Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 168


__ADS_3

Ajeng tidak banyak protes dia segera melaksanakan perintah bos nya itu dan segera keluar dari kamar Arka.


Setelah di luar tiba-tiba Intan menarik rambut Ajeng sehingga Ajeng menjerit kesakitan semua pelayan melihat ke arah mereka namun tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kamu kenapa melakukan itu pada ku!" ucap Ajeng Setelah intan melepaskan rambut nya.


"Heh Lo jangan coba-coba untuk dekatin Arka! Kalau tidak Lo akan tau akibatnya!" ucap Intan dengan tatapan tajam sambil mendorong Bahu Ajeng.


Ajeng bingung dengan perkataan intan namun dia bisa menyimpulkan kalau intan mengira kalau Ajeng mencoba mendekati bos nya.


"Kamu dengar gak? Awas aja kalau sempat gue tau!" ucap intan lagi.


"Sebelumnya aku minta maaf dulu nih yah Bu dokter, saya tidak ada mendekati pak Arka karena saya tau dia punya istri saya sadar diri, bukan nya ibu bukan siapa-siapa sok-sokan mau ngancem saya!" ucap Ajeng.


"Jaga mulut Lo yah, baru aja jadi Sekretaris udah belagu!" ucap intan tidak terima dengan kata-kata Ajeng.


"Sudah lah saya mau permisi saya tidak ada waktu untuk meladeni wanita bermuka dua!" ucap Ajeng dan segera pergi.


Intan Sangat kesal karena baru kali ini ada perempuan yang berani melawan nya.


Ajeng segera keluar dari rumah Arka yang sangat luas dan mewah itu.


"Aku harus mencari Bu Alena, aku juga harus menjelaskan apa yang terjadi di cafe itu aku tidak ingin mereka selalu salah paham!" ucap Ajeng sambil menyetir.


Di kamar, Arka mencoba melacak keberadaan Alena dan ternyata Handphone nya mati sehingga tidak bisa di lacak.


"Bagaimana kalau kamu coba hubungi Aris siapa tau Aris tau di mana Alena!" ucap Wijaya.


Arka terdiam, jangan kan menelpon nya mendengar nama nya saja dia tidak mau namun ini demi mencari Alena akhirnya dia pun mau.


Namun handphone Aris tidak aktif juga, bisa jadi Aris sedang kerja mau pun rapat.


"Coba orang suruhan kamu mencari Alena ke kampus!" ucap Wijaya lagi.


Arka segera mengikuti perintah Wijaya.


Mereka hanya menunggu kabar saja.


Arka yang sedang tidak enak badan hanya bisa berbaring sambil di suapin oleh ketua Pelayan dan setelah habis makan bubur dia makan obat agar badan nya sedikit mendingan.


Satu jam kemudian Arka sudah mendapatkan kabar kalau Alena baru saja keluar dari kampus, Arka segera menelpon orang suruhan nya itu dan meminta mereka mengikuti Alena kemana pun jangan sampai ketahuan.

__ADS_1


Arka Sangat ingin menghampiri Alena langsung, namun badan nya tidak mengijinkan dan Wijaya pun melarang.


Hari semakin siang Alena pun sudah di penginapan nya.


"Ya Allah kenapa Pinggang ku Begitu sakit dan aku sama sekali tidak berselera untuk makan!" ucap Alena sambil membaringkan tubuhnya di kasur.


Alena mengelus perut nya.


"Tolong nak kali ini jangan terlalu menyusahkan Mamah, kamu jangan banyak tingkah!" ucap Alena pada janin nya.


Karena tiba-tiba dia sangat ingin bersandar di bahu Arka dan ingin perut nya di pegang oleh Arka agar dia lebih nyaman.


"Kamu minta yang lain yah nak, jangan itu Maaf kan Mamah!" ucap Alena sambil tersenyum.


Dia pun keluar dari penginapan nya mencari cemilan di Indomaret.


Namun Dia Melihat bayi perempuan yang sedang di gendong oleh Mamah nya di Indomaret itu.


Dia jadi sangat ingin menggendong nya, akhirnya dia memberanikan diri untuk menyapa ibu itu.


Namun ibu itu bisa menebak kalau Alena sedang hamil dan anak nya laki-laki Alena hanya tersenyum saja.


Alena hanya menanggapi nya tersenyum saja.


Tidak beberapa lama akhirnya Alena pun pulang lagi ke hotel nya.


Namun dia sama sekali tidak berselera untuk makan apa yang dia beli itu, dia malah ingin berbaring di kasur.


Dia melihat Handphone nya yang mati dia membiarkan nya saja.


"Sekarang mas Arka lagi ngapain yah," batin Alena.


"Sebenarnya niat aku sekarang bagaimana sih, aku bingung dengan jalan hidup ku sekarang, apa aku akan benar-benar menyerah Atau aku harus sabar!" Batin Alena.


Perlahan air mata nya keluar.


"Kamu sangat berubah mas, kamu bukan Arka yang dulu lagi yang mau berubah jauh lebih baik demi wanita yang kamu cintai dan masa depan kamu, sekarang kamu sudah sangat jauh berubah dan lebih mementingkan ego kamu, bahkan kamu bisa menyalah kan aku dan tidak mau mendengar kan aku!" Batin Alena.


Alena larut dengan kesedihan nya sehingga dia tertidur.


Di tempat lain Wijaya baru saja keluar dari kamar Arka mau pulang ke rumah nya.

__ADS_1


Dan ternyata dari tadi Intan menunggu nya di ruang tamu.


"Maaf kan sifat Arka tadi yah, kamu sudah lama kenal dengan dia jadi kamu pasti paham!" ucap Wijaya pada intan.


"Iyah Pak, gak apa-apa kok, saya Ijin sebentar kekamar nya mau memberitahu dosis obat untuk di konsumsi oleh nya!" ucap intan.


Wijaya pun mengiyakan intan segera masuk ke kamar Arka.


Dan ternyata Arka sudah tidur intan duduk di pinggir kasur.


Dia tersenyum.


"Lama atau cepat kamu akan Milik ku lagi sayang!" batin intan sambil mengelus kepala Arka dan juga pipi nya.


"Alena!" ucap Arka dan langsung membuka mata nya namun lagi-lagi emosi nya naik Melihat Intan.


"Keluar!" teriak Arka.


"Tenang sayang! Kamu jangan marah-marah seperti itu, aku tau kamu kesepian kan, asal kamu tau aku akan selalu ada untuk kamu!" ucap intan dengan mencoba merayu Arka.


"Keluar!" ucap Arka dengan nada tinggi.


"Oke baiklah aku akan keluar, tapi Besok aku akan ke sini lagi, kamu cepat sembuh yah!" ucap intan tersenyum dan keluar dari kamar Arka.


Arka yang tadi sudah mulai tenang sekarang dia sudah sangat emosi karena intan.


Dia melihat Handphone nya dan ternyata sudah ada laporan dari orang suruhan nya.


Alena menginap di hotel XXX lengkap dengan nomor kamar dan penyewaan berapa lama.


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa tau kamu di mana!" Batin Arka.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2