
like , komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Hari pun semakin malam, Alena sudah tau jika Arka akan telat pulang sudah kebiasaan oleh Arka tidak pulang langsung ke rumah setelah Pulang dari kantor.
Bagi Alena tidak masalah karena salagi tidak menyakiti nya dan juga perusahaan Aman.
Alena seperti biasa dia akan ikut bergabung dengan pelayan-pelayan lain nya untuk nonton film kesukaan mereka.
"Pasti mereka saat ini sudah kumpul di Depan tv!" ucap Alena sambil tersenyum dan keluar dari kamar nya.
Setelah sampai di ruang tamu ternyata dugaan nya salah, di sana sama sekali tidak ada Pelayan.
"Loh mereka pada kemana!" ucap Alena.
Dan mata nya Melihat Pelayan yang sedang di dapur.
"Loh Kok masih kerja bik? bukan nya film ke sukaan kita udah mulai?" tanya Alena.
"Yang lain pada kemana? kok pada sepi?" tanya Alena lagi.
namun Pelayan itu Fokus pada kerjaan nya.
"Siapa yang ngijinin kalian di rumah saya bisa sesuka hati kalian!" ucap Arka dari Arah tangga.
Alena menoleh ke arah Arka. dia terkejut ketika melihat Arka sudah di rumah.
"Saya sudah melihat kelakuan kalian semua di CCTV!" ucap Arka.
Alena pun tertunduk.
"Dan kamu! Jangan sesekali mengajari Pelayan saya untuk kurang ajar!" ucap Arka menunjuk Alena.
Alena Sadar jika diri nya yang di tunjuk, Namum sama sekali dia tidak ada mempengaruhi atau mengajari Pelayan-pelayan untuk tidak baik.
"Kamu dengar tidak?" tanya Arka.
"Baik Tuan, saya minta maaf!" ucap Alena.
Entah mengapa tiba-tiba Arka menjadi seperti ini, biasa nya dia sangat bodoh amat dengan pelayan-pelayan nya.
"Saya tidak mau Lagi kalian berbuat sesuka hati kalian di sini;" ucap Arka semua nya pun menginyakan.
Arka mendekati Alena yang menunduk.
"Sediaka saya makan, saya lapar!" ucap Arka Dengan cepat Alena pun langsung mengambil kan nya.
__ADS_1
Setelah selesai dia naik ke atas namun tiba-tiba dia di panggil oleh Arka.
"Ganti sprei di kamar saya dan siap kan Air mandi saya!" ucap Arka dengan nada datar Namun tegas.
Alena tidak ingin banyak bantah dia pun melaksanakan dia langsung mengambil sprei dari kamar Pelayan dan membawanya ke kamar Tuan muda nya itu.
Dia langsung menukar nya.
"Hmm ada apa yah dengan Tuan muda! kenapa dia tiba-tiba marah, padahal biasanya dia sangat tidak peduli!" ucap Alena.
"Seperti nya dia malam ini tidak mabuk, namun kenapa?" ucap Alena lagi.
"Berhenti lah menerka-nerka, kerja kan itu cepat, saya mau mandi!" ucap Arka.
Alena terkejut Namun dia mencoba untuk biasa saja dan mengiyakan kata-kata tuan nya itu.
"Kebiasaan deh dia datang dengan tiba-tiba!" batin Alena.
Setelah selesai dia pun langsung ke kamar mandi sementara Arka duduk di sofa kamar nya sambil membaca buku.
"Sudah selesai tuan!" ucap Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Keluar lah!" ucap Arka, Alena pun mengiyakan dan keluar.
Arka pun kaget dia jongkok dan membantu Alena Berdiri.
Namun tiba-tiba Alena menolak nya.
"Maaf tuan, saya bisa sendiri!" Tolak Alena Ketika dia menjauh kan lengan nya dari Arka, dan Arka pun mengerti dia pun menurunkan tangannya.
