Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 160


__ADS_3

Alena mengelus perut nya sambil tersenyum dan berbicara dengan janin nya.


Namun tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari Daniel.


"Halo mas!" sapa Alena.


"Assalamualaikum! Kamu lagi gak sibuk kan?" tanya Daniel.


"Walaikumsalam, Enggak kok mas, emang ada apa?" tanya Alena.


"Besok Mas gak jadi pulang kampung di tunda jady Besok nya lagi! Gak apa-apa kan?" tanya Daniel.


Alena pun baru ingat kalau dia ada niat mau ikut Daniel pulang ke kampung.


"Ooohh gak apa-apa kok mas!" ucap Alena.


"Bagus deh, kamu gimana jadi ikut gak?" tanya Daniel.


"Jadi dong mas, Lagian Alena Sudah Sangat Rindu ayah dan Ibu!" ucap Alena.


"Ya udah kalau gitu telepon nya Mas tutup yah, mas mau berangkat dulu!" ucap Daniel.


"Mau kerja yah mas, Ya udah hati-hati!" ucap Alena.


Panggilan telepon pun terputus.


Daniel segera berangkat ke rumah Sarah penasaran apa yang akan di Kasih Sarah karena hari ini dia sudah mulai cuti kerja di Bar.


"Nelpon sama siapa kamu?" tanya Arka yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Alena diam.


"Aku nanya Alena! Kamu dengar aku ngomong gak?" tanya Arka pada Alena.


"Aku nelpon sama Mas Daniel, lusa kami mau pulang kampung bareng!" ucap Alena.


Arka Menatap Heran pada Alena.


"Gak bisa! Kamu gak boleh pulang!" ucap Arka.


"Aku gak mau tau, aku tetap mau pulang!" ucap Alena.


"Gak ada! Gak ada pulang kampung udah jelas keadaan kamu kaya gini Wajah kamu aja masih pucet kamu harus pikirkan resiko juga!" ucap Arka sedikit kesal.


"Aku tetap mau pulang!" ucap Alena.


"Gak boleh!" ucap Arka sambil memilih baju yang akan di pakai nya.


Alena pun diam sambil memasang wajah kesal.


Arka sudah siap masang baju dan turun ke bawah.


Tidak beberapa lama dia kembali dengan membawa makanan di tangan nya.

__ADS_1


"Makan dulu! Biar cepat sehat!" ucap Arka.


Alena diam tidak mau menoleh ke arah Arka.


"Kali aku mohon sama kamu dengerin aku ngomong yah, kalau kamu sehat gak masalah bagi aku kalau kamu mau pulang Ketemu orang tua kamu, tapi keadaan kamu sekarang kaya gini. Kalau terjadi apa-apa sama anak kita gimana!" ucap Arka.


"Kamu hanya peduli sama Anak aku aja, bukan peduli sama aku!" ucap Alena.


Arka tarik nafas dalam-dalam dan membuang nya.


"Ayok buruan makan!" ucap Arka sambil membantu Alena duduk.


Alena pun makan namun hanya diam saja, Arka harus tetap sabar mungkin sifat Alena seperti ini bawaan bayi nya.


Setelah selesai makan Alena sholat Maghrib.


Sementara di tempat lain Daniel baru saja sampai di rumah Sarah.


Ternyata dari tadi Sarah Sudah menunggu nya, Daniel tidak mau masuk kedalam karena tidak enak di lihat orang akhirnya mereka berbincang-bincang di luar.


Ternyata Sarah memberikan baju kemeja dan juga Jas serta yang lainnya pada Daniel yang akan di pakai Esok di hari ulang tahun pacar mantan nya itu.


Tidak beberapa lama karena tidak enak dengan tetangga Akhirnya Daniel Ijin pulang namun entah mengapa dia sangat ingin mengajak Sarah makan malam di luar.


Dengan senang hati Sarah mau.


"Gak apa-apa kan pakai motor?" tanya Daniel.


"Ih gak apa-apa kali kak, sekalian sambil menikmati angin malam!" ucap Sarah dan langsung naik ke atas motor.


Alena dari tadi berusaha tidur namun tidak bisa dia melihat Arka yang duduk di lantai sambil fokus dengan laptop nya.


Karena Arka merasa kasur goyang-goyang dia menoleh ke arah Alena.


"Kenapa belum tidur?" tanya Arka.


Tiba-tiba Alena berbalik badan membelakangi Arka.


Arka pun melanjutkan bekerja karena Masih banyak yang harus dia kerjakan.


Di tempat lain Sarah dan Daniel kehujanan pas di jalan mau pulang.


Arka berhenti di sebuah Ruko yang tutup.


"Kita istirahat di sini dulu yah!" ucap Daniel pada Sarah yang turun dari motor.


Sarah yang sudah basah pun menggigil dia jongkok sambil memeluk kedua tangan nya. Daniel yang melihat itu pun merasa kasian.


Daniel membuka jaket nya dan di bentangkan ke badan Sarah.


"Maaf yah karena aku bawa motor kamu jadi kehujanan kaya gini!" ucap Daniel.


Sarah menoleh ke arah Daniel sambil tersenyum.

__ADS_1


Tiba-tiba Sarah berdiri dan berjalan ke hujan. Daniel kaget.


"Kamu ngapain ke sana? hujan di sana!" UC Daniel Pada Sarah.


"Sini kak! Sudah lama Sarah gak main hujan kaya gini!" ucap Sarah.


"Ih jangan ngaco deh," Ucap Daniel sambil menarik tangan Sarah berteduh lagi.


"Ih kakak nih," Ucap Sarah dan balik lagi mau main hujan.


Namun Daniel menarik nya lagi.


"Ini sudah malam Sarah! Gak baik untuk kesehatan entar kamu malah sakit!" ucap Daniel.


Namun Sarah sama sekali tidak mau mendengar dia malah balik lagi ke hujan. Daniel lagi-lagi dengan cepat langsung menarik tangan Sarah ke motor.


"Entar kamu sakit! Mendingan kita pulang!" ucap Daniel.


Sarah tersenyum ketika Daniel menarik tangan nya.


Di perjalanan Sarah kedinginan karena hujan tak kunjung berhenti.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.


Daniel meminta Sarah segera mandi dan istirahat sementara Daniel langsung pulang karena dia juga kedinginan.


Jam sudah menunjukkan pukul Sepuluh malam Arka baru saja menutup laptopnya dia menoleh ke arah Alena ternyata Alena Sudah tertidur.


Arka Masuk ke kamar mandi setelah selesai dari kamar mandi dia membaringkan tubuhnya dia samping Alena.


Dia melihat ke arah Alena yang membelakangi nya,


"Selamat malam sayang!" ucap Arka pelan dan mencium Pucuk Kepala Alena.


Karena dia juga sudah mengantuk akhirnya dia tertidur dengan cepat.


Alena yang dari tadi belum bisa tidur dia membalikkan badan dan Melihat ke arah Arka yang tertidur.


"Kenapa aku sangat susah tidur!" Batin Alena dia melihat wajah Arka.


Alena Melihat tangan Arka, perlahan Alena Mengangkat dan meletakkan nya di perut nya.


"Kalau bukan karena bawaan janin aku tidak ingin rasanya aku di Sentuh oleh nya!" Batin Alena.


Entah mengapa setelah tangan Arka di perut Alena dia jadi lebih nyaman dan tertidur dengan pulas.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2