
Alena menoleh ke arah Arka yang sudah memasang wajah datar.
"Apa kalian puas! melihat anak saya di penjara seperti itu!" ucap Ibu intan sambil menangis.
Arka tidak mau menanggapi nya dia menarik tangan Alena agar Masuk ke dalam mobil.
"Tante!" Panggil Tiara sambil menahan tangan Alena.
Alena menoleh ke arah Tania dan juga melihat ke arah Arka.
Namun tiba-tiba Ibu intan mengambil Tania.
"Tante-tante Tania mau ikut Tante sama O-om!" rengek Tania.
"Kita harus pulang Sayang! kamu gak boleh ikut mereka, apa kamu tidak mau bertemu dengan Mamah!" ucap Ibu intan.
Tania menangis minta ikut dengan Alena.
"Lepaskan dia!" ucap Arka.
Seketika Ibu intan terdiam dia pun menurun Tania dari gendongan nya.
Tania berlari kepelukan Alena.
"Jangan khawatir dia aman bersama kami dari pada dengan keluarga nya sendiri, belajar lah untuk menyadari apa yang terjadi!" ucap ArkA.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Tante! Kenapa Mamah ada di kantor polisi?" tanya Tania.
"Mamah kamu harus menebus kesalahannya di sana! Tidak lama lagi dia akan keluar!" ucap Arka langsung karena untuk apa di tutupi Tania juga sudah terlanjur tau.
Alena menyikut perut Arka.
"Apa yang Mamah buat? mamah salah apa?" tanya Tania.
Arka terdiam begitu juga dengan Alena.
"Sudah nak kamu belum cukup besar untuk mengetahui itu, beosk kamu akan tau sendiri! Sekarang kamu jangan sedih lagi!" ucap Alena.
"Asal Tania tau, di sepanjang hari Tante selalu kangen pada Tania!" ucap Alena.
"Tania juga sangat merindukan Tante dan juga O-om, Tania juga rindu pegang perut Tante yang bergerak terus!" ucap Tania.
Alena dan Arka pun tertawa.
Arka mengelus rambut Tania dengan tangan kirinya karena tangan kanan memegang setir mobil.
"Kenapa Tania gak pamit dulu sama om kalau mau ke rumah nenek?" tanya Arka.
"Tante sudah nelpon om, tapi Om lagi sibuk!" ucap Tania.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Kita langsung pulang atau ada ketempat yang lain?" tanya Arka pada Alena melarikan pembahasan.
__ADS_1
"Langsung pulang aja mas, perut aku lagi-lagi keram karena kelamaan Berdiri tadi!" ucap Alena.
Mereka pun segera menuju pulang.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Tania langsung Bobo Siang yah sama suster!" ucap Alena.
"Tania mau bobo sama Tante!" rengek Tania.
"Ya udah ayo Tante temanin," ucap Alena.
"Tidur nya di kamar kita aja Sayang! Aku juga mau tidur siang!" ucap Arka. Alena tersenyum mereka pun masuk ke kamar Arka dan Alena.
Alena mengelus-ngelus badan Tania agar cepat tidur.
sementara Arka Sebelum tidur dia menonton TV di Samping Tania.
"Mas!" Panggil Alena.
"Hmm apa sayang?" tanya Arka.
"Aku sangat ingin berlibur ke pantai!" ucap Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Hmm, besok hari saptu aku ada Mitting, kalau hari Minggu Karyawan aku mau makan siang di sini, bagaimana kalau hari Senin saja!" ucap Arka.
Alena tersenyum terlihat sangat senang.
Arka tersenyum.
"Oh iya mas kamu bilang karyawan kamu! Karyawan yang mana? Tumben-tumbenan!" ucap Alena.
"Kebetulan proyek yang selama ini kami rencanakan Sudah berhasil aku berniat membawa mereka ke sini, mereka juga ingin bertemu dengan istri Tuan muda, CEO Tampan ini!" ucap Arka sambil tersenyum.
"Humm," ucap Alena.
Arka tertawa kecil.
"Siapa saja yang datang mas?" tanya Alena.
"Ada Rico, Aris, Daniel, Dua teman aku, dan juga anak pak Widodo! Aku juga tidak lupa untuk bilang sama Aris untuk bawa Aisyah aku tidak ingin dia melirik istri ku!" ucap Arka.
Alena tersenyum.
"Anak pak Widodo? Bukan nya anak Pak Widodo Hanya satu dan dia tinggal di Amerika?" tanya Alena.
"Iyah betul! Kamu tau mitting besar yang akan di adakan besok di kantor, itu sebab nya dia ikut dengan aku ke Jakarta!" ucap Arka.
"Kamu pulang dengan dia?" tanya Alena.
"Iyah! Tapi kami tidak satu pesawat!" ucap Arka.
Alena pun terlihat murung karena Mengingat Anak pak Widodo masih lajang.
__ADS_1
"Kamu cemburu yah? Tenang saja dia bukan tipe aku, tipe aku adalah seperti kamu wanita asli Indonesia dan yang paling cantik!" ucap Arka.
Alena pun tersenyum.
"Siapa nama nya mas? Kenapa dia mau datang ke sini?" tanya Alena.
"Kamu kepo deh, dia datang ke sini karena ingin melihat istri bos nya yang sangat cantik!" ucap Arka lagi.
"Becanda dulu deh mas, serius!" ucap Alena.
"Iyah Sayang! Nama nya Jeli dulu sebelum aku kenal kamu dan di jaman mas kecil dulu dia sudah dekat dengan aku, namun karena Pendidikan kami jauh dan membuat sekarang seakan baru kenal dia juga sungkan karena aku atasan nya!" ucap Arka.
"Hmm Apa dia cantik?" tanya Alena.
"Dia cantik! tapi lebih cantik kamu!" ucap Arka sambil tersenyum.
"Ah sudahlah aku tidak ingin bicara dengan kamu!" ucap Alena ngambek karena menurut nya Arka tidak serius.
Arka hanya tersenyum saja.
"Alena! Kamu tau Sangat banyak wanita di luar sana yang ingin menggoda dan mendapatkan suami mu ini, namun percaya lah aku tidak akan tergoda karena aku hanya tergoda dengan wanita yang sedang berada di dekat ku!" ucap Arka Menatap mata Alena.
Tiba-tiba saja Alena jadi salting.
"Sebaiknya kamu tidur deh, aku juga mau tidur!" ucap Alena.
Arka tersenyum dia pun mengelus rambut Alena.
Sementara Di kebun binatang terlihat Jeli Sangat kelelahan, dia jongkok di dekat Diding kandang binatang.
"Kenapa baru segini saja aku sudah sangat penat!" keluh Jeli.
"Sebaik nya Ibu istirahat terlebih dahulu, seperti nya ibu kurang istirahat!" ucap Daniel.
"Hmm kamu benar! Tolong antar kan saya ke hotel," ucap Jeli.
Jeli menjulurkan tangannya ke arah Daniel agar di bantu.
Dengan ragu-ragu Daniel harus melakukan itu karena itu adalah tugas nya.
Jeli yang di bantu oleh Daniel pun tersenyum.
"Selain ganteng! dan polos dia juga sangat sabar dan selalu bersifat lembut!" Batin Jeli sambil berjalan.
...----------------...
***Assalamualaikumkakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏
S S S S S S S S S S S S S S S S S S***
__ADS_1