Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 182


__ADS_3

Aris Seketika terdiam bahkan sekarang dia kefikiran Alena.


Dengan cepat Aris mengirimkan anak buah ke rumah Arka.


"Ada jadwal apa lagi saya hari ini?" tanya Arka.


"Tidak ada lagi pak!" jawab Aris.


"Oke baiklah, kamu ikut saya ke rumah Ayah sekarang!" ucap Arka.


"Tapi pak!" ucap Aris karena dia masih banyak kerjaan dan tidak bisa di Tinggalkan sama sekali, namun dia juga khawatir dengan keadaan pak Wijaya.


"Ada apa lagi?" tanya Arka.


"Banyak dokumen dan laporan yang harus saya selesaikan hari ini!" ucap Aris.


Arka berdecak, namun bisa apa lagi karena juga Kantor harus di urus oleh nya sementara pak Wijaya Sudah ada yang mencari nya namun dia tidak bisa lepas tangan Begitu saja.


"Baiklah kalau begitu segera siap kan kerjaan kamu, dan setelah selesai jangan lupa hubungi saya, dan susul saya!" ucap Arka.


"Oke baik pak, saya akan mencoba mencari informasi dan jika ada saya akan segera beri tahu pada bapak!" ucap Aris.


"Tidak perlu,. kamu fokus saja dengan kerjaan kamu dan cepat lah siap kan!" ucap Arka dia segera pergi.


Arka selama di perjalanan tidak berhenti nya mencari informasi jujur saja dia sangat khawatir.


Sementara Aris juga tidak bisa tenang, dia segera menyudahi pekerjaan nya dia keluar dari kantor dan melajukan mobilnya ke rumah Arka.


Setelah sampai di sana ternyata di sana sudah ada anak buah kiriman nya, namun terlihat Alena kebingungan melihat para anak buah itu.


"Assalamualaikum Alena!" sapa Aris canggung.


Alena menoleh ke arah Aris.


"Walaikumsalam kak, ini maksudnya apa banyak sekali laki-laki berbadan besar ini di sini, ada Apa? Mas Arka mana? Kenapa aku menghubungi nya dari tadi tidak bisa?" tanya Alena.


"Kamu tenang dulu Alena! Kamu harus tetap di rumah yah jangan keluar, pak Arka sedang ada urusan," ucap Aris berbicara dengan lembut.


"Tapi ada apa kak?" tanya Alena.


"Nanti juga kamu tau, yang penting kamu harus di dalam jangan keluar!" ucap Aris.

__ADS_1


Alena bingung namun Aris tetap meminta nya untuk masuk.


Aris merasa lega melihat Alena baik-baik saja.


Aris pun keluar dari halaman rumah Arka.


"Ada apa dengan diriku ini, kenapa di saat aku mulai ingin melupakan nya namun semakin kuat juga rasa ku ingin bertemu dengan nya!" Batin Aris.


Sementara di rumah Wijaya, intan sedang merajai rumah Wijaya dan seenaknya memerintah para pelayan dan memecatnya satu-satu bahkan dia kasar pada para pelayan karena tidak bisa mendapatkan sertifikat rumah dan juga dokumen penting perusahaan.


Arka Melihat semua itu, dia dari belakang intan yang sedang marah bertepuk tangan.


"Sampai kapan pun kamu tidak akan mendapatkan itu intan, kamu terlalu bodoh untuk bermain dengan keluarga Wijaya!* ucap Arka.


Intan menoleh ke belakang namun tiba-tiba wajah garang nya menjadi manis.


"Hay Sayang! Apa yang kamu maksud?" ucap intan seakan pura-pura tidak mengerti.


Intan mendekati Arka.


"Aku tau kamu akan datang menemui aku, bagaimana syarat dari aku, apa kamu sudah menyetujui nya?" tanya intan dengan percaya diri.


Namun tiba-tiba Bodyguard Arka menyekap intan dari belakang, alhasil intan terkejut.


"Kamu tidak bisa bermain-main dengan saya intan! Saya bukan orang bodoh! Cepat katakan di mana Kamu menyekap ayah saya!" bentak Arka mengeluarkan emosi nya.


"Hahahaha! kamu Fikir dengan cara kamu mengancam aku seperti ini aku akan buka mulut di mana pak Wijaya! Tidak! Kamu jangan mimpi!" ucap intan dengan wajah tersenyum licik.


"Oke baiklah kalau begitu kamu mau bermain dengan saya lebih dalam lagi!" ucap Arka sambil tersenyum.


"Ikat dia!" perintah Arka, intan berontak dan berteriak namun dia tidak bisa mengalahkan dua laki-laki yang memegang nya.


Namun ternyata Sam sudah datang.


"Bagaimana dengan kak Wijaya Arka!" ucap Sam.


"Ayah belum di temukan paman!" ucap Arka.


Sam Melihat ke arah intan yang berteriak sambil di ikat paksa ke kursi.


"Jangan biarkan lolos perempuan itu Arka, paman akan melapor ke polisi!" ucap Sam.

__ADS_1


"Jangan dulu paman! Dia bukan perempuan biasa dia bisa melakukan apa saya yang tidak kita duga!" ucap Arka.


"Oke baiklah, kalau begitu perempuan itu saya serahkan sama kamu, Paman akan ikut dengan Aris mencari di mana kak Wijaya di sekap!" ucap Sam.


Sam pun segera berangkat meninggalkan Arka.


"Arka lepas kan aku! Apa kamu tidak kasihan aku di ikat seperti ini, aku tau kamu Masih cinta kan sama aku!" ucap intan.


"Cihh, jangan mimpi kamu! Aku tau kamu hanya mengharapkan harta ku saja!" ucap Arka.


"Cepat katakan di mana Ayah saya kamu sekap?" tanya Arka sambil menatap intan dengan tatapan santai dan duduk di kursi depan Intan.


"Aku tidak akan memberitahu, kalau kamu tidak mau meninggalkan wanita Kampungan itu!" ucap intan.


Arka terkekeh.


"Oke baiklah sepertinya sekarang aku harus berbicara baik-baik dengan kamu!" ucap Arka.


"Saya selama bukan nya tidak tau kalau kamu sedang mencari cara agar bisa masuk ke keluarga saya dan niat kamu dari awal saya sudah tau kalau kamu berniat akan menghancurkan keluarga saya, karena dendam orang tua kamu!" ucap Arka.


seketika intan terdiam.


"Saya tau masa lalu kalau orang tua kamu kalah di dunia perbisnisan dengan ayah saya, sehingga dapat a rugi besar dan akhirnya struk!" ucap Arka lagi.


"Bagus lah kalau kamu sudah tau, dan aku juga tidak membiarkan Lelaki tua itu hidup dengan aman, dan juga aku tidak akan membiarkan dia mati dengan cepat!" ucap intan lagi.


"Dan Sayang nya saya tidak membiarkan itu niat kamu berjalan dengan lancar, kamu tau ini Siapa?" tanya Arka sambil menunjuk kan foto anak kecil yang ada di handphone nya.


"Tania!" ucap Intan kaget.


"Benar! Jika kamu berani bermain dengan saya, kamu akan tanggung akibat nya!" ucap Arka dengan nada santai.


"Kamu jangan berani menyentuh anak ku Arka! Kalau kamu berani menyentuh nya Siap-siap lah tidak bertemu dengan lelaki tua dan licik itu!" ucap intan.


"Kamu juga harus sabar jika tidak akan berjumpa dengan nya!" ucap Arka sambil menunjuk kan Video anak perempuan yang sedang menangis di gendongan lelaki berbadan kekar.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2