Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 144


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂🙏


Arka berangkat ke kantor.


Sementara Alena masuk ke dalam rumah.


Di tempat lain Elsa sudah membawa Tari pulang ke kampung nya dan mereka baru saja sampai.


Tari terlihat sangat terpukul atas kejadian yang menimpa nya dia hanya diam, sebenernya dia sangat Marah pada orang tua nya namun dia bisa apa.


Dia hanya bisa meratapi nasib nya yang sangat buruk karena perbuatan nya sendiri, sekarang dia tidak bisa hamil lagi dan tentunya dia tidak akan pernah mempunyai kebahagiaan dengan suami nya kelak Tampa anak.


Orang tua nya sangat merasa bersalah pada Tari dan juga Daniel Sangat marah pada mereka yang memaksa Tari menggugurkan kandungan Tari.


"Kamu jangan sedih seperti ini dong nak, ibu juga jadi ikut sedih!" ucap Elsa pada Tari yang dari tadi tidak mau Makan.


Tari hanya diam saja.


Tiba-tiba ada Tamu yang datang yaitu adalah orang tua Alena karena mereka sudah tau musibah yang menimpa Tari.


Mereka datang membawa buah-buahan.


"Assalamualaikum!" salam Dewi.


"Walaikumsalam!" jawab Suami Elsa yang duduk di ruang tamu.


Rumah mereka termasuk mewah kalau di kampung Lebih besar dari pada rumah Alena.


"Eh Kakak ipar! Silahkan masuk Kak!" ucap suami Elsa menginjinkan orang tua Alena masuk.


Kebetulan juga Elsa keluar dari kamar Tari dan Melihat Abang nya itu di sana.


"Bagaimana keadaan Tari?" tanya Faisal pada Elsa.


"Dia sudah baikan namun sepertinya dia masih terpukul!" ucap Elsa.


"Ini sudah terjadi dua kali Elsa! Di mana akal sehat kamu!" ucap Faisal langsung.


"Aku gak tau kalau semua nya akan seperti ini Mas, aku juga menyesal!" ucap Elsa memasang wajah Sedih.


"Tidak ada lagi yang di sesali, Semua nya sudah terjadi sekarang karena ego kamu Tari harus mendapat musibah yang membuat dia depresi!" ucap Faisal.


Elsa hanya diam saja, sementara Dewi mencoba untuk meminta Faisal tenang.

__ADS_1


"Jujur mas sangat kecewa pada kamu!" ucap Faisal.


"Dan kamu! Kamu sebagai suami dan ayah untuk anak-anak kalian seharusnya bisa membina dan mengatur rumah tangga kalian bukan seperti ini kamu hanya bisa diam mengikuti semua apa kemauan istri kamu!" ucap Faisal pada adik ipar nya itu suami Elsa.


"Aku minta maaf Mas," ucap Suami Elsa karena dia juga tidak bisa apa-apa seakan-akan rumah tangga mereka Elsa lah yang mengatur jika suami nya menegur Elsa maka Elsa akan sangat Marah pada suaminya itu.


"Tidak ada gunanya kalian minta maaf, mulai dari sekarang kalian harus merubah sifat buruk itu dan tidak mengulangi nya lagi," ucap Faisal.


Setelah selesai menasehati Adik nya itu Faisal dan istri nya masuk ke kamar Tari untuk melihat ke adaan nya.


Faisal mencoba untuk membujuk Tari makan dan menasehati nya.


Tari akhirnya mau di ajak bicara dan Dewi menyuapi Tari.


"Mulai dari sekarang kamu harus melupakan itu semua, kejadian yang menimpa kamu Anggap saja itu jadi pelajaran untuk kita satu keluarga!" ucap Faisal sambil mengelus rambut Tari.


Tiba-tiba Tari Memeluk Faisal yang kerab dia Panggil Bapak karena itu yang di ajarkan dari kecil.


Dia menangis di pelukan Faisal sambil terisak-isak.


Faisal dan Dewi tau jelas apa yang di rasakan oleh keponakan nya itu.


Elsa yang melihat putrinya itu pun ikut menangis.


Faisal memutuskan untuk membawa Tari ke rumah nya.


Faisal membawa Tari ke rumah nya, sampai di rumah Tari Sudah mulai mau di ajak bicara dan mau main bersama Niko.


Dewi menghubungi Alena mengabari tentang Tari.


Alena senang akhirnya Tari mau ikut dengan orang tua nya.


Setelah lama berbincang-bincang dengan orang tua nya di balik telepon Alena pun mengakhiri sambungan telepon.


"Hmm kalau rahim Tari Sudah di angkat berarti dia tidak akan punya anak, wajar saja jika dia sedih seperti itu!" Batin Alena.


Alena menghubungi Daniel mengabari keadaan Tari agar dia bisa lebih tenang dan tidak kefikiran karena tentu nya dia pasti sangat sedih.


Ternyata Handphone Daniel tidak aktif.


"Hmm Seperti Mas Daniel Masih tidur!" batin Alena.


Hari semakin sore Alena baru saja selesai mandi karena perut nya sangat sakit karena dengan mandi mungkin rasa sakit nya bisa sedikit berkurang.


"Assalamualaikum sayang!" sapa Arka yang baru saja pulang dan langsung masuk ke kamar tanpa mengetuk.


"Walaikumsalam!" Jawab Alena. Sambil menyalim tangan Arka.

__ADS_1


Arka langsung mandi karena dari luar Sangat banyak kuman dan virus-virus.


Setelah selesai mandi dia mengeringkan rambut nya dan Melihat Alena yang duduk di kursi sambil menguntak-atik Laptop nya.


"Perut kamu masih sakit?" tanya Arka sambil memegang perut Alena.


"Masih!" jawab Alena.


"Obat tadi udah kamu minum?" tanya Arka lagi.


"Udah! Tapi rasa sakit nya gak hilang-hilang!" ucap Alena.


"Emang biasa nya seperti ini yah!" ucap Arka.


"Biasanya sih sakit namun gak sesakit ini!" ucap Alena.


"Hmm ya udah kamu istirahat aja, tugas nya biar besok aja di selesai kan besok hari Minggu!" ucap Arka.


Namun Alena tanggung untuk meninggalkan nya, akhirnya dia pun menyiapkan nya terlebih dahulu sementara Arka Segera melaksanakan sholat Ashar.


Arka pun sudah selesai sholat.


Dia melihat Alena yang sudah selesai ngerjain tugas.


"Tadi aku jumpa sama Daniel!" ucap Arka sambil duduk di dekat Alena.


"Di mana mas? Aku dari tadi menelpon nya tapi gak bisa!" ucap ucap Alena.


"Di Restoran dekat Kantor! Dia kerja di sana sekarang!" ucap Arka.


"Loh kok gitu mas! Apa mas Daniel gak kerja di Club malam itu lagi?" tanya Alena Heran.


"Dia masih bekerja di sana malam hari Namum kalau sudah siang dia berkerja paruh waktu di restoran," ucap Arka.


"Sejak kapan mas?" tanya Alena.


"Kata nya sih dua hari, Handphone nya sudah dapat gadaikan untuk membayar kost nya karena uang nya sudah habis untuk membiayai orang nya pulang kampung!" u


jelas Arka karena Daniel menceritakan semua nya dan berjanji akan mencicil uang Arka.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2