikah dengan aku dan menceraikan istri kampungan kamu itu!" ucap intan.
"Gila! Kamu sudah gila yah, itu tidak akan terjadi kamu jangan mimpi!" ucap Arka.
"Iyah aku memang sudah gila, karena cinta aku ke kamu, dan aku akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang aku mau!" ucap intan.
"Kamu jangan aneh-aneh intan! Kamu jangan mencoba menguji kesabaran ku!" ucap Arka.
Intan menutup pintu ruangan itu, tiba-tiba dia memeluk Arka.
Namun Arka langsung melepaskan nya dan menjauh dari intan.
"Jangan sampai aku kasar sama kamu intan, aku perintahkan sekali lagi lepas kan ayah ku dan pergi dari sini!" ucap Arka.
"Maaf sayang, aku gak bisa! Karena kamu juga tidak menuruti kemauan ku, aku akan pergi dari sini tapi bersiap lah tidak akan bertemu dengan Ayah mu selamanya!" ucap Intan.
Arka mencoba menahan emosi nya.
Namun tiba-tiba Aris Masuk ke ruangan Arka.
"Maaf Pak, miting sebentar lagi di mulai!" ucap Aris.
"Saya minta sama kamu untuk menghubungi seseorang untuk mengikuti perempuan itu, mata-matai dia kemana saja jangan sampai lolos, dan juga Arah sebagiam orang mencari keberadaan Pak Wijaya!" ucap Arka pada Aris dia meninggal kan Aris yang mencoba mencerna semua kata-kata bos nya.
Namun dia langsung cepat nangkap dia melaksanakan apa yang di katakan arka, dan terus memberikan laporan pada Handphone nya.
Aris juga mencoba melacak keberadaan Wijaya melalui nomor telepon atau yang lainnya namun tidak ada juga.
Sementara intan di dalam mobil tersenyum.
"Kamu harus tau intan yang sebenarnya Arka!" ucap intan.
Flash back too.
Sehabis pulang dari Mall intan sudah memikirkan rencana nya dan jalan satu-satunya adalah meminta bantuan pada pak Wijaya Pasien nya itu.
Intan menghubungi Pak Wijaya agar bertemu dengan nya di sebuah tempat. Dengan banyak alasan dan buat oleh intan.
__ADS_1
Awalnya Wijaya tidak mau, namun intan terus saja memaksa, tanpa rasa curiga Wijaya pun mau, dan dia juga di jemput oleh supir suruhan intan.
Setelah sampai di sebuah tempat yang terlihat sepi tepat di depan Ruko yang seperti nya tidak ada penunggu.
Wijaya heran, walau pun dia sudah tidak enak hati namun dia terus saja percaya dengan intan, mereka terlebih dahulu basa-basi. Dan pada ujung nya Intan langsung menyampaikan maksudnya dia mau menikah.
Wijaya senang mendengar kalau intan mau menikah namun seketika senyum nya hilang karena intan bilang dia mau menikah dengan Arka dan meminta bantuan pada Wijaya.
Intan juga masih egois bahkan mengancam Wijaya kalau pak Wijaya tidak merestui mereka dan membantu intan untuk menceraikan istri Arka.
Wijaya kaget syok, bahkan dia juga marah pada Intan dan bahkan memecatnya sebagai dokter pribadi nya, intan semakin emosi akhirnya dia menyekap Wijaya ke sebuah Ruko kosong dan di jaga Sangat ketat oleh anak buah intan.
Intan sudah hilang akal, dia memberikan pelajaran pada Wijaya yang berani macem-macem pada nya.
Intan Tampa malu dia pulang ke rumah Wijaya, di sana dia seakan paling berkuasa.
Dia mencoba mencari sesuatu yang berharga di kamar Wijaya seperti sertifikasi, dokumen atau yang lainnya, tapi tidak ada.
"Dasar tua Bangka! Bisa-bisa nya kamar sebesar ini tidak ada barang berharga, aku yakin dia pasti menyimpan sertifikasi rumah ini tapi di mana!" Batin intan.
Dia sudah sangat Capek mencari nya namun tidak ada juga.
Sementara di Perusahaan Arka segera menyudahi mitting yang di ketuai oleh nya.
Setelah selesai dia mencari keberadaan Aris.
Dengan lantang nya Arka langsung masuk begitu saja.
"Oke baiklah kali ini kita lupakan masalah kita, kali ini aku butuh bantuan mu untuk mencari keberadaan Ayah, dia di sekap oleh intan!" ucap Arka dia menjelaskan semuanya.
Aris mengerti mereka pun kerja sama dan meminta para anak buah serta bodygoart berpencar mencari.
"Sisihkan sepuluh orang dan kirim ke rumah saya!" ucap Arka di saat Aris mulai memberikan tugas pada anak buah bayaran itu.
"Untuk apa pak, bahkan kita kurang anak buah untuk mengikuti intan!" ucap Aris.
"Sekarang Alena di rumah sendiri, aku tau intan tidak akan puas dengan menyekap Ayah saja!" ucap Arka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Selamat membaca 🙂***