Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 236


__ADS_3

Sarah yang sedang memegang gelas pun terjatuh ketika mengetahui itu adalah Menang Daniel.


Daniel sama sekali tidak menyadari jika Sarah melihat nya dia mengelilingi mobil dan pergi.


Air mata Sarah seketika mengalir di pipi mulus nya itu.


"Aku kira kamu adalah laki-laki baik! Ternyata aku salah!" ucap Sarah.


Sementara Arka baru saja sampai ke rumah.


"Assalamualaikum!" sapa Arka Setelah sudah di kamar mencari keberadaan istri nya.


"Walaikumsalam!" jawab Alena yang ternyata dari kamar Tania.


Arka tersenyum.


"Aku pikir kamu sudah tidur!" ucap Arka.


Alena mendekati Arka dan memeluk nya, Arka bingung tumben-tumbenan istri nya seperti itu.


"Kamu kenapa?" tanya Arka.


"Biar kan aku memeluk kamu seperti ini mas!" ucap Alena.


"Tapi aku belum mandi! Kamu ngomong kamu kenapa!" ucap Arka.


Alena melepaskan pelukannya dia tersenyum.


"Makasih mas sudah mau menerima aku apa adanya!" ucap Alena.


Arka menaikkan alis nya semakin Bingung.


"Mendingan kamu mandi gih mas kamu bau keringat!" ucap Alena.


"Kamu aneh deh, kamu Kesambet Apaan?" tanya Arka.


"Ya udah deh aku mandi dulu," ucap Arka.


Alena mengangguk.


Daniel membawa Tania ke restoran yang paling besar di kota itu.


Jeli sangat senang akhirnya dia bisa juga makan malam dengan Daniel.


"Makasih yah udah mau nemenin saya!" ucap Jeli.


Daniel pun tersenyum.


Entah mengapa Jeli Sangat nyaman dengan Daniel.


"Hmm Daniel!" Panggil Jeli.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya Jeli. Daniel yang sedang makan pun terbatuk-batuk.


"Hati-hati!" ucap Jeli sambil memberikan minum.

__ADS_1


"Makasih!" ucap Daniel.


Sementara di tempat lain Sarah memutuskan untuk segera pulang dengan perasaan hancur.


Baru saja satu hari itu dia merasa bahagia karena sudah baikan dengan Daniel namun malam ini dia harus melihat yang tidak ingin dia lihat.


Sarah memarkirkan mobilnya di depan rumah nya.


"Hiks! hiks! hiks, Kakak jahat! Aku benci sama Kakak!" Teriak Sarah sambil memukul-mukul stir mobil nya.


"Aku sudah berusaha untuk jadi lebih baik, bahkan aku mau perbaiki diri dan meninggalkan dunia ku yang dulu demi Kakak, namun sekarang apa yang Kakak balas pada ku!" ucap Sarah.


Dia sangat prustasi di benak nya teringat jelas di saat Daniel membuka pintu mobil pada jeli Sambil tersenyum.


"Kenapa begitu sakit! Kenapa?" ucap Sarah pada diri nya sendiri sambil menggenggam erat baju nya.


Karena dia sangat pusing dia memilih untuk pergi ke sebuah Club malam mengundang teman-teman nya bertemu di sana.


Hari semakin malam Aris baru saja sampai di rumah nya karena dia dari rumah pak Wijaya.


Pak Wijaya ingin bertemu dengan nya dia pun setelah pulang kerja sengaja mampir ke sana.


Namun sebelum masuk ke rumah dia melihat layar handphone nya melihat nomor Aisyah.


"Kenapa aku tidak berhenti memikirkan nya, dan juga aku tidak punya nyali untuk menghubungi nya!" batin Aris.


Di tempat lain Aisyah duduk di depan teras asrama kampus.


"Seandainya Kakak tau bagaimana perasaan ku sekarang! Aku sangat merindukan Kakak, aku ingin melihat wajah kakak walau Kakak jarang tersenyum tapi aku sangat rindu!" ucap Aisyah.


