Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 114


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Setelah selesai makan Arka meminta supir nya membelikan Alena mukenah.


Karena sudah ada mukenah Arka Sudah mendapat sarung dan Sajadah mereka pun sholat berjamaah, Arka menjadi imam, sementara Alena hanya bisa berbaring di tempat tidur.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Alena baru saja menyalim tangan Arka namun tiba-tiba Sarah datang.


"Eh, aku ganggu yah!" ucap Sarah jadi tidak enak melihat Arka dan Alena masih berpakaian sholat.


"Oh enggak kok, kami sudah selesai sholat!" jawab Arka.


Arka Membantu Alena membuka mukenah.


"Bagaimana keadaan kamu Alena? Maaf yah aku baru bisa datang ke sini!" ucap Sarah.


Alena tersenyum.


"Gak apa-apa kok, kamu di sini aja aku udah senang," ucap Alena Pelan.


"Kamu cepat sembuh yah, aku tidak tega melihat kami seperti ini!" ucap Sarah.


"Ya udah saya bentar titip Alena yah, mau keluar sebentar!" ucap Arka karena ada yang akan di beli nya.


Sarah menyusul Arka keluar.


"Kak!" panggil Sarah.


Arka menoleh ke arah Sarah yang keluar dari ruangan Alena.


"Iyah ada apa?" tanya Arka.


"Hmm, sebenarnya Alena sakit apa kak?" tanya Sarah.


"Alena seperti nya telat makan, stres, demam tinggi dan kaki nya kiri nya keseleo!" ucap Arka.


"Kok bisa Kak?" tanya Alena.


"Kamu kok malah tanya ke saya, saya tau saja Alena masuk rumah sakit dari kamu, aturan nya saya yang tanya sama kamu!" ucap Arka.


"Saya jumpa Alena di jalanan kak dia sudah pinggsan, kalau dengar dari cerita Bapak ojek nya Alena tiba-tiba pinggsan sehingga Alena terjatuh dari motor!" ucap Sarah.


"Bagaimana sih kak, bukan nya kakak adalah suami nya, kenapa Alena bisa telat makan!" ucap Sarah.


"Entah lah saya pusing memikirkan itu, kalau gitu saya keluar dulu, mau cari baju ganti buat Alena dan juga mencari buah-buahan!" ucap Arka.


Sarah pun hanya mengiyakan saja.


Sarah kembali lagi masuk.


Namun dokter juga datang untuk memeriksa keadaan Alena.

__ADS_1


"Keadaan Buk Alena Sudah ada perkembangan, panas nya juga sudah mulai turun, alat bantu nafas nya udah bisa kamu buka yah!" ucap dokter.


Suster pun membuka nya, Alena Sangat lega akhirnya dia bisa bebas untuk berbicara.


Suster terlebih dahulu menyuntikkan obat ke tubuh Alena dan menukar infus Alena.


"Kalau bisa ibu jangan banyak fikiran dulu yah, jangan terlalu banyak gerak atau kecapean, harus makan yang banyak!" ucap dokter.


"Baik Dok! kapan saya bisa pulang?" tanya Alena.


Seketika dokter Tersenyum.


"Belum bisa di tentukan buk, keadaan ibu masih belum stabil, kalau ibu mau cepat pulang makan lah yang banyak dan yang sehat-sehat," ucap dokter.


"Kalau boleh tau pak Arka kemana yah?" tanya Dokter.


"Baru saja keluar!" Jawab Sarah.


"Kalau begitu, ibu bisa ikut saya keruangan saya!" ucap dokter pada Sarah.


Sarah menoleh bingung ke arah Alena.


Sarah pun ikut dengan dokter itu.


"Ini biaya deposit yang harus di bayar terlebih dahulu buk, dan setelah ini di bayar obat akan kami teruskan untuk buk Alena." ucap dokter.


"Ooh iyah pak!" jawab Sarah karena dia Fikir dokter akan menyampaikan sesuatu.


