
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi,
Selamat membaca 🙂
Arka pun pergi dengan perasaan hancur meninggalkan rumah Alena.
Dengan air mata di pipi nya,
"Bodoh! Lo sangat bodoh Arka!" teriak Arka sambil membanting-banting stir mobil nya.
Perasaan nya sangat hancur, mengingat kata-kata Alena yang mengatakan jika dia tidak mencintai diri nya.
"Awas Lo Aris! Lo berani-beraninya merebut Alena dari gue!" ucap Arka.
Dia melajukan mobilnya sangat laju ke rumah Aris.
Sementara Alena terduduk di kursi depan, sambil merasakan hatinya yang hancur berkeping-keping.
Air mata yang dari tadi di tahan nya sudah keluar, Alena terisak.
Di waktu lagi sayang-sayang nya, Namun harus berpisah itu adalah sangat sakit, cinta pertama nya harus dia relakan begitu saja.
Berpisah tidak masalah, Namun berpisah masih saling sayang itu sangat menyakitkan bagi mereka.
Sarah yang melihat Alena sangat sedih dia pun mendekati nya dan mencoba menenangkan Alena.
tiba-tiba Alena memeluk nya.
"Sabar Alena! aku tau kok kalau jodoh tidak akan kemana, dan mungkin ini adalah ujian di antara cinta kalian!" ucap Alena.
Karena dari tadi dia mendengar kan semua pembicaraan Arka dan Alena yang sangat keras.
Awalnya Sarah kaget ketika Arka mengatakan jika Alena adalah pacar nya, Namun Sarah mencoba mendengar kan lagi.
Sarah sudah tau apa akar permasalahan nya,
Arka sudah sampai di depan rumah Aris yang tidak jauh dari Cafe Dirga.
Arka dengan wajah emosi dia masuk langsung ke rumah Arka dan memanggil-manggil nama Aris.
"Aris! Aris! keluar Lo!" Teriak Arka.
__ADS_1
Aris yang mendengar nya pun langsung keluar dari kamar nya dan Melihat Arka yang sudah berdiri di ruang tamu nya.
"Ada Apa Tuan muda? kenapa anda bisa di sini?" tanya Aris dengan sopan.
"Buk!" Satu tinjuan mendarat di pipi Aris, Aris sangat kaget, dan juga dia sudah kesakitan.
Aris sama sekali tidak mempunyai Pelayan, security mau pun Supir jadi hanya mereka yang ada di dalam rumah itu.
"Ada apa Tuan muda! salah saya di mana? kenapa tiba-tiba Anda emosi datang ke rumah saya!" ucap Aris.
"Buk! lagi-lagi Arka meninju PIPi Aris sehingga keluar darah dari sudut bibirnya.
Dia sudah sangat emosi.
"Kau! kau lah yang telah merebut Alena dari saya, menghancurkan hubungan kami!" ucap Arka dengan suara keras nya.
Aris semakin Bingung dia sama sekali tidak mengerti,
yah jelas lah tidak mengerti orang dia tidak berbuat apa-apa.
"Apa maksudnya tuan muda! saya merebut Alena dari Anda? Saya tidak pernah merebut Alena dari siapa pun, saya tidak mengerti apa-apa!" ucap Aris.
"Gak usah sok gak tau Lo, Alena sendiri yang bilang kalau dia sudah jatuh cinta dengan Pria lain, dan itu tentunya Lo, dia memutuskan hubungan kami!" ucap Arka mendorong tubuh Aris.
"Memang kami malam ini ada rencana nonton bioskop, tapi itu hadiah tiket dari kantor, dan ada Sarah juga!" ucap Aris.
"Jangan sesekali Lo mencoba mendekati nya! gue udah tau apa maksud Lo!" ucap Arka menarik kerah baju Aris.
Tiba-tiba Aris mengawas kan tangan Arka.
"Asal Lo tau yah, wanita seperti Alena tidak pantes untuk Lo yang seperti ini, dan ingat Lo akan menikah, jangan pernah memberikan harapan palsu pada Alena!" ucap Aris sudah terlanjur emosi.
"Berani-beraninya Lo yah!" ucap Arka dan menumbuk perut Aris.
"Lo yang tidak pantas untuk dia, dan Masalah pernikahan gue, Lo tidak perlu ikut campur, Lo gak tau apa-apa tentang kehidupan gue, jadi jangan sesekali Lo mencoba memperingati gue, Alena hanya milik gue!" ucap Arka.
"Jangan pernah gue lihat Lo dekatin Alena lagi, atau enggak Lo akan tau akibatnya!" ucap Arka dan pergi dari rumah Aris.
Setelah kepergian Arka, Aris pun mendudukkan dirinya di kursi.
Perut nya sangat sakit, apalagi Pipi nya yang sudah memar Sekarang.
"Sungguh tidak masuk akal!" Batin Arka.
__ADS_1
Arka masih sangat emosi dia melampiaskan amarahnya pada jalanan, dia sangat melaju kencang di jalanan.
Akhirnya di berhenti di sebuah Bar besar, yang sangat jauh dari Rumah Aris.
Dia langsung masuk dan mencari ketenangan di sana, namun mata nya tidak sengaja melihat Clara dengan seorang pria duduk mesra sambil menikmati minuman yang ada di atas meja.
"Cihh! ternyata begini kamu di belakang kami semua, ini sudah ku tebak, karena wanita sepertimu tidak mungkin sepolos yang keluarga ku tau," Batin Arka dia tersenyum licik.
"Akan aku ikuti permainan mu sampai mana!" ucap Arka dan mengambil foto mereka menggunakan kamera handphone nya.
Arka ingin menghampiri nya, namun tiba-tiba Pelayan Bar itu datang mengatakan jika wanita dan minuman yang dia pesan sudah di sediakan di kamar VVIP.
Arka pun membatalkan menghampiri Clara, karena dia juga sudah sangat ingin menenangkan diri nya, dia ingin melupakan sejenak apa yang terjadi hari ini pada hati dan fikiran nya.
Setelah sampai di kamar nya, dia melihat perempuan yang sangat seksi duduk di kursi kamar itu.
Arka mendekati nya dan membuka baju, perempuan itu pun tau kerjaan nya, dan dia pun memberikan sentuhan lembut pada Kulit Arka.
Dan mereka berbaring di kasur, Arka pun minum terlebih dahulu dan sampai Kepala nya pusing dan hampir tidak sadar kan diri.
Memang benar dengan cara ini lah Arka bisa
menenangkan dirinya, sekarang dia sudah merasakan sangat tenang.
Dia pun dengan perempuan bayaran itu langsung melakukan pertempuran, namun tiba-tiba Arka teringat kata-kata Alena yang melarang nya menyentuh perempuan lain.
Tiba-tiba dia mendorong perempuan itu dari atas kasur.
Perempuan itu merintih kesakitan.
"Kamu kasar banget sih!" ucap perempuan itu pada Arka.
"Keluar!" teriak Arka.
perempuan itu terkejut namun dia langsung keluar setelah selesai Memasang baju nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
terimakasih 🙏***.
__ADS_1
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S