Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 89


__ADS_3

**Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S**


Aris Sangat kebingungan menjawab kata-kata Alena karena sebenarnya dia sengaja membeli boneka imut itu di Mal kota itu.


"Hmm ya sudah lah tidak perlu di Fikir kan, mungkin ini kalau nya saja!" ucap Aris.


"Iyah juga sih, tapi kelihatan sangat asli!" ucap Alena lagi.


Namun tiba-tiba Arka datang.


"Kalau begitu saya pulang duluan yah, sudah Sore!" ucap Aris.


"Loh kok saya!" ucap Alena Heran karena Aris berbahasa formal lagi namun tiba-tiba Arka datang dan Berdiri di samping Alena saat Aris sudah pergi.


"Abis ngomongin Apaan?" tanya Arka.


"Nih, Aris ngasih aku boneka imut ini, kata nya dia dapat dari pasar malam, namun karena tidak sesuai dengan dia, dia sengaja memberikan pada ku!" ucap Alena senang sambil memandangi boneka yang di dalam kotak itu.


"Kamu suka!" ucap Arka. Alena mengangguk sambil tersenyum.


Sebenernya Arka tidak suka Aris mencoba memberikan apapun pada Alena namun karena Alena Sangat menyukai nya dia tidak tega untuk meminta mengembalikan boneka itu.


"Ya udah kalau gitu kita Pulang yah!" ucap Arka.


"Pulang kemana?" tanya Alena sambil memerhatikan sekeliling nya takut ada yang melihat kedekatan mereka.


"Pulang ke rumah kamu lah!" ucap Arka.


"Tapi mas!" ucap Alena.


"Gak ada tapi-tapian, ayo! kamu dengan aku saja!" ucap Arka.


Karena tidak ingin di lihat banyak orang, Alena pun mengikuti langkah Arka ke mobil nya.


"Sebenarnya malam ini aku ingin ke rumah pak Wijaya!" ucap Alena sedang perjalanan pulang.


"Ngapain kamu ke sana?" tanya Arka.


"Kata Pak Aris, pak Wijaya Sangat ingin aku tinggal bersama nya!" ucap Alena.


Arka menatap Alena.


"Lalu kamu mau?" tanya Arka.


"Aku masih mikir-mikir mas, tapi kalau Mengingat kebaikan pak Wijaya sama aku, aku tidak tega menolak nya, itung-itung aku balas kebaikan nya!" ucap Alena.


Arka pun terdiam.

__ADS_1


"Tapi ngomong-ngomong Kenapa sih mas, kamu coba aja dulu ngertiin dan sayang sama pak Wijaya, kasihan dia! kamu anak satu-satunya dan sekarang dia sangat Butuh kamu!" ucap Alena.


"Aku belum bisa memaafkan dia, kalau dia tidak mengabaikan aku dulu, mungkin sekarang aku tidak mengabaikan nya dan mungkin aku lah orang terdepan yang selalu ada untuk nya!" ucap Arka.


Tiba-tiba Alena terdiam, melihat raut wajah Arka yang tiba-tiba sedih campur emosi.


Sampai rumah dia hanya bisa diam.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai Alena segera turun dan diikuti oleh Arka.


"Kamu mau Makan apa malam ini mas?" tanya Alena pada Arka yang langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Apa saja yang penting enak!" ucap Arka.


"Hmm ya udah, kita sholat Ashar dulu yok!" ajak Alena.


Arka pun ikut.


Hari semakin malam Alena baru saja selesai masak, Arka langsung menyusul Alena ketika Alena memanggil namanya.


Di atas meja sudah tersaji makan malam yang lezat masakan Alena.


Mereka berdua makan bersama.


Akhirnya selesai makan Arka segera ke ruang tamu meninggalkan Alena yang membersihkan Meja makan.


"Mas!" Panggil Alena.


"Kamu gak pengen jengukin Ayah kamu?" tanya Alena sambil duduk di samping Arka.


Dengan cepat Arka menggeleng.


"Hufff, ya udah kalau kamu gak mau, aku sama pak Aris aja ke sana Besok pagi!" ucap Alena.


"Sama Aris! awas aja kalau kamu pergi sama dia!" ucap Arka Kesal.


"Yah maka nya ikut sama aku ke rumah pak Wijaya!" ucap Alena.


"Aku tidak mau!" ucap Arka.


"Hmm ya sudah kalau gak mau!" ucap Alena dengan nada cuek Serta naik ke lantai atas.


"Eits, kamu mau kemana?" tanya Arka menahan tangan Alena.


"Mau ke rumah Pak Wijaya!" ucap Alena dengan nada wajah tegas campur kesal.


"Sama siapa?" tanya Arka lagi.


Alena malas' untuk menjawab pertanya-pertanyaan Arka dua segera naik ke kamar nya.


"Alena! kamu belum jawab kamu mau pergi sama siapa,bini udah malam!" ucap Arka sambil mengikuti alen ke kamar nya.


"Loh kamu kok tidur?" tanya Arka yang melihat Alena membaringkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


"Ini sudah malam, besok pagi aku kesana!" ucap Alena.


Arka pun ikut berbaring di samping Alena.


"Ya udah aku Besok ikut kamu ke rumah Ayah!" ucap Arka dengan sedikit lesu, mendengar itu Alena Langsung membalikkan badannya dan menghadap ke arah Arka. .


"Gitu dong mas," ucap Alena sambil tersenyum.


Arka langsung mencium kening Alena dan memeluk nya.


"Kalau bukan ini permintaan Alena aku tidak ingin ke saan, karena hanya menambah beban fikiran ku saja!" Batin Arka.


Di tempat lain Sarah baru saja keluar dari salah satu Cafe habis makan malam sendiri.


Namun Tampa sengaja dia menabrak seseorang sehingga kertas yang ada di tangan pria itu berserak di lantai.


"Maaf Mas, maaf! saya tidak sengaja!" ucap Sarah sambil membantu mengumpulkan kertas.


"Gak apa-apa kok!" ucap Pria itu sambil berdiri dan menoleh ke arah Sarah.


"Sarah!" ucap pria itu.


"Reji!" ucap Sarah kaget.


Tiba-tiba kedua nya terdiam.


"Aku masuk dulu yah, aku ada janji sama bos aku di sini!" ucap Reji. Sarah Hanya mengangguk saja.


"Ya ampun mimpi apa aku bertemu dengan nya," Batin Sarah dia segera masuk ke dalam mobil nya.


Flash back to. ...


Reji adalah mantan Sarah yang pertama kali dan bisa di adalah cinta pertama Sarah Waktu masih SMP kelas Tiga.


Mereka putus karena Itu adalah permintaan Reji setelah satu tahun bersama.


Alasan Reji waktu itu hanya ingin sendiri dan fokus pada sekolah nya karena dulu dia sudah kelas Dua SMA.


Tiada hujan tiada badai Reji menghilang begitu saja itu sangat lah menyakiti Sarah, Sarah Sangat terpukul waktu itu sampai satu tahun dia tidak bisa move on.


Sampai sekarang dia tidak bisa membuka hati untuk siapa pun, walau banyak pria yang di gaulin nya, itu hanya lah sekedar teman.


Flash back too....


Sarah masuk ke dalam mobil nya dengan derai air mata Entah Mengapa dia Seketika Mengingat masa indah dan pahit bersama Reji.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2