Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 234


__ADS_3

Dirga mendekati Jeli dan juga laki-laki yang berusaha mengganggu Jeli.


"Maaf Pak kalau mau membuat masalah Jangan di sini!" ucap Dirga.


Pria itu menatap Dirga. Lalu pergi begitu saja menatap tajam ke arah Jeli.


"Maaf yah pria itu sedang hilang kesadaran!" ucap Dirga.


Jeli tersenyum.


"Di sini Sendirian atau sedang menunggu seseorang?" tanya Dirga.


"Lagi sendiri! Ngomong-ngomong makasih yah udah bantu Nyuruh pria itu pergi!" ucap Jeli.


"Sama-sama! Saya juga harus menjaga kenyamanan pelanggan saya!" ucap Dirga.


"Boleh duduk?" tanya Dirga.


"Boleh kak, silahkan!" ucap jeli sambil tersenyum.


Dirga pun duduk di depan Jeli.


"Berarti yang punya Cafe ini adalah kakak?" tanya Jeli.


"Iyah!" jawab Dirga.


"Kenalin nama saya Jeli!" udah jeli memperkenalkan diri nya.


"Dirga! Senang berkenalan dengan kamu. Saya baru lihat kamu mampir ke sini!" ucap Dirga.


Jeli hanya tersenyum saja.


"Kalau boleh tau kamu tinggal di mana?" tanya Dirga.


"Saya tidak jauh dari sini, saya menginap di hotel dekat sini!" ucap Jeli.


Mereka berbincang-bincang sehingga terlihat akrab.


karena hari semakin malam Jeli pun pamit untuk pulang.


"Sampai jumpa lagi! Jika berkenan mampir lah lagi ke cafe ini!" ucap Dirga. jeli tersenyum.


Dirga mengantarkan Jeli sampai keluar.


"Perfek!! Tipe gue banget! Udah cantik, baik, ramah dan juga sepertinya dia wanita karier!" Batin Dirga.


Tania, Sarah dan juga Daniel baru saja sampai di rumah Sarah.


Ternyata Tania ketiduran, Daniel pun menggendong tubuh kecil Tania ke dalam.


Sarah mengikuti dari belakang, Daniel meletakkan Tania di sofa.


Sarah masuk ke dapur membuat kan teh untuk Daniel.


"Minum dulu kak!" ucap Sarah.


"Makasih!" ucap Daniel. melihat Sarah yang duduk di dekat Tania.

__ADS_1


"Kakak minta maaf sama kamu, mungkin kamu berfikir kalau kakak tidak memberi tahu keberadaan karena kakak tidak mengingat kamu!" ucap Daniel.


"Kamu salah besar! Alasan kakak tidak memberi tahu karena Kakak ingin fokus kerja terlebih dahulu dan tidak membuat suatu hari nanti kamu tidak malu bersama Kakak!" ucap Daniel.


"Itu bukan alasan kak, Sarah tidak suka dengan cara berfikir kakak!" ucap Sarah.


Daniel terdiam Sangat banyak yang mau dikatakan oleh nya namun seketika dia terdiam seribu bahasa.


Dia melihat wajah Sarah yang terlihat sangat kecewa.


"Kakak minta maaf, mungkin kamu sangat kecewa dan Marah pada Kakak, asal kamu tau Kakak juga memikirkan mu dan juga merindukan kamu!" ucap Daniel.


Tania Terdiam.


"Hmm kalau begitu kakak pulang dulu yah, ini sudah Malam!" ucap Daniel segera menghabis teh nya.


Sarah mengantarkan Daniel ke depan.


"Kak!" Panggil Sarah.


Daniel yang hendak masuk ke dalam mobil nya menoleh ke arah Sarah.


"Makasih yah udah mau nemanin kita! Makasih juga sudah mau datang ke sini!" ucap Sarah.


Daniel tersenyum.


"Aku boleh minta nomor telepon kamu?" tanya Daniel.


"Aku masih punya nomor kakak! Aku Akan mengirimkan pesan!" ucap Sarah.


"Baiklah! Kakak Permisi!" ucap Daniel.


Lagi-lagi Daniel tersenyum, Dia pun segera pergi.


