Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 159


__ADS_3

Hari sudah jam tiga Sore Arka baru saja kembali ke rumah sakit tempat Alena di rawat.


"Maaf aku lama yah?" tanya Arka pada Alena yang berbaring namun sambil memegang perut nya.


"Aku tadi ada urusan bentar ke kantor! Gak apa-apa kan? Ini obat nya!" ucap Arka sambil meletakkan di dekat Alena.


"Bilang aja urusan nya sama Ajeng! Aku tau kamu perhatian dan di sini karena kamu tau aku hamil anak kamu kan!" batin Alena.


"Iyah aku ada urusan sama Ajeng! Tapi aku gak macem-macem kok hanya mau memberikan Plasdis Laporan mitting Kemarin!" ucap Arka seakan dia tau Alena ingin Arka Jujur walaupun dia tau Alena akan marah namun dia harus jujur.


"Aku tidak tanya dan tidak ingin tau!" ucap Alena.


Arka menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya.


"Aku sudah yakin dia pasti akan menemui Ajeng!" Batin Alena.


"Ternyata perempuan yang lemah lembut juga bisa keras yah kalau sudah di sakiti!" Batin Arka.


"Perut nya Masih mual?" tanya Arka sambil memegang perut Alena. Alena sama sekali tidak merespon dia hanya fokus Melihat Tv yang ada di kamar itu.


Tiba-tiba dokter datang memeriksa keadaan Alena.


Ternyata keadaan Alena Sudah membaik dan Sudah boleh di bawa pulang dan harus banyak istirahat dan obat yang di Beli Arka jika hendak mual saja di minum.


Di sarankan agar Alena tidak kecapean dan tidak boleh Banyak bergerak Serta jangan banyak fikiran terlebih dahulu.


Arka Membantu Alena keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil nya.


"Aku pulang sendiri aja!" ucap Alena setelah Sudah duduk di dalam mobil.


"Gak bisa! Kamu harus pulang dengan aku!" ucap Arka menutup pintu mobil.


"Aku gak mau pulang ke rumah kamu! Aku mau pulang ke rumah aku!" ucap Alena. Arka tidak ingin banyak protes pada kemauan Alena akhirnya dia menuruti kemauan Alena.


"Ya udah kalau mau kamu kaya gitu!" ucap Arka dia pun mengantar kan Alena ke rumah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sudah sampai di rumah Alena.


"Aku bisa sendiri! Kamu pulang aja mungkin sudah ada perempuan yang menunggu kamu dari tadi!" ucap Alena.


Arka mengerti apa yang di maksud Alena namun dia diam, dia malah membantu Alena berjalan masuk ke dalam rumah.


Arka Mengantar kan Alena ke kamar nya.


Dia terdiam sejenak memerhatikan kamar Alena.

__ADS_1


"Ini gak baik untuk kamu yang Masih hamil muda tentu nya kamu sangat sensitif!" ucap Arka karena melihat kasur keras, seprai yang kasar dan juga bantal yang keras serta semua kamar itu tidak layak untuk ibu hamil muda bagi Arka.


Padahal kamar Alena cukup jauh lebih nyaman bagi Alena dari pada kamar nya bersama Arka.


Alena bingung karena Arka meminta Alena duduk di ruang tamu.


Arka menghubungi seseorang.


Tidak beberapa lama banyak orang yang datang dan memperbaharui kamar Alena mengganti fasilitas yang ada di dalam dengan fasilitas yang sangat bagus.


Alena Sangat senang namun dia tidak menunjukkan nya.


Arka di dalam kamar Alena mengatur letak semua nya dan meminta kamar itu juga di bersihkan.


Semuanya sudah selesai sekitar jam Enam sore karena jumlah mereka sangat banyak dan kerja nya cekatan banget.


"Aku gak suka kamu terlalu berlebihan seperti itu mas, mendingan kamu pulang deh sekarang!" ucap Alena dengan tatapan kesal pada Arka.


"Ini juga demi kenyamanan kamu dan anak kita aku gak mau karena masalah sepele kamu jadi masuk rumah sakiylagi!" ucap Arka.


Alena tidak ingin menjawab lagi karena Pinggang nya sudah pegal dia pun masuk ke kamar mau istirahat namun lagi-lagi Arka Membantu nya.


Setelah sampai di kamar ternyata kamar nya sudah sangat Bersih dan Wangi.


Arka menghubungi seseorang agar mengantar baju nya dan baju Alena ke sini.


"Kamu ngapain minta mereka nganterin baju ke sini sih!" ucap Alena karena mendengar percakapan Arka di telepon.


"Kamu jangan banyak tanya! Aku tidak akan ninggalin kamu di sini sendiri sementara kondisi kamu kaya gini!" ucap Arka.


"Aku udah baikan, aku juga udah gak mual lagi!" ucap Alena.


Arka mendekati Alena.


Arka membaringkan tubuh Alena. Arka mengelus perut Alena.


"Assalamualaikum nak! Jujur saja Papah Sangat bahagia mendengar kamu ada di dalam sana, kamu harus janji yah sama Papah jangan nakal!" ucap Arka.


Alena tersenyum.


Arka menoleh ke arah Alena.


"Aku boleh cium?" tanya Arka pada Alena.


Namun Alena menggeleng.

__ADS_1


Arka pun mengerti, Arka berbaring di dekat Alena.


"Jujur saja Hari ini aku merasa suami yang sangat bahagia namun sedih!" ucap Arka.


Alena bingung dengan perkataan Arka.


"Kamu tau kenapa?" tanya Arka pada Alena.


"Aku tidak tau dan sama sekali tidak ingin tau!" ucap Alena.


"Kamu bohong! Bahkan wajah kamu menunjukkan bahwa kamu sangat penasaran!" ucap Arka sambil tangannya di perut rata Alena.


"Aku merasa bahagia karena yang selama ini aku ingin dan aku tunggu serta yang selalu aku minta sama Allah di kabulkan. Dan yang buat aku sedih adalah karena istri ku tidak memaafkan aku karena kesalahan yang aku buat!" ucap Arka.


Alena diam.


"Nak! Besok kalau kamu udah lahir di Dunia ini bantu Papah yah buat bujuk Mamah supaya di Kasih Maaf!" ucap Arka pada perut Alena.


Namun tiba-tiba bel di depan berbunyi, dan ternyata itu adalah Supir yang mengantar baju Arka dan Alena.


Tidak lupa juga Arka meminta Pelayan empat orang untuk stay di rumah Alena.


"Aku mau mandi! Kamu mau ikut?" tanya Arka pada Alena yang diam-diam memerhatikan Arka yang menyusun baju di lemari.


"Dokter bilang aku buat hari ini gak usah mandi dulu!" ucap Alena.


"Serius nih gak mau mandi! Bau ih!" ucap Arka sambil tersenyum. Namun Alena hanya memasang ekspresi biasa aja.


"Ya udah aku Mandi, kamu tidur lah!" ucap Arka.


Arka segera masuk ke kamar mandi.


Sementara Alena terdiam sambil mengelus perut nya.


"Terimakasih nak sudah mau hadir di hidup Mamah. Ini sungguh Suatu kebahagiaan untuk Mamah!" ucap Alena tersenyum.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2