
Aris menoleh ke arah Aisyah.
"Semuanya yang kamu lakukan benar, justru kakak yang salah kakak tidak pernah memikirkan hati kamu!" ucap Aris.
Aisyah diam.
"Kakak minta maaf! Maaf kan semua kesalahan kakak, setelah kamu keluar dari rumah sakit Kakak janji tidak akan menggangu kamu dan melupakan perasaan ini!" ucap Aris.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu.
"Aris! Kami tau kalau kalian saling mencintai, kalian berhak untuk bahagia!" ucap Ayah Aisyah.
Aris terkejut karena melihat orang tua nya dan orang tua Aisyah ada di sana.
Aris menoleh ke arah Aisyah dia pun tersenyum.
"Saya tidak mengerti Om apa maksudnya?" tanya Aris Bingung.
Mereka tersenyum.
"Om yang harus minta maaf, karena bapak memaksa Aisyah untuk membatalkan Perjodohan kalian dan yang tau itu hanya kami berdua saja karena Om tidak suka melihat kamu Membantu Aisyah, tapi seiring nya Waktu berjalan semua nya om tau apa yang kamu lakukan, om mulai sadar karena om selalu mementingkan ego om Sendiri, mulai dari sekarang Om merestui hubungan kalian!" ucap Ayah Aisyah.
Aris masih berfikir keras namun dia mencoba mencerna apa yang di sampaikan oleh Ayah Aisyah.
"Kami mempunyai harapan yang sangat banyak pada kalian berdua, berikan yang terbaik untuk keluarga dan juga almarhum ibu mu!" ucap Sam.
Setelah selesai menjelaskan semuanya Mereka pun keluar meninggalkan Aisyah dan Aris.
Aris menoleh ke arah Aisyah.
"Apa yang di katakan Ayah kamu betul?" tanya Aris.
Aisyah mengangguk.
"Apa kamu masih mau memaafkan kakak?" tanya Aris.
"Aku mau memaafkan kakak! Tapi aku mohon jangan lakukan itu lagi!" ucap Aisyah.
"Maaf kan kakak. Kakak Sangat takut kehilangan kamu!" ucap Aris.
Aisyah terdiam sambil menunduk.
Aris melihat ke arah Aisyah.
"Aisyah?" Panggil Aris.
Aisyah menoleh ke arah Aris yang berdiri tidak jauh dari dia.
__ADS_1
"Apa kamu mau jadi pendamping hidup kakak?" tanya Aris.
Degg Jantung Aisyah berdegup kencang dia tidak berfikir kalau dia di hadapi pertanyaan seperti ini.
Aris mengeluarkan cincin dari tas saku jas nya mengulurkan pada Aisyah.
"Apakah kamu bersedia jadi teman hidup kakak yang akan menerima kekurangan dan kelebihan kakak?" tanya Aris dengan lembut Sambil Menatap tulus Wajah Aisyah.
Aisyah terharu dia tersenyum.
"Iyah kak, Aisyah mau!" ucap Aisyah mengangguk dan mengulurkan tangannya pada Aris.
Aris tersenyum dia memasang kan cincin di jari Manis Aisyah sementara Aisyah Sudah mengeluarkan air mata tanda kebahagiaan.
"Jangan Nangis!" ucap Aris dengan lembut sambil memberikan sapu tangan pada Aisyah.
Aisyah tersenyum dan menghapus air mata nya.
Dua hari kemudian Sarah dan Aisyah Sudah keluar bersamaan dari rumah sakit.
Tidak sengaja mereka bertemu di lift mereka pun mengobrol.
Aris mengantarkan Aisyah pulang ke rumah orang tua nya Sekali an menyampaikan niat mereka berdua.
Sementara Daniel mengantarkan Sarah ke rumah nya.
Daniel diam dia Membantu Sarah untuk masuk.
Namun ternyata orang tua Sarah Sudah ada di sana.
Sarah dan Daniel Bingung dengan wajah ibu nya Sarah karena terlihat sangat datar namun wajar marah.
"Sekarang kamu boleh keluar dan pergi dari sini! Saya tidak ingin anak saya dekat dengan laki-laki seperti kamu!" ucap Ranti.
"Mah! Mamah apa-apaan sih!" ucap Sarah.
