Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 241


__ADS_3

Aris Menatap Aisyah dari atas sampai ke bawah tubuh nya Aisyah menutup nya dengan selimut.


Aris mendekati Aisyah yang sudah sangat takut.


Aris tertawa kecil namun sangat lah menakutkan.


"Kali ini aku harus serakah atas namanya cinta! Dan aku tidak mau kehilangan wanita yang aku cintai karena kebodohan ku! Aku ingin kamu segera Milik ku!" ucap Aris memegang dagu Aisyah yang sudah gemetar.


"Aku mohon kak, lepas kan aku! aku mau pulang!" ucap Aisyah.


Tiba-tiba Aris menarik selimut yang di gunakan Aisyah menutup tubuh nya. Seketika Aisyah berteriak.


Aris mendekati Aisyah sehingga tidak ada jarak di antara mereka.


Aisyah sekarang sudah sangat pasrah dia menutup mata nya badan nya sudah gemetar.


Namun tiba-tiba Aris menjauh dari Aisyah. Merasakan tubuh Aisyah yang sangat dingin dan gemetar.


Dia langsung mengucap dia mengusap kasar Wajah nya.


"Arghhh!" ucap Aris sangat kuat mengacak-acak rambut nya.


Aisyah Sudah menangis di balik selimut di atas kasur.


Aris menoleh ke arah Aisyah.


"Tidur lah!" ucap Aris dan segera keluar.


Aris memesan satu kamar untuk dia.


Dia masuk ke kamar mandi membasahi tubuh nya.


Perlahan air mata nya keluar.


Dia sangat menyesal apa yang dia lakukan pada Aisyah dia menyakiti diri nya sendiri.


"Ya Allah apa yang telah ku lakukan!" ucap Aris.


Aris benar-benar kehilangan kesadaran nya di saat aku itu sehingga dia tidak tau siapa wanita yang telah di sakiti oleh nya.


Aris Sangat takut kehilangan wanita yang dia cintai kedua kalinya.


Aris mencari sajadah dan sarung keluar untuk segera sholat.


Setelah selesai sholat dia kepikiran Aisyah.


Dia yakin sekarang Aisyah sangat tidak baik namun dia tidak mempunyai nyali untuk melihat wajah Aisyah.

__ADS_1


Di kamar Aisyah dia terus menggenggam erat selimut sambil bersandar ke sandaran kasur.


Air mata nya tak kunjung berhenti dia ingin pergi namun badan nya terlalu lemas dia juga takut jika bertemu dengan Aris dan akan melakukan nya lebih dari yang tadi.


Akhirnya Aisyah tertidur sambil duduk Air mata nya masih mengalir membasahi pipinya.


Dia sangat trauma dengan kejadian itu bahkan tidak ada satu laki-laki yang bukan mahram nya mencoba menyentuh nya namun kali dia ini Aris sudah keterlaluan.


Di tempat lain Sarah baru saja sadar dari obat penenang dari orang suruhan Arka.


Dia melihat dirinya sudah bersih.


"Siapa yang melakukan ini!" Batin Sarah.


Sarah bangun dan merasakan badannya sangat sakit dan juga kepala nya sangat pusing.


Itu adalah efek karena banyaknya minuman keras ya dia konsumsi.


Sarah Melihat diri nya di kaca dia kaget melihat wajah nya sedikit terluka mata nya yang sembab serta wajah nya yang pucet dia merasa kan perih di bagian kulit tangan nya.


Sarah Mengingat semua apa yang membuat nya seperti itu.


"Arghhhh! Kakak jahat!" teriak Sarah melempar kan bantal ke arah pintu.


Namun tiba-tiba pintu terbuka.


"Maaf Buk, saya kurang hati-hati saya akan segera mengganti nya!" ucap pegawai itu segera mengumumkan pecahan kaca dan segera pergi.


Sarah Melihat makanan yang berserak itu.


Dia duduk lemas di lantai.


"Lihat diri mu Sarah! masih banyak laki-laki di luar sana yang mau sama kamu kenapa harus pria mata keranjang itu yang harus kamu inginkan!" Batin Sarah.


Dia meletakkan tangan di kepala nya.


Sarah Sangat prustasi masih terbayang di benak nya wajah wanita itu dan senyuman Daniel pada nya


Mengingat itu dia semakin emosi dan kesal jalan satu-satunya dia memesan minuman keras sepuluh botol dan tidak makan sama sekali.


Di dalam kamar itu dia merutuki kebodohan nya dan juga menyumpahi Daniel. Dia tertawa sendiri dan terkadang menangis namun dia tak kunjung berhenti minum sehingga mata nya sudah memerah karena mabuk berat.


Keesokan harinya Aris bangun terlebih dahulu dia langsung ke kamar Aisyah memastikan Aisyah baik-baik saja.


Setelah di kamar dia melihat Aisyah yang tidur sambil duduk memeluk erat selimut.


"Aisyah!" Panggil Aris.

__ADS_1


namun Aisyah tidak menjawab nya, Aris menarik selimut namun tiba-tiba Aisyah terjatuh untung saja Aris langsung menahan nya agar tidak jatuh ke bawah.


Aris merasakan suhu badan Aisyah sangat lah panas Aris melihat wajah Aisyah yang sangat pucet dengan sekuat tenaga Aris mengangkat tubuh Aisyah keluar dari kamar.


Aris terlihat sangat panik dia membawa Aisyah ke rumah sakit terdekat hotel itu.


Aisyah segera di tangani oleh dokter, Aris menunggu di luar dia khawatir terjadi apa-apa pada Aisyah.


Namun Handphone nya Berdering itu dari Daniel.


Hari ini Aris harus memeriksa dan menandatangani formulir yang akan di bahas si rapat hari ini dan itu harus pagi.


Aris tidak bisa meninggal Aisyah dia pun meminta Daniel untuk datang ke rumah sakit yang tidak jauh dari hotel dan lumayan jauh dari kantor.


Namun karena demi pekerjaan Daniel pun segera berangkat.


Setelah sampai di sana Daniel memberi kan formulir untuk di tandatangani.


Daniel penasaran Siapa yang di tunggu oleh Aris di sini, namun Aris tidak memberi tahu nya, Daniel di suruh segera pulang.


Daniel Sangat penasaran namun nanti saja dia menanyakan pada Aris.


Namun Tampa sengaja karena membaca kertas yang ada di tangan nya dia tidak melihat Jika ada rombongan suster Mendorong tempat tidur dorong khusus untuk pasien.


"Maaf-maaf! Saya tidak senga!!" kata-kata Daniel tidak dilanjutkan karena yang di atas tempat tidur dorong itu adalah wanita yang dia cari dan membuat dia kefikiran.


"Sarah!" ucap Daniel.


"Maaf pak, sebaiknya bapak sedikit meminggir karena Pasien harus di tangan!" ucap salah satu dokter.


Daniel yang masih bingung dia meminggir dia mau mengikuti Sarah namun dia melihat kertas yang ada di tangan nya.


Akhirnya dia memutuskan untuk terlebih dahulu kembali keperusaan yang menitipkan Sarah pada suster.


Daniel tidak bisa tenang dia sangat kefikiran sehingga dia tidak bisa fokus.


"Kalau kamu sedang sakit! kurang enak badan istirahat lah!" ucap Rico yang memerhatikan dari tadi Daniel seperti tidak nyaman.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2