Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 183


__ADS_3

Seketika raut wajah Intan berubah, karena putri nya ternyata sudah di sekap oleh Arka.


"Ku mohon lepas kan dia, ini semua tidak ada hubungan nya dengan dia, lepas kan Dia!" ucap intan.


Arka tertawa.


"Beri tahu di mana Ayah kamu sekap!" ucap Arka.


"Oke! Aku akan memberi tahu, Tapi lepaskan Tania!" ucap intan.


Tania adalah anak pertama nya berumur lima tahun.


Sebenar nya dia sudah janda dan sekarang anak nya itu tinggal dengan Nenek nya Karena Intan dan Suami bercerai setelah Tania lahir.


"Cepat katakan!" ucap Arka.


Akhirnya intan pun memberi tahu.


Arka Mengingat alamat yang di kasih tau intan.


"Hey kamu mau kemana?" ucap intan saat Arka mau meninggalkan nya.


Arka menoleh ke belakang.


"Kamu mau tau aku Kemana?" tanya Arka Balik sambil menaikkan alis nya.


"Aku akan membawa Putri mu jauh dari ibu nya yang tidak tau aturan dan sangat egois!" ucap Arka menekan kan kata-kata nya.


"Bajing*n, aku sudah memberi tahu di mana lelaki tua itu di sekap kenapa kamu malah mau membawa nya pergi!" ucap intan.


"Intan-intan. Saya bukan orang bodoh, bukan saya orang nya yang bisa kamu bohongi kamu salah cari lawan, saya tau kamu memberi saya alamat palsu karena alamat yang kamu berikan itu tidak ada ruko di sana!" ucap Arka.


Intan terdiam.


"Baiklah kalau begitu selamat menikmati ke mana kamu Akan di bawa, dan siap-siap lah mendengar orang yang kamu sayangi lenyap!" ancam Arka dengan tatapan sadis pada intan.


"Dasar anak pembunuh! Aku tidak biarkan itu terjadi," maki intan Sangat Marah.


"Pastikan dia menjawab di mana dia a menyekap pak Wijaya dan jangan sampai dia kabur dari rumah ini!" ucap Arka pada anak buah nya dan dia segera pergi.


Intan tidak berhenti nya berteriak memaki Arka.


Di dalam rumah Wijaya Sangat lah ramai para pelayan security dan juga satpam yang menyaksikan itu mereka juga menjadi takut melihat kemarahan Arka.


Di dalam mobil Arka mengusap kasar wajah nya.


Dia mencoba mencari informasi dan laporan pencarian Wijaya namun tidak ada yang menemukan nya.

__ADS_1


Arka tidak ingin berlama-lama Melihat wajah intan itu sebab nya dia segera keluar dan menyerahkan pada anak buah nya.


Sementara di tempat lain, Tania di bawa ke rumah Arka, Alena yang mendengar anak kecil menangis di lantai bawah pun segera keluar.


Alena bingung dan bertanya-tanya namun satu pun tidak ada yang menjawab akhirnya dia hanya bisa membujuk Tania agar tidak menangis lagi.


Alena pun menelpon Arka Untuk yang kesekian kalinya.


"Halo mas, kamu lagi di mana?" tanya Alena langsung saat telepon Sudah di jawab.


"Aku lagi di rumah Ayah! Kamu Masih di rumah kan? Kamu jangan keluar dulu yah!" ucap Arka dengan lembut.


"Iyah aku masih di rumah! Tapi kenapa aku harus di rumah dan banyak Bodyguard kamu di sini dan juga kak Aris datang bilang kalau aku jangan keluar sebenarnya ada apa mas dan ini ada anak kecil di bawa anak buah kamu nangis-nangis!" ucap Alena.


"Aris datang ke sana!" ucap Arka.


Seketika Alena terdiam dia keceplosan Aturan nya dua tidak perlu bilang sama Arka.


"Aduh nih mulut kok gak ada rem nya sih!" batin Alena.


"Apa anak kecil itu Masih di sana?" tanya Arka mengalihkan pembicaraan karena di masa seperti ini dia tidak ingin konflik dengan istri nya.


"Iyah mas, dia baru saja tertidur dia anak siapa?" tanya Alena.


"Aku titip dia sebentar yah!" ucap Arka.


"Nanti aku jelasin kalau aku sudah pulang!" ucap Arka.


"Kamu kapan pulang nya mas?" tanya Alena lagi.


"Seperti nya aku akan telat pulang! Kamu baik-baik yah, gimana perut nya masih sakit?" tanya Arka.


"aku baik-baik aja mas, tapi firasat aku dari tadi gak baik mas, aku merasa ada yang kamu sembunyikan!" ucap Alena.


"Nanti juga kamu tau, kalau gitu telpon nya aku matikan dulu yah. Assalamualaikum!" ucap Arka dan mematikan sambungan telepon sebelum Alena membalas salam nya.


"Walaikumsalam! Hmm Sebenernya ada apa sih!" Batin Alena.


Sementara Arka Menatap kosong ke arah kaca mobil nya.


"Ngapain Aris datang ke rumah, apa maksud dia!" Batin Arka.


Dia Seketika jadi opertingking.


Arka pun mengeluarkan mobil nya dari halaman rumah Wijaya dan menemui Sam.


Sementara Alena memerhatikan Tania.

__ADS_1


Dia merasa iba melihat mata Tania yang sudah bengkak karena kelamaan nangis.


"Huff pada hal aku ingin sekali sekarang ke panti asuhan!" ucap Alena menghela nafas panjang.


Di tempat lain Arka Sudah sampai di tempat yang di kirim oleh Sam pada nya.


"Bagaimana paman? Apa sudah ada petunjuk?" tanya Arka.


"Seperti nya dia menyekap kak Wijaya di sini, karena dari tadi kami memantau Ruko ini ada beberapa orang keluar masuk dan di atas juga banyak para preman berjaga!" ucap Sam.


Arka memerhatikan Ruko itu dari kejauhan terlihat mencurigakan, karena terlihat sangat sepi.


"Baiklah Paman aku tidak yakin betul jika Ayah di dalam sana, namun kita harus segera langsung memeriksa nya!" ucap Arka.


"Tunggu dulu Arka! Kamu jangan terlalu gegabah kita tidak bisa kesana tanpa ada pengawalan, jumlah mereka sangat banyak!" ucap Sam.


Arka pun segera meminta para anak buah nya berkumpul.


Sambil menunggu anak buah nya datang Arka bertanya keberadaan Aris.


"Aris kemana Paman?" tanya Arka.


"Dia ikut dengan anak buah yang lainnya memeriksa pak Wijaya ke rumah Intan!" ucap Sam.


"Aku sudah dari sana tapi ayah tidak ada di sana," ucap Arka.


"Lalu bagaimana dengan kak intan apa dia membuka mulut!" ucap Sam.


Arka menggeleng.


"Tapi kenapa kamu ke sini, kenapa kamu tidak mengancam nya dengan anak nya!" ucap Sam.


"Wanita seperti itu tidak akan pernah jujur Paman percuma saja kalau aku mengancamnya dengan cara apapun, yang ada dia menjebak kita!" ucap Arka.


Sam pun paham dia tidak lagi membahas intan.


"Bagaimana Ibu dan Anak nya?" tanya Sam.


"Ibu nya buat sementara aku sekap di suatu tempat karena dia juga ikut membantu misi Intan, sementara anak nya aku Titip pada Alena!" ucap Arka.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, ***Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2