"Kalau keluar dari mandi keringkan lah kaki mu terlebih dahulu!" ucap Arka dengan nada datar.
Alena pun berdiri sendiri, namun tiba-tiba dia berteriak kesakitan.
Namun Arka langsung membantu nya.
"Kamu kenapa sih udah jelas kaki kamu sakit masih aja nolak Bantuan dari saya, tenang saja saya tidak tertarik dengan Bawahan saya dan masih ABG!" ucap Arka membantu Alena duduk di pinggir kasur.
"Sembarangan saja, bilang orang ABG, umur ku udah mau jalanin dua puluh tahun," rutuk hati Alena.
"Di mana yang sakit?" tanya Arka.
Alena menunjuk kan kaki kirinya dan Arka pun memijit-mijit kaki Alena dengan pelan.
Entah kenapa Alena sangat senang ketika Arka bersifat peduli dan lembut pada nya.
"Auh!" teriak Alena ketika Arka Tampa sengaja memijit dengan kuat.
__ADS_1
"Sakit yah? maaf!" ucap Arka dan melanjutkan memijit kaki Alena.
Sakit sih namun Alena harus menahan nya. karena kelihatan sekali di wajah Arka jika dia juga khawatir kaki Alena yang memerah Entah bagaimana kok bisa merah.
"Dulu waktu saya kecil sangat suka memijit-mijit kaki ibu saya yang sakit!" ucap Arka.
Alena terdiam sambil mendengarkan Arka yang tiba-tiba ngomong seperti itu.
"Tapi itu tidak berlangsung lama! Ibu saya sudah terlebih dahulu pergi sebelum kaki nya sembuh!" ucap Arka.
Alena sudah tau apa yang maksud oleh Arka, karena dia tau jelas sebab apa istri oak Wijaya meninggal.
"Tuan harus segera mandi! air nya keburu dingin!" ucap Alena sambil menggeser kaki nya dari tangan Arka.
Karena kalau Arka terus memijit kaki nya bisa-bisa Arka sedih mengingat almarhum ibu nya.
"Bagaimana dengan kaki kamu?" tanya Arka.
"Nanti Minta tolong sama tukang pijit aja tuan, segeralah mandi!" ucap Alena dan Arka pun mengikuti kata-kata Arka.
Setelah Arka masuk ke kamar mandi Alena pun berniat ingin keluar namun ternyata kaki nya sangat sakit dia pun berjalan dengan kaki satu ke kamar nya.
Dia mengingat ketika Arka memijit kaki nya dan ada raut wajah khawatir di wajah Arka.
"Awal nya sih aku kepedean banget, tapi seperti nya dia sangat trauma Atas kejadian yang menimpa Ibu nya," batin Alena.
"Tapi kenapa jantungku berdetak seperti ini yah, Atau jangan-jangan!" batin Alena.
"Aaaa!!! gak bisa! Alena kamu harus sadar, dia hanya mengingat almarhum ibu nya saja, jangan luluh karena perhatian nya yang baru Sekali ini kamu lihat!" batin alena menyadar kan diri nya sendiri.
Alena memijit-mijit kaki nya pelan namun sangat sakit sekali tiba-tiba pintu nya ada yang mengetuk dan ternyata itu adalah Arka yang datang membawa minyak urut.
"Tadi saya menghubungi tukang urut namun dia lagi tidak di sini, biar kan saya saja yang memijit nya!" ucap Arka.
"Tapi Tuan! saya bisa sendiri!" ucap Alena.
"Saya tidak ingin ada penolakan! kamu bisa apa soal ngurut!" ucap arka sambil duduk di lantai tepat di kaki Alena yang tergantung.
"Ya Allah Wangi maskulin ini membuat jantung ku ingin melompat keluar!" batin Alena.
ketika mencium aroma tubuh arka yang baru mandi.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan nya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak yah.
terimakasih 🙏***.
__ADS_1