
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
selamat membaca 🙂
Alena menjawab telepon ke teras rumah nya.
"Halo Tuan!" ucap Alena.
"Halo, Kamu sudah sampai di Jakarta?" tanya Arka langsung.
"Alhamdulillah sudah Tuan!" Jawab Alena Tersenyum.
"Syukur deh dari tadi Handphone kamu gak bisa di hubungi!" ucap Arka.
"Maaf Tuan, saya baru saja menghidupkan nya, sekarang saya sudah di rumah dengan Ayah dan ibu!" ucap Alena.
"Hmm Bagus deh, titip salam sama mereka!" ucap Arka.
"Baik Tuan akan saya sampaikan, Tuan sudah makan?" tanya Alena.
"Saya tidak berselera makan!" ucap Arka.
"Kenapa? atau jangan-jangan Tuan sudah minun Dan sekarang sedang bersama perempuan!" ucap Alena menaruh curiga pada Arka.
"Hus sembarangan! saya sekarang di rumah, tadi saya beli roti, saya tidak dengan siapa-siapa, saya sendiri, cepat lah pulang kesini!" ucap Arka.
Alena Tersenyum karena Arka mendengar kan permintaan nya.
"Hmm baru sehari saya pulang udah di suruh lagi ke sana!" ucap Alena.
"Sepi banget rasanya kalau tidak ada kamu, yang masak gak ada!" ucap Arka lagi.
"Tuh kan, butuh saya juga, giliran saya di sana di cuekin di marahin!" ucap Alena.
"Sudah deh jangan ungkit-Ungkit itu lagi!" ucap arak Kesal.
"Hmm ya udah, Tuan jangan lupa makan yah, entar sakit, gak jadi nilai deh!" ucap Alena.
"Nikah? kamu mau nikah sama saya?" tanya Arka dengan semangat nya.
"Ih, kok malah aneh sih Tuan, tuan nikah yah sama tunangan tuan!" ucap Alena.
"Hufff, jangan mulai ngeselin Alena! saya lagi tidak mau bahas itu." ucap Arka.
Alena pun tertawa, mendengar tertawa Alena Arka pun tersenyum.
Jujur saja dia tidak pernah mendengar Alena tertawa seperti itu.
"Kalau kamu sudah makan?" tanya Arka.
"Tumben-tumbenan nih orang perhatian!" batin Alena.
__ADS_1
"Belum tuan, kami baru saja sampai di rumah!" ucap Alena.
"Hmm," ucap Arka.
"Ya udah saya masuk lagi yah Tuan, tidak enak ninggalin ibu sama ayah di dalam!" ucap Alena.
"Baik lah, kamu jaga kesehatan, cepat lah pulang ke sini, Titip salam sama orang tua mu!" ucap Arka.
Alena mengiyakan dan tersenyum.
Arka pun mengakhiri sambungan telepon.
sementara Alena masuk dan menghampiri orang tua nya.
"Siapa Yang nelpon mu Nak?" tanya Ibu nya.
"Bos Alena Buk!" jawab Alena sambil duduk di samping ibu nya itu.
"Sudah lah buk, kalian tidak perlu terlalu memikirkan nya, pasti ada jalan keluar nya!" ucap Alena.
"Kami sudah mencoba memikirkan nya Alena, tidak ada jalan lain selain kamu menikah dengan Toni, Atau Semua Tanah itu di lepas kan!" ucap Ibu Alena.
Alena pun terdiam, dia sudah lama kenal Toni, dia adalah anak dari juragan yang meminjam kan Uang pada orang tua nya.
Toni sudah sangat lama mencintai Alena, namun Alena hanya menganggap nya teman saja.
Toni sudah berumur dua puluh sembilan tahun, walau sudah berumur dia Masih kelihatan umur dua puluh empat karena dia juga rajin perawatan dan juga olahraga.
Nama nya juga anak orang kaya, pendidikan nya Hanya sampai SMA saja.
"Kalian sekarang istirahat lah, Alena akan mencari jalan keluar nya!" ucap Alena dia pun masuk ke kamar nya.
Jujur saja dia sangat pusing dia bingung harus apa sekarang, karena semua nya keputusan ada di tangan nya.
Dia pun terlebih dahulu sholat isya mengadu pada Allah dan mencoba menenangkan Fikiran nya.
Akhirnya dia tertidur di atas sajadah nya.
Keesokan harinya dia sudah siap-siap untuk menemui pak Wijaya siapa tau dia bisa menolong nya.
Tampa sarapan dia langsung berangkat, dia pamit kepada orang tua nya.
Orang tua nya sangat heran kenapa Alena sangat terburu-buru sekali.
Baru pertama kali ini Alena akan ke rumah Wijaya.
karena kalau dia ke kantor pak Wijaya se pagi ini tidak akan ada di sana.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai, di rumah besar yang sangat bersih dan mewah.
Dari luar sudah kelihatan rumah itu berlantai empat dan juga sangat luas.
Alena Masuk, ternyata di dalam sangat banyak Pelayan security nya saja ada tiga ada yang menyiram tanaman, menyapu halaman ada yang mencuci mobil.
__ADS_1
Masih banyak lagi, Mereka sudah tau siapa yang datang, dan mereka langsung memanggil kan pak Wijaya ke kamar nya.
Alena sangat gugup, dia mencoba menenangkan diri nya, karena sudah banyak pak Wijaya membantu dirinya.
Tidak beberapa lama akhirnya Wijaya keluar dengan pakaian tidur nya.
"Loh kamu kok udah pulang Alena?" tanya Wijaya karena dia sama sekali tidak tau jika Alena pulang ke Jakarta.
"Selamat pagi pak! maaf saya mengganggu Pagi-pagi!" ucap Alena.
"Tidak masalah, duduk lah!" ucap Wijaya.
"Saya pulang ke Jakarta tadi malam Pak," ucap Alena.
"Ada apa? lalu Arka di mana?" tanya Wijaya.
"Tuan muda masih di Eropa pak, Kepulangan saya karena orang tua saya sedang di Jakarta!" ucap Alena.
"Ada keperluan apa mereka ke sini?" tanya Wijaya.
"Panjang ceritanya pak, kedatangan saya ke sini, ada tujuan tertentu pak!" ucap Alena.
"Ada apa nak, beritahu lah!" ucap Wijaya dengan serius.
"Saya mau minta tolong Pak!" ucap Alena.
"Minta tolong apa!" tanya Wijaya.
"Saya mau minjam uang lagi pak, keluarga saya sedang ada masalah," ucap Alena sedih.
Wijaya terdiam.
"Saya tau pak saya masih ada utang pada bapak, tapi saya bingung Minta tolong sama siapa lagi!" ucap Alena.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu Alena, Saya juga banyak berterima kasih pada mu, katakan lah berapa kamu butuh!" ucap Alena.
Alena pun mengucapkan jumlah uang nya, Wijaya langsung transfer ke rekening Alena
Alena sangat berterima kasih sekali pada Wijaya, akhirnya dia bisa lepas dari masalah itu.
Dia pulang dengan wajah gembira, dia menyampaikan kabar gembira itu pada orang tua nya.
Dia tidak ingin banyak cerita pada orang tua nya itu, dia pun mengantar kan orang tua nya pulang ke kampung, setelah sampai di kampung, mereka langsung ke rumah juragan itu.
Toni yang melihat Alena datang dia sangat senang dia Fikir Alena akan menerima lamaran nya.
Toni langsung ikut bergabung dengan orang tua nya di ruang tamu.
Alena meletakkan uang di atas meja dan menjelaskan kedatangan mereka.
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar yah. jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***.