Sarah masuk ke dalam rumah.


"Aku kenapa jadi seperti ini! Bahkan kemarin aku sangat marah dan kenapa tiba-tiba aku luluh begitu saja!" Batin Sarah.


Keesokan harinya Arka dan Alena Sudah pulang.


Tepat di hari Rabu.


"Cie-Cie yang baru pulang liburan! Bagaimana liburnya?" tanya Sarah yang sudah menunggu Mereka di rumah.


Alena tersipu malu.


"Aku langsung berangkat kerja yah Sayang! Kamu istirahat lah!" ucap Arka. Alena tersenyum.


Arka pun berangkat bekerja.


"Hmm kalau mau romantis jangan di depan kami dong! Aku cemburu nih!" ucap Sarah.


"Maka nya buruan nikah!" ucap Alena.


Alena menoleh ke arah Tania.


"Sini dong anak cantik! Kemarin kemana saja sama kak Sarah?" tanya Alena.

__ADS_1


"Kami di siang hari jalan-jalan Tante kalau malam nya kami cari makan di luar sama Om Daniel!" ucap Tania.


"Om Daniel yah?" tanya Alena sambil menoleh ke arah Sarah yang sudah membuang muka nya.


"Iyah Tante! kami juga main ke taman!" ucap Tania.


"Oohhh main ke taman yah!" ucap Alena lagi sambil mengangguk-angguk kan Kepalanya.


Sarah terlihat sudah sangat gugup.


"Hmm seperti aku harus segera pergi, aku ada urusan!" ucap Sarah.


Alena hanya melihat Sarah yang sudah salting dan pergi begitu saja. Alena tersenyum melihat Sarah.


"Kemarin kata nya tidak akan mau dekat atau pun ketemu Mas Daniel, tapi nyata nya si tukang ngambek mudah banget luluh nya!" ucap Alena.


"Ya udah kalau gitu kita Makan siang yok sayang! Tante sangat lapar, om mu terlalu jahat dia tidak memberikan Tante Makan siang!" ucap Alena sambil tersenyum.


Sarah menuju ke toko nya dia kesana Hanya ingin menghilangkan rasa bosan nya saja karena biasanya Dia jarang ke sana dia hanya duduk manis menunggu laporan dari bendahara atau kasir nya.


Dan semua usaha yang di buat oleh Sarah berjalan lancar.


"Kenapa aku begitu malu di saat Tania menceritakan itu yah!" Batin Sarah sambil mengemudi.


Arka baru saja sampai dengan perusahaan dia di sambut hangat oleh semua karyawan nya.


Seperti biasa Rico yang akan menemani Arka ke ruangannya membaca kan jadwal sementara Aris di ruangan nya sibuk dengan kertas-kertas di depan nya bahkan dia tidak tau kalau Arka datang ke kantor hari ini.


Hari ini Arka tidak ada jadwal Untuk keluar dia hanya menandatangani beberapa formulir.


Setelah selesai menjelaskan semuanya Rico pamit ke ruangan nya.


Namun ternyata di luar ada Jeli.


"Eh Ibu! Mau cari pak Arka yah?" tanya Rico.


"Saya benci panggilan kalian pada saya! Ibu! Emang saya sudah terlihat tua!" ucap Jeli dengan judes nya.


"Mmm bahkan ibu cemberut saja terlihat cantik namun kalau di kantor kami harus memanggil sebutan itu karena ibu adalah atasan kami!" ucap Rico.


"Ah sudahlah terserah kamu, saya ke sini mau mencari Daniel! di mana dia?" tanya Jeli.


Rico Menatap Wajah Jeli dengan tatapan aneh seakan mencurigai.


"Kamu jangan tatap saya seperti itu, saya Atasan kamu kamu tidak sopan jika menatap saya seakan menuduh saya pencuri!" ucap jeli.


"Santai dong buk, tapi ngomong-ngomong ada apa dengan Daniel? Apa dia membuat kesalahan?" tanya Rico.


"Kamu jangan kepo! sekarang kasih tau di mana Daniel!" ucap Jeli. Namun ternyata Arka keluar dari ruangan nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2