
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Arka menatap ke arah Alena yang terduduk di lantai.
"Oke baiklah aku akan ke sana!" ucap Arka.
Alena hanya diam saja.
"Tunggu apa lagi! ikut lah dengan ku!" ucap Arka.
Alena mencoba untuk memaksakan tubuh nya yang sudah lemas untuk bangkit dari duduknya.
Dengan Kepala pusing dia mengikuti langkah Arka ke dalam mobil. Semua pelayan sama Sekali tidak paham apa yang terjadi, tapi mereka sangat iba melihat Alena.
Arka dan supir duduk di depan sementara Alena duduk di belakang, dia dalam perjalanan sama sekali tidak ada percakapan apa-apa.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah pak Wijaya.
"Ayo Alena. Kamu kuat, kamu gak boleh nyerah!" Batin Alena menyemangati diri nya yang sudah sangat lemas bahkan berjalan saja dia sudah sangat pusing.
"Selamat malam tuan muda!" sapa Pelayan.
"Mana ayah?" tanya Arka dengan nada datar. Sementara Alena hanya bisa berdiri sedikit jauh dari Nya.
"Pak Wijaya di kamar nya Tuan." jawab Pelayan.
Arka berjalan ke lantai atas di ikuti oleh Alena.
Terlebih dahulu Arka mengetuk Sebelum masuk, sebelum ada jawaban Arka membuka pintu kamar Wijaya.
Ternyata Wijaya sedang duduk di sofa sambil menonton TV.
Wijaya melihat ke arah Arka dan Alena.
"Duduk!" ucap Wijaya dengan nada dingin.
Arka dan Alena duduk di sofa panjang.
__ADS_1
"Ayah tidak perlu basa-basi dari kalian berdua lagi, Ayah mau ceritakan apa yang terjadi, dan apa maksud kalian melakukan ini!" ucap Wijaya.
"Sebelum nya Arka minta maaf Ayah!" ucap Arka, belum selesai berbicara Wijaya langsung memotong kata-kata Arka.
"Ayah tidak butuh kata-kata Maaf dari kamu! sekarang beritahu ayah apa alasan Kalian melakukan ini!" ucap Wijaya marah.
Entah mengapa Arka terdiam seribu bahasa Ketika mendengar Wijaya marah, Alena hanya diam tertunduk.
"Aku mencintai Alena Alena!" ucap Arka.
Wijaya Seketika terkejut karena dia tidak berfikir kalau Arka bisa mencintai sekretaris nya itu, Wijaya mengusap kasar wajah nya.
Wijaya hanya Butuh jawaban itu saja, karena dia sudah tau di mana Mereka menikah dan kapan. Awalnya Wijaya tidak berfikir sampai ke sana Karena apa mereka menikah Sangat lah di luar pemikiran Wijaya.
"Ayah sangat kecewa pada mu Arka! Hanya karena dia kamu membatalkan pernikahan mu dengan Clara!" ucap Wijaya karena dari dulu Wijaya Sangat lah ingin menjadi kan Clara menantu dan juga tergiur ingin bekerjasama dengan perusahaan Clara.
"Bukan karena Alena Ayah! hanya saja kami tidak ada kecocokan!" ucap Arka.
"Entah lah Ayah tidak habis Fikir dengan cara berfikir kamu Arka! Banyak wanita di luar sana," ucap Wijaya.
Entah mengapa Alena sedikit tersinggung dengan kata-kata Wijaya.
"Ya Allah kenapa aku tidak terima dengan kata-kata pak Wijaya, seakan kata-kata mengucap kan aku tidak cocok dengan Mas Arka!" Batin Alena.
"Saya minta maaf pak, ini salah saya! Mulai dari sekarang saya yang akan pergi dari hadapan Bapak dan tuan muda, tapi saya mau Bapak memaafkan kesalahan yang kami buat dan Alena Sangat berterima kasih banyak pada bapak, kalau bukan karena Bapak Alena tidak bisa seperti ini!" ucap Alena memasang wajah tersenyum.
Alena keluar menahan air mata sampai keluar dari rumah itu, Alena berlari keluar dari rumah halaman rumah itu, air mata nya Seketika keluar.
"Kenapa cinta ku di uji seperti ini ya Allah, kenapa pernikahan ini sangat lah rumit," keluh Alena sambil berjalan dengan terseok-seok di asal besar itu.
"Dari awal aku sudah salah telah mencintai orang yang jauh lebih kaya dan terpandang sementara aku jauh dari kata itu!" Batin Alena.
Sementara di kamar Wijaya. Arka kaget dengan kata-kata Alena begitu juga dengan Wijaya.
"Sekarang Arka tau Ayah Sangat marah, tapi asal Ayah tau aku sangat mencintai Alena, dia perempuan baik, karena dia ada Arka berubah, Arka rela kehilangan semua nya asal jangan kehilangan Alena!" ucap Arka menekan kata-kata nya.
"Tapi apa kata orang kalau tau kamu menikah dengan perempuan sekretaris kamu sendiri! kita sangat jauh dari keluarga Alena Arka!" ucap Wijaya.
"Maksud Ayah karena Alena berasal dari keluarga sederhana! Arka tidak peduli itu Ayah," ucap Arka dan segera pergi meninggalkan Wijaya yang terdiam.
Wijaya tiba-tiba merasakan sesak Dada nya, dia menekan tombol agar Pelayan datang ke kamar nya.
__ADS_1
Setelah pelayan datang Wijaya di bantu berbaring di kasur ada juga yang mencari obat yang biasa Wijaya konsumsi dan meminta dokter datang.
Sementara Arka mengeluarkan mobil nya dari halaman rumah Wijaya karena kata security Alena berjalan keluar dari pagar.
"Alena kamu di mana? jawab dong!" ucap Arka sambil menelpon nomor Alena.
Sementara sekarang Alena Sudah dan rumah sakit di bawa oleh Sarah, sementara Handphone nya tinggal di rumah Alena.
Alena pulang dari rumah Wijaya memilih untuk naik Ojek karena kepala nya sangat pusing badan nya lemas.
Namun setelah sampai di jalan ramai Alena tiba-tiba hilang kesadaran sehingga ojek yang di tumpangi nya jatuh dan Alena pinggsan.
Dan untungnya Sarah sedang berjalan lewat sana, karena macet Sarah terpaksa turun dan Melihat apa yang terjadi.
Dia syok ketika melihat Alena yang terbaring dengan keadaan pucet di jalan.
Sarah langsung meminta warga agar Membantu diri nya membawa Alena ke dalam mobil.
"Ya Ampun Alena! apa yang terjadi pada mu, kenapa kamu kelihatan sangat acak-acakan!" Batin Sarah khawatir sambil membawa Alena ke rumah sakit terdekat.
Setelah sampai di rumah sakit Alena segera di periksa di pasang kan infus.
Tiba-tiba handphone Sarah Berdering.
"Halo sayang! kamu di mana? kenapa kamu sangat lama?" tanya seseorang di balik telepon, siapa lagi kalau tidak om-om simpanan Sarah.
"Maaf yah sayang aku sedikit terlambat aku membantu teman aku, aku akan segera kesana sekarang!" ucap Sarah.
panggilan telepon pun terputus.
Sebenarnya Sarah tidak ingin meninggalkan Alena yang belum ada kabar karena dia tidak boleh masuk.
"Ya sudah aku besok akan ke sini lagi," Batin Sarah.
Dia pun meninggalkan rumah sakit.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak, dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***