Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 157


__ADS_3

Keesokan harinya Alena seperti biasa berangkat ke kampus namun kali ini dia bersama Aris dia sengaja menjemput Alena pagi-pagi dan menunggu di depan rumah Alena.


Awalnya Alena kaget namun dia juga tidak enak karena Aris Sudah menunggu nya dari tadi.


Aris menawarkan diri untuk mengantarkan Alena ke kampus, Alena sebenarnya tidak mau karena ingat kalau Arka marah jika dekat dengan Aris namun tidak enak juga Alena menolak nya akhirnya dia mau.


Yang harus di Salah kan nya adalah Sarah karena sarah lah yang memberi tahu pada Aris kalau dia di sini.


Aris membuka kan pintu untuk Alena, namun tiba-tiba saat Alena Hendak masuk tangan nya di tarik kasar oleh Arka sehingga Alena terkejut.


"Masuk ke dalam mobil ku!" ucap Arka pada Alena namun Alena langsung menghempaskan tangan Arka.


"Kalau bukan karena Ayah yang menjamin kamu kerja di perusahaan sudah saya pecat kamu!" ucap Arka menunjuk wajah Aris karena sudah kehilangan kesabaran.


"Saya tidak peduli! sekarang mendingan bapak pergi ijinkan kami pergi!" ucap Aris sambil mengawas kan Arka dari depan Alena.


Namun tiba-tiba Arka menarik kerah baju Aris.


"Jangan mencoba untuk menyentuh istri saya!" ucap Arka.


Alena Sangat pusing melihat pertengkaran Arka dan Aris pagi ini, dia memilih untuk pergi dari halaman rumah nya.


Arka menyadari jika Alena pergi dia melepaskan Aris.


"Jangan pernah mimpi untuk mendapatkan Alena!" ucap Arka. Dia segera mengejar Alena dengan mobil nya.


Aris membenarkan kerah baju nya yang sudah berantakan.


"Kita gak tau apa yang terjadi selanjutnya!" ucap Aris dia masuk ke dalam mobil nya.


Sementara Arka yang mengikuti Alena Pakai mobil berusaha untuk meminta Alena masuk ke dalam mobil namun Alena tidak mau menoleh saja dia tidak mau.


Tiba-tiba Arka menghalangi jalan Alena dan turun dari mobil.


Arka membuka pintu mobil di sebelah kiri dan meminta Alena masuk.


"Masuk Alena!" ucap Arka dengan nada datar.


"Enggak! Aku mau naik ojek!" ucap Alena ingin meninggalkan Arka namun tiba-tiba Arka menggendong nya dan masuk ke dalam mobil.


Alena berontak sambil memukul dada Arka namun Arka Sangat kuat.


"Kamu jangan lupa kalau aku adalah suami mu bukan Aris!" ucap Arka mengemudi mobil Sangat laju.


Alena pun diam.


"Kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Alena karena tidak Jalan untuk ke kampus, ke kantor mau pun ke rumah melainkan ke jalan yang tidak pernah di lewati oleh Alena.

__ADS_1


Arka hanya diam saja tampa menghiraukan pertanyaan Alena.


"Kamu mau bawa aku kemana? berhenti gak!" ucap Alena dengan suara keras sambil mengganggu tangan Arka yang menyetir.


Arka mengehentikan mobil nya di tepi jalan.


"Jangan pernah protes aku akan bawa kamu kemana!" ucap Arka dia menancapkan gas mobil nya lagi.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah penginapan yang terlihat mewah. Alena melihat sekeliling nya dia malah takut.


Arka keluar dari mobil dan memutari membuka pintu untuk istri nya.


"Keluar!" ucap Arka dengan nada datar.


Namun Alena tidak bergerak sama sekali dia malah memeluk erat tas nya seakan-akan dia akan dia takut di apa-apain.


Arka langsung menggendong Alena, Alena berontak dengan sekuat tenaga sehingga dia terjatuh di lantai karena karena pegangan Arka kurang erat.


"Auh!" rintih Alena memegang pinggang nya yang sangat sakit terkena benturan keras lantai.


Arka Sangat syok dan kaget banyak juga karyawan yang melihat nya.


"Kamu kenapa sih harus banyak gerak, nih jadi jatuh kan!" ucap Arka. Sambil memegang pinggang Alena Namum tiba-tiba Alena menepis tangan Arka.


"Jangan sentuh aku!" ucap Alena dia mencoba menjauh dari Arka sambil menahan sakit sampai ke perut nya.


Arka tidak tega melihat Alena yang memegang perut nya dan satu di pinggang nya.


Arka menggendong Alena ke dalam mobil lagi, Alena tidak lagi berontak karena kali ini Pinggang dan perut nya sangat sakit sekali.


"Sabar yah aku akan bawa kamu ke rumah sakit!" ucap Arka sambil berlari mengelilingi mobil.


Di dalam perjalanan tangan Arka tidak berhenti memegang pinggang Alena dia terlihat sangat khawatir dan satu tangan nya menyetir.


"Apa kamu yang sakit?" tanya Arka.


"Perut aku!" ucap Alena menahan sakit menutup mata nya.


Arka memegang perut Alena dia jadi merasa bersalah karena dia memaksa Alena jadi nya seperti ini.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang tidak jauh dari penginapan keluarga Wijaya.


Dan itu milik pribadi Wijaya.


Arka mengangkat tubuh mungil Alena ke tempat tidur Sorong yang ada di rumah sakit.


Alena segera di periksa. Arka Pun ikut masuk ke dalam.

__ADS_1


Arka menggenggam erat tangan Alena.


Sementara di tempat lain Sarah sengaja ke Cafe tempat Daniel bekerja.


"Hay kak!" sapa Sarah pada Daniel yang sedang membersihkan meja. Daniel terkejut kenapa ada Sarah di sini dia pun membalas dengan senyuman.


"Hmm Kakak lagi sibuk yah?" tanya Sarah.


"Yah lumayan! Ada yang bisa Kakak bantu?" tanya Daniel.


"Aku mau minta tolong sama Kakak Besok temanin Sarah ke ulang tahun Teman Sarah yah!" ucap Sarah sambil tersenyum.


"Aduh gimana yah, bukan nya gak mua tapi besok kakak pulang kampung!" ucap Daniel.


Sarah pun diam.


"Plis Dong kak, kali ini aja." ucap Sarah.


Dia sengaja ingin mengajak Daniel karena ingin memanas manasi mantan nya, yang ulang tahun adalah pacar mantan nya.


Daniel bingung harus jawab apa dia juga tidak enak karena Sarah Sudah jauh-jauh datang ke sini dan juga entah mengapa Daniel juga ingin menemani Sarah.


"Mau yah kak," ucap Sarah lagi.


"Hmm ya udah Kakak mau, tapi cuman satu hari yah!" ucap Daniel.


Seketika Sarah bersorak senang dan memeluk Daniel.


Semua yang ada di Cafe itu menoleh ke arah mereka berdua, Daniel sudah tidak enak.


"Makasih yah kak!" ucap Sarah.


"Iyah, tapi jangan kaya gitu yah, di sini lagi ramai kalau gitu Kakak lanjut kerja lagi yah!" ucap Daniel.


"Oke kak. Nanti Malam datang ke rumah Sarah yah ada yang mau Sarah kasih!" ucap Sarah.


"Tapi!" belum selesai Daniel bicara Sarah langsung pergi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂***

__ADS_1


__ADS_2