Dia melihat nomor Aris biasa nya dia Akan mengirimkan pesan dan malam hari sekedar mengucapkan selamat malam namun dia ingin melakukan nya tapi dia menundanya.


"Kak Aris!" ucap Aisyah seketika wajah nya tersenyum dan jantung nya berdegup kencang.


"Halo Kak!" ucap Aisyah.


"Alhamdulillah akhirnya kamu menjawab juga, kakak Lagi gak ganggu kamu kan?" tanya Aris.


"Ada apa kakak nelpon malam-malam? ini sudah malam lebih baik Kakak tidur, Aisyah juga mau tidur!" ucap Aisyah.


"Hmm oke baiklah! Besok jam dua belas siang Kakak tunggu kamu di depan gerbang kampus!" ucap Aris.


"Ada apa kakak menunggu ku di depan gerbang?" tanya Aisyah.


"Kakak mau ketemu sama kamu! Ya udah kamu segera istirahat!" ucap Aris dan mematikan sambungan telepon.


Aisyah terdiam ada rasa bahagia namun Masih ada rasa kesal karena sudah dingin di luar dia pun masuk.


begitu juga dengan Aris dia segera masuk ke dalam rumah nya.


Keesokan harinya Seperti biasa jam delapan pagi Arka Sudah di kantor.


"permisi pak! Ini dokumen yang Harus bapak tanda tangani!" ucap Daniel pada Arka yang ada di ruangan nya.


Arka pun memeriksa nya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi yah pak!" ucap Daniel karena semua nya sudah di tanda tangani oleh Arka.


"Tunggu dulu! Saya mau tanya kamu dengan Jeli ada hubungan apa?" tanya Arka.


Daniel Terkejut dengan pertanyaan Bos nya itu.


"Maksud nya pak?" tanya Daniel.


"Saya melihat kalian sangat dekat dan juga Jeli bahkan sering meminta mu untuk menemani!" ucap Arka.


"Kami tidak ada hubungan apa-apa pak selain atasan dan bawahan, saya menemani Bu Jeli karena perintah bapak!" ucap Daniel.


"Tapi tadi malam kalian dinner kan?" tanya Arka.


Daniel terdiam.


"Ah sudahlah kamu jangan terlalu kefikiran, saya hanya bertanya saja. Bukan kah lebih baik kamu dekat dengan jeli, wanita yang cantik, pintar dan kaya!" ucap Arka bercanda.


"Bukan begitu pak, saya memang tidak ada berniat untuk seperti itu, saya hanya menganggap Bu Jeli sebagai atasan saya!" ucap Daniel.


"Baiklah saya mengerti karena yang ada di hati kamu adalah Sarah!" ucap Arka.


Daniel pun tersipu malu.


"Kalau begitu saya mohon diri pak!" ucap Daniel.


Arka pun tersenyum.


Daniel sampai di ruangan nya mencoba menelpon Sarah namun tidak bisa bahkan sudah mengirimkan pesan namun tidak ada balasan.


"Ada apa dengan Sarah kenapa tidak ada kabar!" batin Daniel.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang waktu nya jam istirahat, Aris segera menuju ke gerbang kampus Aisyah karena dia berniat akan berbaikan dia sudah tau apa yang harus dia lakukan.


Sementara Daniel menuju ke rumah Sarah.


Setelah sampai di sana keadaan nya sangat sepi bahkan mobil Sarah tidak ada.


Daniel Bingung Sebenarnya Sarah kemana.


"Kak Aris!" sapa Alena yang baru saja keluar dari kampus hendak Masuk ke dalam mobil namun melihat Aris seperti menunggu seseorang dia pun menyusul nya.


"Alena!" ucap Aris sambil tersenyum.


"Kakak kok bisa di sini? Nungguin Bu Aisyah yah?" tanya Alena.


"Iyah! Kalau boleh tau dia di Mana yah?" tanya Aris.


"Dia masih di dalam kelas, seperti nya sebentar lagi akan keluar!" ucap Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, Jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen. Dan Vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2