Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 33


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂


Satu bulan kemudian, Arka dan Alena sedang berkemas, barang-barang mereka.


Dan supir membantu mengangkat ke Dalam mobil.


Setelah semua nya selesai, Arka menghampiri Alena ke kamar nya.


Alena menatap Arka yang memasang wajah sendu.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Alena sambil menyisir rambut nya.


"Aku gak jauh dari kamu, aku gak bertemu Ayah Serta Clara!" ucap Arka.


"Mau gimana lagi, mungkin ini jalan, kalau aku bisa memilih, aku juga gak ingin jauh dari Tuan muda ku!" ucap Alena Tersenyum ke arah Arka.


Arka pun tersenyum dan memeluk tubuh Alena.


Alena pun membalas nya.


Setelah itu mereka berangkat pulang ke Indonesia.


Sepanjang perjalanan Arka tidak mau melepas sedetik pun tangan Alena.


Entah mengapa dia sangat yakin jika Mereka pulang ke Indonesia dia akan sangat jauh dari Alena.


Dan tepat saja Arka dan Alena sampai di Indonesia, sudah ada Pak Wijaya, Clara, dan masih banyak juga yang menyambut kedatangan Arka serta memberikan selamat.


Alena yang mengandeng lengan Arka, langsung melepaskan nya, ketika melihat rombongan yang tak asing baginya.


"Selamat Datang Anak ayah!" ucap Wijaya merentangkan kedua tangannya.


Namun Arka hanya memasang senyum tipis saja, sementara Clara Terus saja memasang senyum indah nya.


Baru kali ini Arka Melihat langsung Clara dengan dekat, ternyata Lebih cantik aslinya.


"Selamat yah Arka, akhirnya kamu bisa memimpin perusahaan Ayah kamu, dan bisa sampai sekarang ini, kabar baik nya sudah terdengar kemana-kemana!" ucap Clara.


Sementara Alena hanya bisa diam saja.


Tiba-tiba Sarah datang, memang di sengaja oleh Alena untuk menyuruh nya menjemput dirinya.


"Pak Wijaya, non Clara! Saya duluan yah," ucap Alena menarik koper nya.


"Terimakasih Yah Alena ini juga berkat ada kamu yang membantu dan membimbing Arka!" ucap Wijaya.

__ADS_1


Alena Tersenyum.


Arka melihat kepergian Alena, dia sangat sedih ketika Alena sama sekali tidak Permisi pada nya, atau pun melihat nya.


"Baik lah kalau begitu, kita pulang saja, sudah banyak yang menanti kamu! Orang tua Clara juga sudah di rumah!" ucap Wijaya.


"Ngapain?" tanya Arka memasang wajah tidak suka.


"Kita akan membicarakan tentang pernikahan kalian yang akan di laksanakan, semuanya sudah setuju, sekarang hanya membicarakan tanggal nya saja!" ucap Wijaya.


Arka sangat kesal, ingin rasanya dia Marah, Namun karena Nisa ini tempat umum dan juga sangat banyak yang menonton mereka.


Arka terlebih dahulu berjalan meninggalkan mereka dengan hati kesal.


Setelah sampai di parkiran ternyata supir pribadi nya sudah menunggu di depan.


"Arka kamu mau kemana?" tanya Clara.


"Pulang!" jawab Arka.


"Arka! kamu ikut kami ke rumah ayah!" ucap Wijaya sedikit kesal, karena melihat sifat cuek Arka pada Clara.


"Arka Capek Ayah, Arka mau istirahat, Kalian pergi lah ke sana!" ucap Arka dan masuk ke dalam mobil nya.


Wijaya tidak bisa berkata-kata apa lagi dia hanya bisa melihat mobil Arka yang semakin jauh.


"Kamu gak usah ambil hati yah Sifat Arka, mungkin dia capek dan juga pusing!" ucap Wijaya.


