Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 219


__ADS_3

Arka Melihat ke arah Alena. Dia mencoba menenangkan diri nya keluar dari kamar itu.


Dia masuk ke kamar Tania.


"Loh Tania kemana! kenapa dia tidak di sini!" ucap Arka.


Arka keluar mencari keberadaan Tania dia pun bertanya pada Pelayan dan pelayan pun tidak tau karena Tania tadi pagi pergi dengan Alena dan juga pengasuh Tania tidak ada di rumah.


pengasuh Tania tinggal bersama Tania di rumah Nenek nya karena Alena akan menjemput nya lagi kalau Tania minta jemput.


Arka ingin menanyakan langsung ke pada istri nya. dia masuk ke kamar dan Ternyata Alena Sudah tidur.


Arka mendekati Alena dan menyelimuti nya.


Arka mengelus perut Alena yang sudah besar itu.


Tiap malam Arka harus mengelus perut Alena dan berbicara dengan calon anak nya itu kalau tidak dia tidak akan bisa tidur walau Alena tidak tau karena dia sengaja melakukan itu di waktu Alena tertidur lelap.


"Maaf yah Nak kali ini kamu harus mendengarkan pertengkaran mamah sama Papah, Ayah juga minta maaf sudah terlalu mengabaikan kalian, tapi papah tidak berniat seperti itu, walaupun badan papah jauh dari kalian namun hati papah selalu sama Mamah dan kamu!" ucap Arka dengan pelan ke perut Alena.


Arka pun menyudahi pembicaraan nya dengan calon anak nya dia melihat ke wajah cantik Alena.


"Jika kamu tidur seperti ini kamu sangat lah imut dan cantik namun jika kamu sudah bangun, imut nya hilang karena wajah kamu sangat jarang tersenyum tulus pada ku!" Batin Arka.


Keesokan harinya Arka bangun terlebih dahulu dan Melihat Alena yang masih tidur.


Arka melihat jam sudah jam delapan pagi Arka segera bergegas mandi dan siap-siap.


Namun Alena tak kunjung bangun Arka pun keluar dari kamar dia mau berangkat ke kantor dia juga tidak enak membangun kan Alena.


Namun saat melewati Meja makan dan ternyata sudah sedia sarapan.


"Siapa yang masak bik?" tanya Arka.


"Non Alena Tuan! Dia memaksakan pagi-pagi sekali masak sarapan untuk Tuan muda agar bisa sarapan sebelum berangkat kerja!" ucap Pelayan itu.


Arka segera makan dia tidak ingin membuat Alena kecewa.


"Bik Tolong bilang sama Alena kalau saya berangkat bekerja dia sedang tertidur!" ucap Arka.


"Baik Tuan!" jawab Pelayan itu.

__ADS_1


Arka pun segera keluar.


Sementara Alena baru saja bangun karena badan nya kurang enakan karena Alena dalam masa menyusul skripsi dia tidak perlu aktif hadir ke kampus.


Alena Melihat Arka Sudah tidak lagi di samping nya Alena beranjak dari kasur namun tiba-tiba saja dia pusing.


"Ya Allah apa yang terjadi, kenapa kepala ku rasa nya sangat berat!" ucap Alena. Biasanya pinggang dan perut nya terasa sakit namun kali ini Kepala nya.


Alena memanggil pelayan melalui telepon yang di samping nya.


Pelayan datang dan membantu Alena meminum obat namun sakit kepala Alena tidak kunjung sembuh Pelayan memijit-mijit kepala Alena agar lebih baik.


Hari sudah jam sebelas siang Alena Melihat ke arah handphone nya berharap Arka akan memberikan kabar namun sama sekali tidak.


Alena tidak berselera mau melakukan apa pun, bahkan untuk makan aja saja dia tidak berselera, dia dari pagi tidak turun dari kasur.


"Nona Alena! di luar ada Supir Tuan muda yang mau menjemput koper milik Tuan!" ucap Pelayan yang baru saja masuk ke kamar.


"Apa mas Arka juga pulang?" tanya Alena.


"Tidak Nona! Hanya ada supir saja, kalau begitu saya ijin keluar dulu!" ucap Pelayan itu sambil menarik koper besar milik Arka yang sudah di siap kan oleh pelayan setelah Arka berangkat kerja.


"Bahkan mas Arka sama sekali tidak mengabari aku, dia berangkat ke tempat yang sangat jauh tanpa pamit dengan kami apa sebegitu tidak penting kah aku pada nya!" ucap Alena dengan nada sedih.


Alena Melihat kearah Handphone nya.


Tiba-tiba Alena melempar nya ke Dingding.


"Arghhhh!!!! Kamu jahat mas, aku sudah berusaha sabar dan mengerti namun kamu semakin menyakiti aku!" ucap Alena terduduk lemas di lantai sambil menangis.


Handphone Alena sudah hancur pecahan nya sudah berserak.


"Hiks! hiks! hiks! Kemana mas Arka yang dulu perduli dan yang sangat sayang dan mementingkan aku dari pada kerja an nya, kemana dia!" ucap Alena.


Alena menangis sejadi-jadinya.


Siapa sih yang gak sedih di tinggal Begitu saja Tampa pamit Bahkan Alena tidak tau suami nya kapan pulang.


Melihat koper Arka yang sangat besar dan Mengingat juga waktu di Eropa yang sangat lama sehingga ada sekitar enam bulan.


Itu lah sebab nya Alena Sangat sedih dan merasa tidak di hargai.

__ADS_1


Sementara pelayan yang mendengar dari kamar Alena suara bantingan pun segera masuk ke kamar karena pintu tidak di tutup.


"Auh!! perut ku sangat sakit! Ya Allah kenapa Sangat sakit!" Batin Alena memegang perut nya.


Pelayan yang baru saja datang dan segera membantu Alena naik ke kasur.


Alena di berikan minun obat yang biasa Alena konsumsi menghilangkan rasa sakit nya.


"Non Alena Kenapa? Sebaiknya Non jangan terlalu banyak fikiran karena tidak baik dengan janin Non Alena, dokter juga menyarankan seperti itu!" ucap Pelayan.


"Baik lah saya tau, saya mau sendiri kamu tolong keluar yah, makasih banyak udah bantuin saya tadi kalau tidak ada kamu saya tidak tau apa yang akan terjadi!" ucap Alena karena jika merasa sakit Alena tidak kuat sekedar mau Berdiri saja.


Pelayan itu tersenyum dan Ijin pamit keluar.


Sementara di tempat lain Arka masih sangat sibuk dengan miting nya.


Tidak beberapa lama akhirnya miting selesai.


"Selamat yah pak atas proyek baru nya," ucap salah satu rekan nya.


"Terimakasih pak. Ini semua juga berkat bantuan bapak Kalau bukan kerja sama tidak mungkin semua nya berjalan dengan lancar!" ucap Arka.


Mereka pun saling berterima kasih dan rekan nya itu segera pergi.


"Riko! Siap kan mobil saya akan pulang ke rumah untuk mengambil koper ini sudah telat ke Bandara! Daniel di mana?" tanya Arka pada sekretaris nya.


"koper dan barang-barang bapak sudah di dalam mobil," ucap Riko.


"Loh siapa yang membuat nya di mobil?" tanya Arka.


"Maaf pak saya lancang namun ini sudah sangat telat ke Bandara bisa-bisa Bapak ketinggalan pesawat itu lah sebab nya saya meminta Supir menjemput barang-barang bapak!" ucap Riko.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2