Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 68


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Mereka pun sampai di depan ruangan rawat Wijaya.


"Ada apa? mengapa kau berhenti?" tanya Arka dengan nada dingin pada Aris yang tidak langsung membuka pintu.


"Maaf Tuan muda, yang di perbolehkan masuk Hanya satu orang saja!" ucap Aris.


"Lalu!" ucap Arka.


"Tuan muda lah yang masuk, biar saya dan buk Alena menunggu di luar.


Arka menoleh ke arah Alena, namun tiba-tiba Alena langsung menunduk kan Kepalanya.


"Ya sudah saya masuk dulu!" ucap Arka sedikit kesal dan masuk ke dalam ruangan Wijaya di rawat.


Di sana Arka Melihat Ayah nya yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur mata terpejam dan juga selang infus di tangan nya.


Dan ada satu perawat di sana yang sedang memeriksa keadaan Wijaya.


Perawat yang melihat Arka dia pun segera Ijin keluar karena pekerjaan nya sudah selesai.


Wijaya perlahan membuka matanya dia tersenyum ke arah Arka walau ada selang di hidung nya.


"Akhirnya kamu datang nak!" ucap Wijaya dengan suara lemas.


Arka duduk di kursi di samping tempat tidur Wijaya.


"Maafkan Ayah yang selalu mendesak mu untuk pulang," ucap Wijaya.


Namun Arka hanya diam saja.


"Sekarang Ayah tidak perlu bahas apa-apa lagi, yang penting Ayah cepat sembuh dan juga segera pulang!" ucap Arka.


Wijaya pun tersenyum.


"Makasih yah nak kamu mau datang ke sini!" ucap Wijaya.


"Hanya karena ada alasan saja!" ucap Arka dengan dingin.


Mereka Sedikit membahas perusahaan dan juga apa saja acara Arka di kampung.


Wijaya menanyakan bagaimana keadaan kampung.


Sementara saat membahas kampung dia teringat akan Pernikahan sirih nya bersama istri nya.


Tidak beberapa lama akhirnya dia ijin keluar Sebenarnya Wijaya sangat ingin di temani anak nya itu namun dia juga berfikir jika Arka pasti ada kesibukan yang lain.

__ADS_1


"Entah mengapa sebentar saja bersama anak itu aku merasakan badan ku sudah Lebih ringan!" batin Wijaya sambil tersenyum.


Setelah Arka keluar namun yang di luar Hanya ada Aris.


Arka mencari keberadaan istri nya.


"Buk Alena Sudah pergi dari tadi tuan Muda, dia ada urusan mendadak!" ucap Aris.


"Huff awas yah, berani-beraninya dia pergi tanpa Ijin dari aku!" batin Arka.


" Ya udah saya Ijin pulang dan istirahat ke rumah, tolong kau jagalah Ayah," ucap Arka.


"Tapi Tuan!" ucap Aris.


"Ada apa lagi?" tanya Arka.


"Ayah saya, Paman Sam ingin bertemu dengan anda sebentar lagi mereka sudah menuju ke sini!" ucap Aris.


"Katakan pada Paman besok saja aku ke Cafe, hari ini saya mau istirahat!" ucap Arka.


"Baik lah Tuan!" ucap Aris dengan sopan.


Arka pun segera menuju mobil nya, saat membuka pintu dia terkejut yang melihat Alena yang tertidur di dalam mobil nya.


"Ya Allah Sayang!" Batin Arka kasihan melihat Alena yang kelihatan sangat lelah sekali.


Dia pun mengeluarkan mobil nya dari parkiran rumah sakit itu dan menuju pulang ke rumah Alena.


Setelah sampai Arka mencoba membangun Alena, dan akhirnya Alena pun terbangun walau sedikit terkejut.


"Dengan mata setengah terbuka badan lemas Alena membuka tas nya dan merogoh kunci rumah nya.


Setelah dapat dia memberikan pada Arka dan turun dari mobil dengan lemas.


Arka langsung membuka pintu rumah itu Alena tanpa ngomong apa-apa dia langsung masuk meletakkan tas di meja dan berjalan ke atas masuk ke kamar nya.


Ari pun mengikuti nya, Setelah sampai ternyata Alena Sudah tertidur di kasur dan terlihat sangat nyaman.


Arka pun mengikuti nya tidur di atas kasur karena dia juga sudah sangat lelah.


Baru saja membaringkan tubuh sambil memeluk Alena dia pun tertidur dengan gaya ternyaman sambil memeluk Pinggang ramping Alena.


Begitu juga dengan Alena dia menenggelamkan wajahnya di dada Arka sambil tangannya memeluk Arka.


Keesokan harinya Arka terlebih dahulu bangun dia melihat Alena masih dengan posisi yang sama.


Arka pun tersenyum. Arka memerhatikan sekeliling kamar Alena yang kelihatan Bersih dan rapi dan juga banyak foto keluarga nya yang sangat banyak terpajang di dinding.


Alena bergeliat dan Melihat Arka yang sedang memerhatikan diri nya.


Alena tersenyum tersipu dan lagi-lagi menenggelamkan wajah nya di dada Arka.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Arka sambil mengelus rambut Alena.


"Kamu ngelihatin aku!" ucap Alena.


"Eh kita di Mana?" tanya Alena sambil memerhatikan sekeliling ruangan itu akhirnya dia pun m menyadari mereka sudah di kamar Alena.


"Loh Ayah kamu gimana? kok kita bisa di sini?" tanya Alena Heran sambil duduk.


"Kamu lupa yah, coba kamu ingat-ingat lagi!" ucap Arka.


Alena pun mencoba mengingat apa yang terjadi.


tiba-tiba dia tersenyum saat dia sembunyi-sembunyi masuk ke dalam mobil Arka yang Lupa di kunci, karena badan nya sudah sangat letih.


"Bagaimana dengan Pak Wijaya?" tanya Alena.


"Keadaan nya Masih sama, seperti nya masih sangat lemas!" ucap Arka.


"Hmm!" Hanya itu yang keluar dari mulut Alena.


"Kamu hari ini tidak ada jadwal kuliah, istirahat lah di rumah!" ucap Arka.


"Kamu mau kemana?" tanya Alena.


"Hari ini aku ada janji sama paman Sam di cafe!" ucap Arka.


"Mau ikut! sudah sangat lama aku tidak ke cafe Paman Sam!" ucap Alena.


"Gak usah, Paling nanti bahas Clara lagi, kamu istirahat saja, aku tidak akan lama pulang nya," ucap Arka.


"Hmm aku sangat bosan di rumah, bagaimana kalau aku pergi menjenguk Pak Wijaya," ucap Alena.


"Ya udah kamu pergi lah, Setelah pulang dari sana kamu pulang lah langsung Agar bisa istirahat, karena besok kamu ada Kuliah dan juga kerjaan di kantor!" ucap Arka.


"Oke baik Suami ku," ucap Alena Tersenyum.


Arka pun segera mandi, sementara Alena menyiapkan baju Arka.


"Ya udah aku berangkat dulu yah!" ucap Arka Setelah sudah di depan teras.


"Iyah mas, hati-hati!" ucap Alena sambil menyalim tangan Arka, begitu juga dengan Arka yang mencium kening Alena.


Sangat lah romantis.


"Nanti aku suruh supir yang jemput kamu, kamu siap-siap lah," ucap Arka.


Alena pun mengiyakan, Arka pun segera berangkat.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah bosan untuk nungguin terus kelanjutan nya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya. S S S S S S S S


Terimakasih 🙏***.


__ADS_2