Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 187


__ADS_3

Sementara Wijaya yang beda kamar dengan Arka dia keluar dari kamar nya dan menuju kamar Arka.


Berapa kali membunyikan bel namun tak juga ada yang buka, akhirnya Wijaya langsung membuka pintu kebetulan tidak di kunci dari dalam.


Wijaya Melihat Arka yang tertidur telentang serta wajah nya kelihatan sangat capek.


Wijaya mendekati nya memerhatikan wajah anak nya itu.


"Maaf kan Ayah nak, karena ayah kamu harus pusing memikirkan ini semua!" Batin Wijaya.


Dia datang ke kamar Arka ingin mengatakan kalau Alena mencari nya namun melihat Arka tertidur dia tidak tega mengganggu nya.


Wijaya menyelimuti Arka Setelah itu dia keluar.


Sementara di Kediaman Alena dia tidak berhenti nya menunggu Arka pulang.


Alena dan Tania duduk dan sofa ruang tamu saling diam.


"Aku mau pulang!" ucap Tania.


Seketika Alena melihat ke arah Tania.


"Rumah kamu di mana?" tanya Alena dengan lembut.


Namun Tania menggeleng.


"Nama kamu siapa?" tanya Alena lagi.


Perlahan Tania pun sudah mau di ajak ngomong.


"Tania!" jawab nya.


"Nama yang bagus! Kenalin Nama Tante Alena!" ucap Alena sambil menyodorkan tangannya ke hadapan Tania.


namun Tania tidak merespon.


"Hmm kamu belum ada makan dari tadi, kita makan yah!" ajak Alena.


"Aku mau pulang Tante, mau sama Nenek!" ucap Tania lagi.


"Ini sudah sangat malam sayang Lagian kamu juga gak tau di mana rumah kamu, Lebih baik kita makan dulu terus istirahat, besok Tante akan cari petunjuk!" ucap Alena.


Akhirnya Tania pun makan, karena Alena memberikan alasan dia juga ingin makan tapi tidak ada teman.


Mereka makan sama-sama di meja Makan.


"Kenapa Tante tidak di abis kan makanan nya, nanti nasi nya Nangis!" ucap Tania.


Alena tersenyum. Karena yang tadi nya anak itu perdiam sekarang seperti anak cerewet saja.


"Tante gak selera makan, kamu makan lah yang banyak;" ucap Alena.


Tania mengangguk.


Setelah selesai makan Alena mengajak Tania ke kamar nya untuk istirahat.

__ADS_1


Alena dan Tania berbaring di kasur.


Namun Alena tidak bisa tenang karena perut nya sangat sakit serta badan nya kurang enak.


"Tante kenapa?" tanya Tania bangun dari tidur nya karena merasa dari tadi Alena bergerak-gerak tak henti.


Alena tidak menjawab dia mencoba untuk menahan sakit.


Tania memerhatikan tangan Alena yang di perut nya.


Tania berinisiatif untuk memijit perut Alena dengan minyak kayu putih.


"Perut Tante lagi sakit yah? Sini Tania bantu pijitin!" ucap Tania dengan suara imut nya sambil menaikkan baju Alena sedikit.


Alena kaget.


"Kamu mau ngapain?" tanya Alena.


Namu Tania langsung menuangkan minyak kayu putih di perut Alena mengoleskan nya dengan lembut di perut Alena.


Dengan tangan kecil serta tenaga yang tidak seberapa dia memijit-mijit perut Alena setelah selesai perut tidak lupa Tania memijit-mijit punggung Alena.


Alena tersenyum melihat kepedulian anak kecil itu pada nya, rasa sakit nya lumayan hilang bukan karena kekuatan pijitan Tania melainkan banyak nya Minyak kayu putih dan juga di saat memijit Tania tidak berhenti berbicara dengan perut Alena karena dia juga sudah tau kalau Alena hamil.


"Sudah siap Tante! Tante sekarang Bobo lagi!" ucap Tania sambil menurunkan baju Alena.


"Makasih sayang!" ucap Alena sambil tersenyum. Tania pun tersenyum.


"Sebenarnya Tania anak siapa sih, kenapa dia sangat bersifat dewasa!" Batin Alena memerhatikan wajah Tania.


Namun Tania memeluk Alena. dan akhirnya dia tertidur.


Keesokan harinya Arka terbangun karena bel kamar nya.


"Ayah!" ucap Arka dengan nada serak masih setengah sadar.


"Kita harus segera ke kantor polisi, sebentar lagi giliran kita di wawancarai!" ucap Wijaya.


"Iyah Ayah! Ayah duluan lah!" ucap Arka.


"baik lah!" jawab Wijaya.


Namun seketika dia berbalik badan saat hendak keluar dari kamar dia melihat ke arah Arka.


"Tadi malam istri kamu menghubungi Ayah, dia menanyakan kamu!" ucap Wijaya.


Arka baru ingat dia segera mencari handphone nya dan mengaktifkan nya.


Sudah banyak notif dari Alena dan juga panggilan tak terjawab.


Arka pun menghubungi Alena.


Alena yang masih tidur dia pun terbangun karena nada dering handphone nya.


"Mas Arka!" ucap Alena.

__ADS_1


Dia duduk dan menjawab telepon Arka.


"Halo mas kamu dari mana saja, Sekarang kamu di mana!" tanya Alena langsung.


"maaf aku tidak sempat mengabari kamu, aku masih ada kerjaan di luar, kamu baik-baik aja kan?" tanya Arka.


"Kamu ada kerjaan apa mas, kenapa kamu gak pulang!" ucap Alena.


"Nanti aku jelasin yah sama kamu, sekarang aku harus siap-siap mau berangkat lagi, kamu jaga diri baik-baik!" ucap Arka.


Panggilan segera di tutup oleh Arka.


Alena merasa sangat dongkol.


Alena Melihat ke arah samping nya dan ternyata Tania masih tidur dengan wajah imut nya.


Alena Melihat jam ternyata sudah jam delapan, dia hari ini ada jadwal kuliah jam sepuluh.


Alena segera mandi dia merasakan malam ini tidur nya sangat nyaman dan tidak merasa terganggu sama sekali.


Dia melihat wajah nya lebih segar.


Dia keluar dari kamar mandi dan tidak melihat Tania di sana.


Alena keluar menanyakan keberadaan Tania dan ternyata dia sedang ada di meja makan.


"Loh tumben nih banyak makanan sehat seperti ini, sayuran lagi!" ucap Alena Melihat menu yang di meja.


"Tania yang minta ini di masak non," ucap Pelayan karena Alena kurang suka dengan sayuran.


"Tante harus makan banyak sayuran dan juga buah, agar Tante sehat dan sakit nya gak ada lagi!" ucap Tania dengan wajah polos nya.


Pelayan dan Alena tersenyum.


"Ya Allah anak Siapa yang sangat pintar seperti ini!" Batin Alena.


"Tapi Tante kurang suka sayuran Sayang, nanti kalau Tante makan Tante bisa mual!" ucap Alena. Tania terdiam.


Namun Alena tidak mau mengecewakan Pelayan yang masak dan juga Tania akhirnya dia pun memakan itu juga demi kebaikan nya.


Namun ternyata di a sangat suka dan berselera makan lain Dari hari Sebelum nya.


"Ya udah kalau gitu Tante berangkat ke kampus dulu yah, kamu Tante tinggal sebentar yah!" ucap Alena


Tania tersenyum.


"Dadah Dede di dalam perut Tante, jangan buat Tante sakit yah!" ucap Tania ke perut Alena, lagi-lagi Alena tersenyum.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya jangan, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2