Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 167


__ADS_3

Ajeng pun meminta Pelayan menghubungi Orang tua Arka.


Pak Wijaya pun sedang dalam perjalanan ke rumah Arka.


Arka menyebut nama Alena.


"Alena!" ucap Arka namun mata terpejam.


Ajeng duduk di pinggir kasur Dekat Arka berbaring.


"Seperti nya rumah tangga Pak Arka dan buk Alena tidak baik, apa semua ini karena aku yah, tapi kenapa isu di media semakin membingungkan!" batin Ajeng merasa bersalah.


"Ibu Alena orang nya sangat baik, apa lagi dia Sekarang lagi hamil dan tidak mungkin dia mengabaikan suaminya kalau dia sedang tidak ada masalah!" batin Ajeng memandangi wajah Arka.


"Pak Arka orang nya sangat keras aku yakin isu yang banyak di bahas membuat mereka bermasalah, semoga saja nasehat aku pada Aris bisa di terima!" batin Ajeng Karena dia sengaja mendatangi Aris membicarakan dia akan keluar dari perusahaan.


Dan ternyata Aris curhat, Ajeng pun menasehati teman nya itu agar meninggalkan Alena dan membiarkan Alena hidup bahagia dengan suaminya.


Aris hanya diam dan Ajeng harap Aris paham apa yang dia maksud.


Tidak beberapa lama akhirnya Wijaya datang dengan intan.


Intan langsung mengawaskan Ajeng dari dekat Arka dan memeriksa.


Ajeng Terkejut dengan sifat intan.


namun dia hanya diam.


Ajeng tersenyum pada Wijaya.


"Apa yang terjadi dengan Arka?" tanya Intan dengan Panik dua langsung memeriksa Keadaan Arka dengan alat-alat yang sudah dia sediakan.


"Saya kurang tau juga pak, saya datang ke sini karena ada miting siang ini dan ingin meminta berkas-berkas pada pak Arka!" ucap Ajeng.


Ajeng Sangat Heran melihat Intan yang sangat khawatir bahkan dengan seenaknya saja menyentuh Arka.


Intan meminta Pelayan untuk membeli kan obat untuk Arka sesuai yang sudah dia tulis di kertas.


Dia melihat kearah Ajeng yang berbincang-bincang dengan Wijaya pun sangat lah tajam menunjukkan aura tidak suka.


Ajeng sadar namun dia bodo amat.


Wijaya menanyakan keberadaan Alena pada Ajeng namun Ajeng pun tidak tau. Wijaya mengira kalau Alena Sudah pulang karena klarifikasi dan masalah sudah selesai.


Wijaya seakan mengerti Alena kenapa dan Arka kenapa bisa seperti ini dia tidak menyalah kan Alena namun dia kefikiran karena Alena kurang sehat apa lagi dia hamil muda.


Dan dia sebagai orang tua tidak ingin terlalu ikut campur.

__ADS_1


karena melihat Alena di berita dia pun memutuskan untuk mencari tahu di mana Alena.


Sementara Intan yang tidak melihat Alena di sana pun merasa sangat senang dan dia mencoba mencari perhatian pak Wijaya agar kelihatan peduli pada anak nya itu.


Intan memijit-mijit kepala Arka sambil mengompres nya.


"Ih perempuan ini kelihatan banget cari muka!" Batin Ajeng dia sama Sekali tidak suka namun sedikit-banyak nya Ajeng juga tau peran Intan di keluarga Wijaya.


Ajeng tau kalau intan adalah dokter pribadi Wijaya yang sekarang tinggal dengan Wijaya.


Wijaya sama sekali tidak perduli dengan Intan dia lebih khawatir dengan Alena yang tak kunjung pulang dia ingin menghubungi Alena namun dia bingun harus ngomong apa pada Menantu nya itu.


"Alena! Alena! Kamu di mana!" ucap Arka seketika mereka semua Melihat ke arah Arka.


Intan yang mendengar itu pun terkejut.


"Ya ampun Arka! Kenapa kamu harus mencari dia sih udah jelas aku yang ada di sini!" Batin intan.


Perlahan Arka membuka mata nya karena merasa ada yang menyentuh nya. Namun tiba-tiba dia terkejut dan mendorong intan dari Dekat nya dan mengawas kan tangan serta kain dari tubuh nya.


"Kamu ngapain disini!" ucap Arka.


intan pun terjatuh ke lantai.


Wijaya dan Ajeng Terkejut namun entah mengapa Ajeng dalam hati nya tersenyum melihat Intan terjatuh.