Sarah membawa kertas itu keluar dan kembali ke ruangan Alena.


"Kamu dari mana?" tanya Arka.


"Ngambil ini kak!" ucap Sarah memberikan surat yang berlipat itu pada Arka.


Arka membuka.


"Ya udah nanti saya akan segera bayar!" ucap Arka.


Mereka masuk bersama an ke ruangan Alena.


"Loh kok udah di buka?" tanya Arka Melihat alat nafas Alena sudah di buka dan hanya tinggal Infus.


"Keadaan Alena sudah semakin membaik kak," jawab Sarah.


Arka pun mendekati Alena sambil tersenyum.


"Alhamdulillah!" ucap Arka.


Alena hanya tersenyum.


Dua hari kemudian Arka tetap setia menunggu Alena di rumah sakit, Arka sama sekali tidak meninggalkan Alena kalau tidak ada teman.


Arka tertidur di sofa pada siang hari, walau badan nya sudah pegal-pegal namun dia harus menahan nya.


Alena memerhatikan Arka.

__ADS_1


"Dia sama sekali tidak ada bertanya apa-apa pada ku, bahkan dia menghabiskan waktu nya untuk menemani aku di sini!" batin Alena.


Karena selama tiga hari di rumah sakit Arka tidak ada bertanya apa-apa atau membahas apa pun pada Alena, seakan tidak terjadi apa-apa.


Arka tidak menanyakan kenapa Alena bisa seperti ini, yang ada di fikiran nya hanya ingin Alena cepat sembuh.


Namun tiba-tiba handphone Arka Berdering yang ada di atas meja.


Arka pun terbangun dan melihat Handphone nya ternyata itu dari Paman Sam.


"Aku ijin keluar sebentar yah!" ucap Arka pada Alena yang pura-pura Mi'an Handphone.


Alena hanya tersenyum saja.


"Iyah Halo paman!" jawab Arka setelah Sudah di luar.


"Kamu di mana?" tanya Paman Sam.


"Aku sedang di rumah sakit paman!" ucap Arka.


"Bagaimana kamu bisa di rumah sakit? apa kamu sedang sakit?" tanya Sam khawatir.


"Tidak paman! sebenarnya Alena yang sedang sakit, kalau boleh tau ada apa yang perlu paman sampai kan?" tanya Arka.


"Paman dapat kabar dari Perusahaan, Aris dan juga ayah mu, kalau sudah tiga hari ini kamu tidak datang ke kantor z dan Sudah banyak klien yang kecewa karena banyak mitting yang di batalkan!" ucap Sam.


Arka terdiam, karena dia sama sekali tidak ada kefikiran ke perusahaan dia Fikir perusahaan akan di ambil alih kembali sama Wijaya.


"Baik lah Paman mengerti keadaan kamu sekarang, kamu fokus dulu sama kesehatan istri mu, perusahaan Sementara akan paman urus!" ucap Paman.


"Apa paman sudah tau masalah Arka?" tanya Arka.


"Iyah paman sudah tau, dan sudah lama paman mengetahui jika kamu ada hubungan dengan Alena!" ucap Sam.


"Maaf kan Arka paman! ini semua nya terjadi begitu saja," ucap Arka.


"Tidak perlu kamu fikirin lagi, inti nya kamu fokus dulu sama Alena masalah itu bisa kita bicarakan esok!" ucap Sam.


"Terimakasih paman!" ucap Arka panggilan telepon pun terputus.


"Bagaimana Ayah?" tanya Aris kebetulan Aris datang ke rumah ayah nya.


"Sekarang Arka di rumah sakit, Alena sakit!" ucap Sam.


"Alena sakit? sakit apa ayah? kenapa?" tanya Aris kaget.


"Ayah heran deh, sebenernya kamu ingin tau kenapa Arka tidak keperusaan atau kamu tidak berjumpa Alena?" tanya Sam bingung pada Ekspresi anak nya itu.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2