
Sementara di luar Dewi menanyakan Alena pada Arka.
"Gimana Alena nak?" tanya Dewi.
"Di sudah mendingan kok buk, dia tidak mau turun karena takut makin sedih!" ucap Arka.
"Oohh ibu paham ko, ya sudah ibu ke sana dulu lihat Alena!" ucap Dewi dia juga Pamit pada Faisal.
Dewi membuka pintu mobil dan Melihat Alena yang memeluk Tania.
Alena pun melepaskan pelukannya dan Tania pindah dari Dekat Alena.
Tiba-tiba Alena memeluk ibu nya perempuan yang di rindukan nya itu dan Sekaligus menangis mengeluarkan kesedihan di pelukan ibunya.
"Kamu harus yang sabar nak, kamu juga tidak boleh sedih dan terlalu memikirkan nya, almarhum nenek sudah tenang di sana!" ucap Dewi mengelus rambut Alena.
"Alena belum sempat melihat Nenek sehat buk, yang Alena lihat Nenek hanya berbaring lemas di atas tempat tidur rumah sakit!" ucap Alena sambil terisak-isak.
"Sekarang nenek kamu sudah sehat, dia sudah di sisi Allah dia jauh lebih tenang di sana!" ucap Dewi lagi.
"Sudah! Kamu jangan sedih lagi, kamu harus ingat kesehatan kamu!" ucap Dewi.
Acara pemakaman pun selesai mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
Sementara keluarga besar Faisal berkumpul di rumah Alena.
mereka berdukacita.
Arka mengantarkan Alena ke kamar agar istirahat sementara Dewi membawakan Alena makanan karena Arka bilang Alena tidak mau Makan.
Arka Pun meninggalkan Alena dan Ibu nya di kamar dia membawa Tania keluar bergabung dengan yang lain nya.
Tari yang melihat Arka dan Alena dia sangat malu begitu juga dengan Elsa dia merasa sangat malu karena Telah menghina dan tidak menghargai mereka.
Namun bukan saat ini membahas itu.
Faisal menanyakan Siapa anak perempuan yang di pangkuan Arka.
Arka menjawab jika itu adalah ponakan nya.
"Baru tau aku kalau Suami Alena suka anak kecil, bukan kah dengan sifat nya yang selama ini terkenal arogan, kejam bahkan bersifat dingin!" batin Sarah.
Sarah menunda kepulangan nya hari ini dan dia pun memutuskan untuk pulang besok siang agar sampai di Jakarta malam.
Awalnya semua nya tidak bisa di tunda, namun karena bujukan Elsa dan Sarah juga tidak enak meninggalkan keluarga yang sedang kehilangan itu akhirnya dia pun mau.
Dia dari tadi tidak melihat Daniel.
__ADS_1
"Tari! Kak Daniel mana yah?" tanya Sarah.
"Di depan Mbak!" jawab Tari.
Sarah pun keluar mencari keberadaan Daniel.
Dan ternyata benar Daniel sedang duduk di depan membawa Yasin.
"Kak!" Panggil Sarah sambil duduk di samping Daniel.
Daniel mengehentikan membaca Yasin.
"kenapa keluar?" tanya Daniel melihat ke arah Sarah.
"Justru kakak Kenapa di luar? Sementara semuanya di dalam!" ucap Sarah.
"Kakak kurang enak di dalam ada Pak Arka!" ucap Daniel Karena kelakuan adik serta ibu nya Daniel tidak berani bertatap muka dengan Arka apa lagi di saat Daniel mengembalikan uang Arka, Arka malah menolak nya dengan alasan dia ikhlas.
Sarah paham karena Daniel juga sudah pernah cerita.
"Kamu jadi pulang Besok?" tanya Daniel.
"Jadi kak, semua klien aku udah pada komplen!" ucap Sarah.
Daniel terdiam.
Sarah terdiam dia perlahan mengangguk kan Kepalanya.
"Apa kah kamu tidak mau meninggalkan itu?" tanya Daniel lagi.
"Ada saat nya kak, tapi kalau saat ini seperti nya belum bisa, aku sudah berusaha untuk mau meninggalkan nya, namun sekarang bukan aku yang tidak mau namun keadaan bahkan semakin banyak masalah!" ucap Sarah.
Daniel terdiam, dia bingung harus ngomong apa lagi, dia sebenarnya ingin sekali memaksa Sarah agar tidak kerja seperti itu lagi namun dia tidak punya hak untuk itu.
"Kakak kapan pulang ke Jakarta?" tanya Sarah karena Daniel diam.
"Hmm seperti nya kakak tidak pulang ke sana lagi, kakak akan membuka peternakan ikan, ayam dan juga kambing di sini, Kakak tidak ingin meninggalkan keluarga Kakak lama-lama!" ucap Daniel.
Sarah menatap ke wajah Daniel, tidak menyangka kalau jawaban dan keputusan Arka seperti itu.
"Apa kakak tidak mau jumpa lagi dengan Sarah?" tanya Sarah lagi dengan raut wajah sedih.
"Bukan seperti itu, hanya saja tabungan Kakak cukup untuk membuka usaha dan tidak ingin kerja dengan orang lain Terus, sangat Capek rasanya!" ucap Daniel.
Dia sengaja menyindir Sarah dengan ucapan seperti itu.
karena uang Sarah jauh lebih banyak dari pada tabungan Daniel dan lebih dari cukup untuk buka usaha yang besar dan bisa saja Sarah dengan cepat meninggalkan pekerjaan nya itu.
__ADS_1
Itu lah keinginan Daniel, karena Daniel perlahan mulai ada rasa dengan Sarah yang selalu mau berubah menjadi lebih baik namun tidak mau meninggalkan pekerjaan nya yang sekarang.
Selain itu Daniel tertarik pada Sarah dia sangat mudah berbaur bahkan orang tua nya menyukai Sarah.
dia juga sangat dekat dengan tari.
Namun Daniel sadar diri, bahwa tidak mungkin Sarah mau sama dia hanya anak kampung sementara Sarah anak orang kaya dan dia juga bergelimang harta bahkan seperti nya Sarah takut jika dia tidak mempunyai uang.
Sarah terdiam dengan kata-kata Daniel.
"Kenapa aku tidak ikhlas kalau selama nya aku tidak berjumpa dengan kak Daniel!" Batin Sarah.
"Kenapa diam?" tanya Daniel.
"Hmm enggak apa-apa kok," jawab Sarah sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Sarah!" Panggil Arka dari dalam.
Sarah dan Daniel seketika menoleh ke arah Arka.
"Iyah kak, ada apa?" tanya Sarah.
"Alena di dalam mencari mu!" ucap Arka pada Sarah.
Sarah pun segera masuk ke dalam sementara Arka ikut duduk di luar bersama Daniel.
Tidak lupa Daniel memberikan salam sambil menyalim tangan Arka.
"Maaf pak beginilah keadaan kampung kami, tidak ada sofa dan kursi!" ucap Daniel karena melihat Arka meletakkan sendal nya di tempat dia mau duduk karena tidak ada tikar di sana.
"Jangan panggil saya Bapak lagi, saya sudah jadi suami Sepupu mu!" ucap Arka.
"Biar kan saya memanggil sebutan itu terus pak, karena saya tidak akan merasa sopan jika tidak memanggil sebutan itu!" ucap Daniel dengan sopan.
"Ya sudah terserah kau saja," ucap Arka.
"Kalau boleh tau kamu sekolah lulusan apa?" tanya Arka.
"Saya lulusan SMK pak!" jawab Daniel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***