"Kamu kenapa sih Arka! Aku mau ngerawat kamu, kok malah ngedorong aku sih, jahat banget!" Rengek intan sambil menjerit kesakitan.


"Arka! Intan sudah baik mau merawat kamu, jangan seperti itu! kamu demam tinggi dan wajah kamu sangat pucet!" ucap Wijaya.


"Aku tidak butuh di rawat sama siapa pun, dan aku tidak minta dia ke sini!" ucap Arka Sangat Marah.


"Kamu kenapa sih Arka! Kamu Masih ngarepin istri kamu? Dia gak perduli sama kamu!" ucap intan.


"Jaga mulut kamu yah, Jangan pernah ikut campur dan sok tau mendingan kamu keluar dari sini!" ucap Arka.


"Kamu jangan emosi dan marah-marah dulu Arka! Niat intan baik!" ucap Wijaya.


"Jika ayah butuh dia Pakai dia, kalau aku tidak butuh dia dan tidak ingin sama sekali melihat nya!" ucap Arka.


Intan yang mendengar itu pun sangat kesal namun dia harus menjaga harga diri nya.


"Ya udah kalau gitu Aku keluar dulu yah pak, seperti nya Arka Masih Sangat depresi banget biarkan saja dulu dia istirahat!" ucap intan dia pun keluar.


"Plis lah Arka kamu jangan keras kepala! Tolong kamu rubah sifat kamu itu, karena kamu terlalu egois dan keras kepala Alena pergi dan Entah di mana sisa sekarang!" ucap Wijaya.


"Aku tidak ingin intan di sini Ayah!" ucap Arka.

__ADS_1


"Dia baik untuk merawat kamu bukan ada yang lain, dia juga Baik sama ayah setidaknya kamu bisa menghargai dia!" ucap Wijaya.


"Sudah lah Ayah kali ini aku tidak ingin berdebat, badan dan fikiran aku sangat lelah!" ucap Arka.


"Bagaimana Ayah bisa diam seperti ini, Istri kamu entah kemana dan dia sedang hamil, kamu sama sekali tidak ada berfikir!" ucap Wijaya marah.


Arka Menatap Wijaya.


"Jangan salah kan aku Ayah. aku terlalu keras kepala, egois karena semua itu Ayah yang mengajarkan nya!" ucap Arka.


Wijaya terdiam. Arka juga kaget kenapa ayah nya bisa tau dari mana Alena Hamil.


Arka meminum air putih dan Memeriksa handphone nya


dan betapa terkejutnya dia melihat klarifikasi Alena dengan Aris dan juga kehamilan Alena sudah terbongkar.


Arka sedikit lega karena masalah perselingkuhan Alena dan Aris sudah selesai dan juga netizen berkomentar baik atas kehamilan Alena.


"Alena di mana Ayah?" tanya Arka langsung kepada ayah nya yang sudah terdiam karena kata-kata nya tadi.


"Ayah belum tau sekarang istri kamu di mana!" ucap Wijaya.


Arka Melihat ke arah Ajeng yang hanya diam saja.


Dia sangat lah bingung harus apa karena dia tidak mungkin pergi sementara kejelasan miting hari ini belum selesai dengan bos nya itu.


"Kamu ambil berkas-berkas di dalam laci dan segera pergi ke kantor, saya serahkan perusahaan sama kamu sementara ini, saya harap kamu mengerti!" ucap Arka dengan Suara lembut pada Ajeng.


***Banyak nih yang bilang cerita nya semakin runyam, bagian runyam nya di mana? ini Saran dari kalian juga dan Author sesuai kan dong karena ada yang minta kasih Arka pelajaran dan jangan buat Arka dan Alena dengan gampang bersama lagi ya udah author rumitin tuh si Arka biar mampus dia greget juga sama si Arka.


Ada juga nih yang bilang Arka sama Alena cerai aja, dan ada yang bilang Alena sama Aris aja, ada juga nih yang bilang kalau Alena dan Arka gak boleh pisah dan masalah segera di sudahi, author jadi bingung deh🀣 tapi makasih yah udah Komen.


Tulis Terus apa pendapat kalian di kolom komentar, Author selalu baca kok gak pernah gak baca, malah suka banget sama pembaca yang banyak komen dan kasih tanggapan.


tapi yang positif aja yah.


Author mau nanya nih sebenarnya pembaca mau nya Arka dan Alena berpisah berapa lama, sementara atau selamanya namun kalau Alena dengan Aris tidak mungkin deh.


Terimakasih πŸ™***


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya. jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, Komen dan Vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih πŸ™


__ADS_2