
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Para pelayan yang sangat iba melihat Arka mereka pun memberikan Arka karpet agar bisa tidur dengan sedikit nyaman.
Dua jam kemudian, Arka terbangun karena Tukang bersih-bersih tidak sengaja menjatuhkan satu barang sehingga Arka terbangun dia melihat jam ternyata sudah jam lima shubuh.
Arka Melihat ke arah pintu Kamar rumah sakit yang ada Alena.
"Maaf pak, kami telah mengganggu Istirahat Bapak!" ucap Ofis boy itu.
"Tidak apa-apa!" jawab Arka dia turun ke bawah mencari musholla.
Arka melaksanakan sholat shubuh dan mendoakan istri nya.
Setelah selesai dia balik lagi ke rumah sakit.
Hari pun semakin cerah jam sudah menunjukkan pukul delapan Pagi.
Dokter akhirnya datang.
"Selamat pagi Pak Arka! kenapa anda masih di sini?" tanya dokter karena Heran kenapa pagi-pagi begini Arka masih di sini.
"Segera lah periksa sekretaris saya!" ucap Arka karena kesal dengan pertanyaan dokter itu.
Dokter itu terdiam dia pun segera memeriksa keadaan Alena.
Tidak beberapa lama akhirnya dokter itu keluar.
"Bagaimana dengan nya Dok?" tanya Arka mendekati dokter.
"Buk Alena sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap, namun dia masih sangat lemah, karena itu dia belum bisa merespon orang lain yang berbicara pada nya!" ucap dokter.
Arka pun lega saat mendengar Alena sudah bisa di pindahkan, namun mendengar Alena belum sembuh total Arka khawatir lagi.
"Kapan saya bisa menjenguk nya dok?" tanya Arka.
"Jam sepuluh nanti, Pasien akan di pindahkan!" jawab dokter.
Setelah itu dokter pun meninggalkan Arka.
Arka kembali lagi duduk di kursi, rumah sakit pun mulai kelihatan ramai.
Karena Arka lapar dia memutuskan untuk mencari makan sebentar di luar.
Di sepanjang perjalanan mencari makan pagi, Arka tidak bisa melupakan masalah nya, pikiran nya benar-benar Kacau dan apalagi Alena di rumah sakit.
Akhirnya tidak jauh dari rumah sakit Arka memarkirkan mobilnya di sebuah bangunan penjualan sarapan pagi.
Tiba-tiba Handphone yang ada di kantong celana Arka Berdering.
__ADS_1
Arka berfikir jika itu adalah Handphone nya, ternyata tidak. Itu adalah Handphone Alena yang masih di pegang nya.
Arka Melihat nama yang tertera di layar handphone itu Nama Sarah.
Arka pun menjawab nya.
"Halo!" ucap Arka.
"Halo kak! bagaimana keadaan Alena?' tanya Sarah.
"Masih Belum ada kemajuan untuk kesehatan nya, namun jam sepuluh ini dia akan di pindahkan ke rawat inap," ucap Arka.
"Oohh Begitu kak, ya udah nanti kalau udah pulang kuliah Aku segera kesana!" ucap Sarah.
"Baik lah, kamu tidak perlu terlalu khawatir fokus lah belajar!" ucap Arka dan mematikan sambungan telepon.
Karena jam sudah lewat jam sepuluh Arka segera kembali ke rumah sakit, setelah sampai dia langsung di arah kan ke lantai lima karena Alena sudah di pindahkan ke sana.
Arka pun mengikuti perawat yang menunjukkan ruangan Alena.
"Kami harap pasien jangan terlalu banyak di ajak bicara yah pak," ucap suster.
Arka Hanya mengangguk saja, perlahan dia mendorong pintu kamar rumah sakit Alena.
Arka Melihat Alena yang terbaring di tempat tidur rumah sakit itu, infus yang masih ada di tangan nya serta alat bantu nafas di mulut nya.
Arka mendekati Alena.
"Assalamualaikum!" sapa Arka dengan lembut sambil berdiri di dekat Alena.
Arka duduk di kursi tepat di samping tempat tidur Alena.
Arka menggenggam erat tangan Alena yang tidak di pasang infus, Seketika air mata nya keluar.
Arka Menatap Alena yang berusaha tersenyum.
Semakin Alena tersenyum semakin hancur perasaan nya, dia menyesali semua perbuatannya pada istri nya itu yang sekarang sudah terbaring di rumah sakit.
Arka mengelus rambut Alena, dia tidak sanggup untuk berkata-kata melihat keadaan Alena yang sangat pucet dan pandangan nya saja sayu Arka sedih.
Arka langsung menenggelamkan wajah nya di tangan Alena dan menumpahkan air mata nya.
"Aku minta maaf Alena! Hik Hiks hiks." ucap Arka.
Hanya itu kata-kata yang bisa Arka keluar kan dari mulut nya.
Alena mengangkat tangan di pasang kan infus dia mengelus kepala Arka.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Kamu jangan nangis!" ucap Alena dengan suara lemas sambil tangannya mengusap lembut wajah Arka yang basah.
"Sangat pilu rasanya melihat nya seperti ini, aku tau Alena pasti sangat membenci aku!" Batin Arka.
__ADS_1
"Kamu ngapain di sini? bukan kah kamu harus kerja? hari ini kamu harus tanda tangan berkas-berkas kamu ke Amerika!" ucap Alena walau payah berbicara dia paksakan untuk berbicara.
Arka menggeleng.
"Aku tidak peduli! aku akan tetap di sini nemanin kamu sampai sembuh dan kita akan pergi ke Amerika sama-sama!" ucap Arka.
"Kamu cepat sembuh yah, kamu harus Marahin aku yang udah buat kamu kaya gini, kamu harus sembuh!" ucap Arka.
Alena hanya tersenyum saja.
"Kamu jangan banyak gerak dan ngomong, biar cepat sembuh!" ucap Arka.
Hari pun semakin siang, para suster datang untuk memberikan makan siang untuk pasien.
"Biar saya saja yang menyuapinya makan, suster boleh keluar!" ucap Arka saat suster itu mau menyuapi Alena.
Dengan senang hati Suster memberikan nasi pada Arka.
Suster segera keluar.
Alena tiba-tiba mau duduk, dan mengambil tempat nasi yang ada di tangan Arka.
"Aku bisa sendiri kok mas!" ucap Alena.
"Gak usah biar aku saja!" ucap Arka sambil menyendok kan nasi ke mulut Alena.
Mau tidak mau Alena pun harus menuruti Arka berbicara saja dia tidak ada tenaga bagaimana mau berkelahi dengan Arka.
Baru tiga Suap Alena minta di hentikan.
"Kenapa?" tanya Arka.
"Aku sudah kenyang!" jawab Alena.
"Bagaimana bisa kenyang, kamu saja makan baru tiga sendok!" ucap Arka.
"Aku mual mas, gak selera!" ucap Alena sambil memegang perut nya yang benar-benar sangat mual.
"Sedikit lagi yah, sedikit aja biar kamu ada tenaga!" ucap Arka mencoba membujuk Alena.
Namun Alena tidak mau.
"Kamu mau sholat Zhuhur gak? abis makan kita sholat zhuhur!" ucap Arka.
"Aku mau sholat tapi, aku tidak berselera untuk makan!" ucap Alena.
"Plis sedikit lagi aja!" ucap Arka memohon.
Karena Alena tidak enak menolak akhirnya dia pun mau.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***