"Kamu jangan membela dia, karena dia kamu tidak mau lagi melayani pria-pria hidung belang itu bahkan dia selingkuh di belakang kamu dan bisa-bisa nya dia terlihat tidak merasa sama sekali kamu masuk rumah sakit, selama kamu tidak sadar kamu menyebut namanya!" ucap Ranti.
Daniel terkejut mendengar kalau Sarah tidak bekerja itu lagi namun dia juga Heran dengan ucapan selingkuh.
"Mamah tenang dulu! Sarah bisa jelasin tapi semua ini gak Salah kak Daniel!" ucap Sarah.
"Kamu jangan mencoba membela dia udah Mamah bilang, laki-laki seperti dua hanya Butuh uang dan tubuh kamu saja, buka mata kamu Sarah!" ucap Ranti dengan suara tinggi sambil menunjuk-nunjuk Daniel.
Sarah langsung melihat ke arah Daniel ketika kata-kata menyakit kan keluar dari mulut Mamah itu.
"Baiklah Buk, saya permisi pulang!" ucap Daniel tidak kuat lagi untuk mendengar kata-kata Ranti.
__ADS_1
"Bagus deh, jangan harap kamu bisa bertemu dengan anak saya!" ucap Ranti.
"Aku pamit Sarah! Kamu cepat sembuh, jaga kesehatan!" ucap Daniel sambil tersenyum.
"Kak Daniel!" Panggil Sarah menahan Daniel agar tidak pergi dulu.
Namun Ranti menahan Sarah dan segera menutup pintu.
"Mamah apa-apaan sih, kenapa Mamah ngomong kaya gitu!" ucap Sarah kesal.
"Wajar Mamah bertindak seperti ini, karena dia sudah keterlaluan kamu pikir selama ini Mamah gak tau apa yang kamu lakukan dan kedekatan kamu dengan dia!" ucap Ranti.
"Stop mah! Stop! Berhenti ikut campur sama urusan Sarah, Sarah capek mah," ucap Sarah.
"Mamah yakin dia sudah mempengaruhi kamu, Sekarang kamu harus bantu Mamah," ucap Ranti.
Sarah Menatap wajah Ranti yang sama sekali tidak ada merasa bersalah.
"Perusahaan Papah kamu harus bekerja sama dengan perusahaan yang sangat besar dan dia duda Mamah harap kamu jadi simpanan nya!" ucap Ranti.
Air mata Sarah Sudah keluar sambil menggeleng tidak habis pikir apa yang di katakan ranti.
"Maaf mah Sarah minta maaf, Mulai dari sekarang Sarah tidak bisa lagi Sarah Sudah tidak mau kembali ke dunia itu lagi!" ucap Sarah.
"Apa kamu bilang! Mamah yakin laki-laki itu yang membuat kamu seperti ini, berani-beraninya kamu menolak Membantu orang tua kamu," ucap Ranti marah.
"Mamah salah! Ini semua tidak karena kak Daniel namun ini karena keegoisan Mamah sama papah, kalian sama sekali tidak pernah memikirkan Sarah!" ucap Sarah menangis.
"Sarah Sudah Sangat lelah mah, Sarah minta maaf, bahkan kalian sama sekali tidak perduli pada Sarah, Sarah baru saja keluar dari rumah sakit!" ucap Sarah Sudah Sangat sedih.
"Mulai dari sekarang Sarah tidak mau tau dan tidak peduli lagi apa yang akan kalian lakukan pada Sarah, kalian mau membenci Sarah, Mencoret Sarah dari kartu keluarga menghapus dari pewaris itu tidak masalah untuk Sarah, Sarah Capek mah, capek!" ucap Sarah.
"Sarah! Sarah! Kamu bercanda kan? Kami Butuh Bantu an kamu nak!" ucap Ranti tidak percaya apa yang di katakan putri nya itu.
"Sarah mau istirahat mah, lebih baik Mamah pulang!" ucap Sarah.
"Kamu bercanda kan? Kamu mau kan nolong kami!" ucap ranti.
"Pergi mah! Aku mohon!" ucap Sarah dan pergi meninggalkan Ranti dia masuk ke kamar nya dan mengunci nya dia menangis sejadi-jadinya dia kamar duduk di lantai.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***