
Alena terisak-isak di bahu Sarah.
"Ya udah kalau gitu kita cari tempat lain yah, abis makan kita langsung pulang!" ucap Sarah karena tidak mungkin Alena tidak makan malam.
Alena akhirnya mau dan masuk ke dalam mobil namun sebelum Sarah Masuk tanpa sengaja dia melihat Aris yang baru saja turun dari dalam mobil nya.
"kak Aris!" Panggil Sarah.
Aris mendekati Sarah.
"Kamu ngapain ada di sini?" tanya Aris.
"Hmm jalan-jalan aja kak, Kakak kok bisa ada di sini mau ngapain?" tanya Sarah.
Walaupun mereka kurang Dekat namun Sarah mencoba untuk berbuat dengan orang ganteng di sekeliling nya.
"Aku ada urusan! Kamu sama siapa?" tanya Aris.
"Sama Alena!" Jawab Sarah.
Sarah membuka pintu mobil.
Aris Melihat Alena yang sudah menatap kosong ke arah depan dan Air mata di pipi nya.
"Alena! Kamu kenapa?" tanya Aris dengan lembut sambil mendekati Alena.
Alena menoleh ke arah Aris. Namun tiba-tiba dia memukul Aris.
"Kakak jahat! Kakak jahat! Kenapa Kakak tidak ada kasih tau kalau Ajeng dan Mas Arka dekat!" ucap Alena sambil berbicara dengan nada tinggi.
Aris langsung menahan tangan Alena.
"Kakak gak paham apa yang kamu maksud!" ucap Aris.
Alena pun hanya bisa menangis dengan badan Lemas dia bersandar di sandaran kursi mobil.
Aris tidak tega melihat nya.
"Ya udah kalau gitu kami pergi dulu yah kak, seperti nya Alena butuh ketenangan!" ucap Sarah.
"Tapi sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Aris.
"Kakak masuk saja ke cafe itu tepat di lantai dua!" ucap Sarah.
Aris semakin bingung namun dia tidak lupa untuk meminta nomor Sarah agar bisa menanyakan keadaan Alena nanti nya.
__ADS_1
Sarah pun meninggalkan Aris yang kebingungan.
Aris segera masuk karena penasaran.
Dari kejauhan sudah terlihat Arka dan Ajeng yang terduduk saling diam namun meja yang mereka duduki Sangat berbeda dengan yang lain nya se akan Aris paham.
Niat Aris datang ke sini hanya untuk makan saja karena cafe ini termasuk langganan nya juga.
Aris memilih untuk makan di lantai bawah saja karena dia takut kalau bos nya melihat nya.
Sementara Arka bingung harus apa.
Dia sangat ingin mengejar Alena, namun di sisi lain dia tidak ingin meninggalkan Ajeng sendiri di cafe Mengingat badan Ajeng kurang sehat.
Dia hanya bisa meminta Ajeng cepat makan setelah selesai makan dia meminta Supir mengantarkan nya pulang.
Arka Berdiri di parkiran.
"Arghhhh! Apa yang kau lakukan Arka! kau sangat bodoh!" ucap Arka dengan nada tinggi sambil merusak tanaman tanaman yang ada di sana.
"Jangan pernah mencoba untuk menghianati perempuan yang sudah sangat sayang dan cinta sama Bapak! Dan jika itu terjadi maka Bapak akan tau apa akibatnya!" ucap Aris dari belakang.
Arka menoleh ke arah Aris.
"Ngapain kamu ada di sini?" tanya Arka.
"Tutup mulut mu! Apa yang kau bicarakan, jangan sekali-kali kau mencampuri urusan rumah tangga ku!" ucap Arka dengan nada emosi.
"Bagaimana saya bisa diam kalau perempuan yang saya cintai telah menangis karena laki-laki yang tidak menghargai kesetiaan nya!" ucap Aris.
Seketika Arka Sangat marah dia menumbuk Wajah Aris Sangat keras sehingga bibir nya keluar darah dan Untung nya ada Dirga yang segera memisahkan Aris dari kemarahan Arka.
"Kalian pria gak sih! Sangat konyol tau gak!" ucap Dirga dengan nada tinggi pada mereka berdua.
"Jika kalian ingin berantem jangan di sini!" ucap Dirga.
mereka berdua diam Arka Menatap Aris dengan tatapan tajam Sangat emosi.
"Jangan pernah aku mendengar dan melihat kamu dengan istri ku, kalau tidak kamu akan merasakan akibat nya!" ucap Arka.
"Aku tidak takut karena aku ingin melakukan apa pun yang membuat perempuan yang aku cintai bahagia bukan malah membuat nya sedih!" ucap Aris lagi.
Seketika Arka ingin menghajar Aris lagi namun lagi-lagi Dirga menghalangi nya.
Dirga segera meminta security membawa Arka jauh.
__ADS_1
"Dan buat kamu Aris! Kamu tau kan kalau Alena adalah istri Arka jadi jangan buat suasana semakin keruh!" ucap Dirga pada Aris.
"Jika Kakak tidak paham dengan apa yang terjadi jangan pernah bisa untuk menasehati aku, permisi!" ucap Aris dan masuk ke dalam mobil nya.
Dirga terdiam.
"Kok aku jadi merasa bersalah sih, bukan nya mereka Minta terimakasih atau minta maaf karena udah ribut di Cafe ku malah di cuekin!" ucap Dirga.
"Ah sudahlah lebih baik aku minum lagi!" ucap Dirga.
Sementara Aris di dalam mobil tidak bisa melupakan wajah sedih Alena.
Dan di saat Alena sudah sangat sedih Arka masih memilih untuk berlama-lama dengan Ajeng di Cafe.
itu yang membuat nya semakin marah dan dia harus memberikan pelajaran untuk Arka agar tau rasanya kehilangan.
Dan rencana nya berhasil membuat Arka marah.
Aris menghubungi nomor Sarah dan ternyata saat ini mereka sudah ada di rumah Sarah karena Alena tidak ingin pulang.
Aris segera ke rumah Sarah yang sudah di share lokasi.
Di tempat lain Arka pulang dengan Taksi setelah sampai di rumah dia masuk ke kamar mencari keberadaan Alena dan bertanya pada pelayan keberadaan Alena namun ternyata Alena tidak pulang ke rumah.
Dia sangat khawatir dia menelpon nomor Alena namun tidak aktif.
Arka Sudah hilang akal dia harus mencari Alena Kemana lagi.
"Ya Allah Alena! Kamu di mana!" ucap Arka sambil bersandar ke kasur dan duduk di lantai.
Dia tau Alena pasti sangat marah padanya dan dia bingung dengan perasaan nya sendiri.
"Apa yang aku lakukan! Aku sangat bodoh!" ucap Arka merutuki dirinya sendiri Mengingat terus kata-kata Aris pada nya.
Arka meminta para pelacak nya mencari istri nya harus sampai dapat walaupun tidak ada jejak yang harus di ikuti.
Arka mencari ke rumah Alena namun tak juga ada dan mencari ke kostan Daniel tidak ada juga dan Daniel pun ikut dengan Arka mencari Sepupu nya itu.
Arka mencari ke rumah Ayah nya namun tak ada.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏 l l l l l l l l l l***