"Sabar dulu nak, mungkin Arka akan datang setelah dia merasa tidak capek lagi!' ucap Wijaya menenangkan Clara.


"Kata Bapak Arka sangat bersifat baik, kenapa dia sangat cuek, kalau begini batal kan saja pertunangan nya!" ucap Clara.


"Jangan seperti itu nak, Nanti bapak akan menyusul Arka ke rumah nya, kamu dan orang tua mu sabar dulu, mungkin Arka hanya butuh waktu istirahat sebentar," ucap Wijaya.


Clara mencoba mengerti, akhirnya mereka pun pulang, sementara Arka di dalam mobil nya sangat emosi.


Dia menghubungi Sarah,


Sarah yang hanya diam saja menatap serius ke arah jalan, tiba-tiba handphone nya berbunyi dan itu dari Arka.


Dia melihat ke arah Sarah.


"Siapa? di jawab lah!" suruh Sarah.


Alena pun menjawab nya.


"Halo!" ucap Alena.


"Halo Sayang! Kamu di mana? aku mau ketemu!" ucap Arka.

__ADS_1


"Aku sudah dekat ke rumah! Aku harap hari ini jangan dulu!" ucap Alena dan mematikan sambungan telepon dan mematikan handphone nya.


"Aku tau kamu tidak ingin hubungan kita ini mereka tau, tapi aku jadi korban nya Alena, di saat seperti ini, aku butuh orang untuk bertukar fikiran!" batin Arka.


"Siapa sih?" tanya Sarah pada Alena yang terdiam dari tadi.


"Teman!" jawab Alena.


Sarah yang melihat Alena lagi tidak ingin di ajak bicara, dan kelihatan ada beban fikiran dia pun hanya bisa diam.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai, Alena dan sarah langsung masuk ke dalam rumah.


Sarah terduduk di sofa di ikuti oleh Alena.


"Aku tau kamu ada masalah Alena! Tapi kalau kamu mau cerita, aku bisa dengan kok, siapa tau aku bisa bantu!" ucap Sarah.


Alena pun tersenyum.


"Makasih yah Sarah, aku senang kamu mau mengerti sama aku, tapi buat saat ini aku lagi gak ingin cerita apa-apa, tapi kalau udah saat nya aku akan ceritakan," ucap Alena.


"Baik lah Alena, asal kamu tau, semua masalah ada jalan keluar nya, kamu Jangan terlalu fikirin banget!" ucap Sarah.


Sementara Arka baru saja sampai di rumah nya, dia langsung di sambut oleh pelayan-Pelayan, security dan juga tukang kebun nya.


"Selamat datang tuan Muda! kami sangat senang akhirnya Tuan kembali juga ke Indonesia, kami sudah sangat rindu dengan Tuan!" ucap salah satu pelayan.


"Rindu sama Emosi nya, Atau rindu sama kekasaran nya?" tanya Arka, Entah Mengapa tiba-tiba mood nya Balik lagi Melihat para pelayan nya.


Melihat mereka, Arka Mengingat masa-masa Waktu Alena di rumah nya.


"Hehehehe Tuan muda jangan ngomong Gitu dong, Walau tuan galak, kasar, tapi tuan itu baik, buktinya sampai sekarang gak mecat kami!" ucap Pelayan lagi.


Arka pun terkekeh.


"Kalian masak apa?" tanya Arka.


"Hmm masak Tumis sama sambel doang Tuan, karena kata den Aris, Tuan muda akan ke rumah Tuan Wijaya!" ucap Pelayan.


Lagi-lagi Arka Tersenyum, dia mengingat lagi , Alena yang pertama kali masak tumis untuk nya.


"Baik lah bik, saya mau makan, lapar!' ucap Arka.


Semua nya heran karena tumben-tumbenan Tuan muda nya mau Makan seperti itu.


Namun mereka tidak banya Tanya Atau protes


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***.


__ADS_2