
**Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S**
Jam kerja sudah selesai Alena keluar bersama Aris sementara Arka masih ada Klien di ruang miting.
Mereka segera menuju ke rumah sakit mengunakan mobil Aris Sebelum sampai ke rumah sakit Alena terlebih dahulu singgah untuk membeli buah.
Akhirnya mereka sampai ternyata Wijaya sudah di pindahkan ke ruangan khusus untuk rawat inap dan Sudah bebas bisa menjenguk nya.
"Selamat sore pak!" sapa Aris pada Wijaya yang terbaring di tempat tidur.
Wijaya hanya tersenyum.
"Kamu juga datang ke sini? Arka mana?" tanya Wijaya pada Alena yang duduk di kursi dekat tempat tidur Wijaya.
"Hmm itu Pak, Tuan muda sedang ada Klien di kantor dia tidak bisa ke sini!" ucap Alena.
Tiba-tiba Mood Wijaya hilang dia merubah ekspresi nya jadi sedih.
Alena memerhatikan Wijaya yang tiba-tiba sedih.
"Oh iya nih pak, saya Membawakan buah untuk Bapak!" ucap Alena sambil menunjuk Kantong plastik yang berisi buah.
"Aduh makasih sekali Alena! kamu sangat baik, saya Boleh Minta tolong kupas kan!" ucap Wijaya.
"Oh baik lah pak tidak masalah!" ucap Alena dia pun mulai mengupas kan Jeruk yang ada di tangan nya.
Aris yang duduk di sofa pun tersenyum ke arah Alena yang sangat lah perhatian dan sangat iklas peduli pada Wijaya dari tadi senyum indah Alena tidak pernah lepas dari Wajah nya.
"Sangat jarang perempuan seperti ini!" batin Aris mengagumi Alena.
"Oh Iyah Aris gimana dengan proposal acara yang akan kita laksanakan Minggu depan?" tanya Wijaya.
"Semua nya sudah beres pak, dan semua sudah di periksa sama Bu Alena!" jawab Aris.
"Baik lah terimakasih nak, saya sangat percaya pada mu!" ucap Wijaya.
"Dimana Ayah mu?" tanya Wijaya pada Aris.
"Ayah sedang ada kerjaan di Bogor Pak, Tadi pagi dia berangkat, dia hanya bisa titip salam dan minta maaf karena belum bisa menjenguk Bapak!" ucap Aris.
__ADS_1
Wijaya pun hanya terdiam sambil menikmati buah yang telah di kupas kan oleh Alena.
"Bagaimana pendapat kamu tentang Arka belakangan ini?" tanya Wijaya langsung.
Tiba-tiba Alena terdiam karena dia sangat bingung dan gugup jika Wijaya bertanya seperti ini.
"Maksudnya apa Pak?" tanya Alena.
"Belakangan ini kan Arka bersama kamu, apakah dia tidak ada membahas apa-apa tentang Clara?" tanya Wijaya.
"Tidak ada pak, tuan muda tidak ada membahas apa pun selain tentang pekerjaan pak!" jawab Alena sedikit gugup karena dia sudah bohong.
"Oohh begitu, jadi bagaimana tentang kamu hubungan mereka sekarang, sebenarnya Bapak Sudah mau menyerahkan keputusan pada Arka, namun keluarga Clara datang pada Bapak meminta pertanggung jawaban karena jika pernikahan mereka batal nama baik mereka akan hancur dan jelek di mata orang!" ucap Wijaya.
"Sudah lah pak, besok saja bahas nya, yang penting sekarang Bapak harus cepat sembuh!" ucap Alena.
"Hmm kemauan Bapak ingin seperti itu, namun nama nya sudah tua sangat lah susah untuk sembuh dan juga sangat banyak jadi beban fikiran!" ucap Wijaya.
"Nanti saya akan mencoba berbicara dengan Mas Arka!" ucap Alena.
Wijaya dan Aris langsung menatap Alena bingung.
"Eh maksud saya Tuan muda, saya akan berbicara pada nya agar membahas ini dengan Bapak setelah Bapak Sudah sembuh!" ucap Alena Sudah mulai gugup lagi.
Sementara di tempat lain Arka baru saja keluar dari ruangan nya dia langsung menuju ke mobil dengan semangat karena dia tidak sabar ingin bertemu dengan Istri nya itu.
"Ya ampun Alena! kamu kemana sih, Bukan nya tadi dia sudah mengiyakan kalau akan menunggu ku di mobil!" ucap Arka Kesal.
Dia mencoba terus menghubungi Alena namun tak juga di jawab.
Dia sudah sangat kesal dan dia sekarang sudah tidak tau dimana Alena.
Dia pun bertanya pada security ternyata security pun tidak tau.
Arka pun menelpon Supir nya untuk menjemput nya dan pulang ke rumah Alena.
Setelah sampai di rumah Alena ternyata Alena tidak ada, hanya ada orang bayaran Alena yang sedang membersihkan rumah nya, Arka pun memilih untuk segera ke kamar Alena.
Di tempat lain Alena baru saja berbincang-bincang dengan Wijaya tiba-tiba dia teringat handphone nya yang tertinggal di dalam mobil Aris.
"Ya ampun! aku lupa, handphone Ku!" Batin Alena.
Dia lupa ternyata dia sudah ada janji menunggu Arka di dalam mobil.
Dan juga dia melihat jam tangannya sudah jam enam Sore.
__ADS_1
"Pasti mas Arka Sudah nungguin aku!" batin Alena.
Alena pun Ijin untuk pulang.
"Kalau begitu saya pulang dulu yah pak, Sudah magrib!" ucap Alena.
"Iyah, kamu hati-hati lah, terimakasih banyak Sudah mau repot-repot datang ke sini bersama Aris!" ucap Wijaya.
Alena pun tersenyum.
"Kalau begitu saya juga pulang yah pak, besok pagi saya akan kesini mengurus Kepulangan Bapak!" ucap Aris.
Wijaya pun menginyakan.
Mereka berdua pun turun ke bawah.
"Biar saya antar pulang!" ucap Aris.
"Tidak usah pak, saya bisa sendiri!" ucap Alena.
"Saya tidak enak jika membiarkan Kamu pulang sendiri!" ucap Aris.
Akhirnya Alena pun mau, namun sebelum Sampai di rumah Aris terlebih dahulu singgah di masjid karena sudah Azan Magrib.
Alena pun ikut turun, setelah selesai sholat Mereka pun segera pulang.
Setelah Sampai Alena langsung turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih pada Aris.
Aris pun ikut turun.
"Bapak mau singgah dulu?" tanya Alena.
"Tidak perlu! saya hanya ingin mengucapkan terimakasih sama kamu, semenjak kedatangan kamu ke rumah sakit pak Wijaya Sudah mulai membaik dan juga kamu sudah mau membujuk Tuan muda!" ucap Aris.
"Hmm sebenarnya yang berterima kasih itu bukan Bapak tapi tuan muda, namun saya tau kok Bapak Sudah menganggap pak Wijaya seperti ayah Sendiri!" ucap Alena.
"Saya salut sama kamu, kamu sangat ikhlas dan di wajah ku kelihatan wajah aura iklas ramah!" ucap Aris.
Alena tersenyum.
"Ternyata selain dingin dan cuek bapak bisa juga yah memuji orang lain!" ucap Alena sambil tersenyum.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