Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 222


__ADS_3

Arka Memeluk Alena dengan lembut.


"Aku yang harus minta maaf sama kamu, aku sebagai suami yang tidak mengerti apa yang kamu mau, bahkan aku pergi Tampa memberi tahu kamu, tapi asal kamu tau si saat itu aku harus mengejar waktu dan aku mencoba menghubungi kamu namun tidak bisa!" ucap Arka.


Alena melepaskan pelukan nya.


"Kenapa Handphone kamu tidak aktif?" tanya Arka.


Alena diam dia mengingat waktu dia melemparkan Handphone nya kearah dinding karena sangat Kesal.


Arka melihat ke arah perut Alena.


"Anak papah? Kamu sehat kan? Selama Papah gak ada kamu gak ada ngerepotin Mamah kan!" ucap Arka.


Dia mencium perut Alena sambil meletakkan telinga nya di atas perut Alena.


"Kamu tau nak, selama Papah pergi Papah tidak bisa berhenti memikirkan keadaan kalian, Papah Sangat khawatir!" ucap Arka.


Arka menoleh ke arah Alena yang hanya diam.


"Aku janji sama kamu mulai dari sekarang aku akan berusaha membagi waktu ku dengan benar!" ucap Arka.


"Maksudnya apa mas?" tanya Alena Bingung.


"Aku tau kok kamu pasti sangat tidak suka dengan cara ku saat ini hanya menghabiskan waktu untuk bekerja!" ucap Arka.


"Tapi aku melakukan ini karena aku tidak ingin kita bertengkar dan ribut mulu, setiap kali aku bertemu kamu ada saja yang kita ribut-ribut kan!" ucap Arka.


"Kamu gak paham sama aku mas, aku hanya butuh perhatian kamu saja! Dan aku gak suka kamu mabuk-mabukan!" ucap Alena sambil menunduk.


Arka memegang pipi Alena.


"Aku minta maaf tapi aku gak bisa berfikir dengan jernih kalau seseorang memarahi ku!" ucap Arka.


Alena terdiam.


"Sudah lah jangan di bahas lagi, aku mau kita saling menyadari kesalahan masing-masing dan aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik untuk kamu dan anak kita!" ucap Arka.


"Aku juga minta maaf mas karena aku udah sempat marah-marah dan juga mengabaikan telepon dari kamu!" ucap Alena merasa bersalah.


"Aku udah maafin kamu Sebelum kamu Minta maaf," ucap Arka sambil tersenyum.


Perlahan air mata Alena Lagi-lagi keluar.


"Aku gak tau kenapa aku se egois ini mas, bahkan aku sama sekali tidak tau diri!" ucap Alena Mengingat dia berasal dari mana dan bagaimana perjalanan nya bertemu dengan Arka.


"Hmm jangan nangis lagi dong! Tuan muda mu ini tidak bisa melihat istri cantik nya menangis!" ucap Arka sambil menghapus air mata Alena.


Seketika Alena tersenyum.

__ADS_1


"Huff kamu sengaja menyindir aku yah!" ucap Alena memukul dada Arka.


"Auh!! Kamu yang baru saja mengingat kan aku, sifat kamu sama kamu yang sekarang dan dulu Sangat beda jauh, dulu kamu perempuan yang sangat lugu dan Takut jika melihat wajah ku namun sekarang kamu adalah istri ku yang bisa nya ngambek!" ucap Arka sambil mencolek hidung Alena.


"Maafin aku mas!" ucap Alena sambil memajukan bibirnya.


Arka tersenyum sambil mengangguk.


"Kamu adalah satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan hati Tuan muda yang sangat arogan ini dan juga kamu seorang yang bisa memiliki nya."Ucap Arka menatap mata Alena.


"Aku adalah wanita yang paling beruntung memiliki suami seperti kamu!" ucap Alena.


"Dan aku juga mau kamu jadikan aku satu-satunya raja di hati kamu, setelah ayah kamu, dan setia lah dengan ku!" ucap Arka.


Arka memeluk Alena.


"Cup! cup! Tuan muda ku sedang menangis! Jangan nangis dong!" ucap Alena karena mendengar Arka terisak.


"Udah dong mas, mendingan kamu mandi dan istirahat,n Aku ke bawah bakalan buat kamu makan siang!" ucap Alena.


Arka menghapus air mata nya.


"Oke baiklah! Aku mandi!" ucap Arka.


Alena pun mengambil kan Arka handuk.


"Iyah mas!" jawab Alena sambil menoleh ke arah Arka.


"Hmm Gak jadi! Aku mandi dulu!" ucap Arka tiba-tiba jadi malu karena tatapan Alena yang sangat serius.


Alena seketika tersenyum.


Dia pun keluar.


Tidak beberapa lama akhirnya Alena selesai masak dia melihat jam Sudah jam sebelas siang.


Dia memanggil Arka ke kamar nya, mereka pun makan sama-sama.


Malam hari pun tiba, Arka baru saja masuk ke kamar karena dia punya Tamu yang baru saja pulang.


Dia melihat Alena yang berbaring sambil membaca buku.


"Aku dengar handphone kamu rusak yah?" tanya Arka.


Alena meletakkan buku nya dan duduk dengan benar di samping Arka.


"Maaf mas," ucap Alena karena dia yakin Arka sudah tau kalau dia merusak handphone nya sendiri.


"Aku tau kamu merusak nya karena Marah sama aku kan?" tanya Arka dengan pelan.

__ADS_1


Alena hanya diam Saja sambil meremas ujung baju nya.


"Hmm Sudah lah jangan terlalu di pikirkan, tapi kamu tidak boleh mengulangi nya lagi!" ucap Arka.


Alena mengangguk.


"Apa benar juga kamu Mengantar kan Tania ke rumah Nenek nya?" tanya Arka.


Seketika Alena mendongak dia baru ingat kalau hari ini Tania minta di jemput.


"Tania! Aduh mas! Aku lupa untuk jemput Tania!" ucap Alena panik.


"Hmm berarti benar kamu yang ngantar nya?" tanya Arka.


"Iyah mas, waktu itu aku pamit tapi kamu bilang kamu sibuk dan segera mematikan telepon!" ucap Alena.


Arka terdiam.


"Tapi pagi tadi Tania menelpon ku untuk menjemput nya namun aku lupa!" ucap Alena.


"Besok saja jemput nya, ini sudah malam!" ucap Arka.


Alena pun mengiyakan.


Arka melihat ke arah Alena yang dari tadi tidak mau menatap nya.


Seperti nya Alena malu sehingga dia tidak mau melihat wajah Arka.


"Selamat malam anak Papah! kamu udah bobo apa belum nih? Papah mau tanya dulu, waktu Papah gak ada Mamah ngomongin aja tentang papah!" ucap Arka sambil mendekati perut Alena sehingga Alena bisa mencium aroma minyak rambut Arka yang sangat maskulin.


Tiba-tiba jantung nya berdegup kencang dan pipi nya memerah.


"Percuma saja kamu berbicara pada nya mas dia tidak akan menjawab karena itu hanya rahasia aku dan dia aja!" ucap Alena sambil tersenyum.


"Oke baiklah kali ini aku kalah, tapi aku minta kamu untuk istirahat yah ini sudah malam!" ucap Arka.


Arka pun membantu Alena untuk berbaring.


Arka mencium kening Alena mengucap selamat malam dan mencium perut Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tunggu in terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2