
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Arka seperti biasa dia akan bernyanyi di sana, dan menyuruh Alena duduk paling depan.
Yang beda adalah, Arka tidak memesan perempuan dan juga minuman keras.
Jujur saja Dirga yang melihat perubahan Arka dia sangat salut karena yang namanya Arka anak pengusaha itu tidak bisa lepas dari Nama nya perempuan.
Arka mulai bernyanyi dia terus menatap ke arah Alena.
Alena yang melihat Arka terus menatapnya pun hanya bisa tersenyum.
"Awalnya aku kira Arka tidak akan berubah, Dia akan sama seperti dulu, namun Ternyata dia sangat berubah Sekarang, dia menjadi lebih baik!" Batin Alena sambil tersenyum.
"Sama sekali di pikiran ku tidak akan ada terjalin kasih di antara kami, namun ini semua berjalan begitu saja," Batin Alena lagi.
Arka pun Telah selesai bernyanyi, semua pengunjung kafe memberikan tepuk tangan pada Arka.
Arka turun dari panggung dan menghampiri Alena.
"Gimana?" tanya Arka setelah duduk di samping Alena.
"Bagus! Suara kamu bagus banget, wajar saja jika sarah mengangumi mu!" ucap Alena.
Arka pun tersenyum. Tiba-tiba Sarah menghampiri mereka.
"Hmmm, Datang ke sini gak ngajak-ngajak yah!" ucap Sarah yang ikut bergabung dengan mereka.
Alena sangat terkejut.
"Eh kamu di sini juga? sama Siapa?" tanya Alena.
"Hmm Tuh, di ajakin sama Gebetan baru!" ucap Sarah menunjuk pria ganteng di sudut Cafe itu.
Alena dan Arka menoleh nya.
"Kalau aku tau kamu juga ke sini, aku gak bakal pergi sama dia!" ucap Sarah.
"Udah deh kamu gak usah banyak gaya, itu kan hobi kamu porotin laki-laki," ucap Alena.
"Hehehehe, ngomong-ngomong kalian berdua aja?" tanya Sarah.
"Iyah! tadi sehabis kerja, kami langsung ke sini!" ucap Alena.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu aku ke sana dulu yah!" ucap Sarah.
"Cie-Cie lagi diner sama tuan muda nih!" bisik sarah ke kuping Alena.
Alena pun tersipu malu.
Dia melanjutkan lagi berbincang-bincang dengan Arka.
Lagi-lagi ada pria datang menghampiri mereka.
"Eh bro, tumben-tumbenan Lo Duduk di sini, kamar langganan Lo udah nungguin tuh, Nih cewek baru Lo pesan yah, kaya nya cewek baru!" ucap Pria itu.
"Enggak Deh Bro, Lo duluan aja, gua lagi gak minum!" ucap Arka dia sudah sangat tidak enak dengan Alena.
"Hmm, serius nih Bro, apa karena dapat yang lebih rapat yah!" ucap laki-laki itu sambil tertawa.
"Udah deh, mendingan Lo pergi dari sini, dia sekretaris bokap gue, sembarangan aja Lo kalau ngomong!" ucap Arka Kesal.
Pria itu pun terdiam. karena dia juga yakin dari penampilan Alena dua bukan perempuan murahan.
"Ya udah deh bro, sory-sory gue gak tau, kalau gitu Lo minum dulu deh!" ucap pria itu memberikan dua botol Anggur merah di atas meja.
Tiba-tiba Dirga datang dan mengambil itu.
"Maaf yah Arka, Biasalah udah mabuk!" ucap Dirga dan menarik tangan pria itu pergi dari depan Arka.
"kamu gak usah ambil hati yah kata-kata Teman aku tadi!" ucap Arka.
"Enggak kok, nama nya juga orang mabuk, tapi kamu kaya nya terkenal banget yah pemain perempuan!" ucap Alena.
Arka terdiam jujur saja dia Sangat malu sekarang Alena membahas itu, padahal itu dulu adalah kebanggaan nya.
"Hmm ya kamu tebak saja segila apa aku dulu," ucap Arka.
"Tapi aku bersyukur aku bisa meninggalkan hal buruk itu secepat mungkin semenjak kamu ada di samping aku!" ucap Arka lagi.
"Itu bukan karena aku, tapi kamu nya yang berniat berubah dan mau Lebih baik ke depannya!" ucap Alena.
Arka pun tersenyum.
Alena sama sekali tidak protes apa-apa tentang masa lalu Arka, dan juga tanggapan teman-teman nya.
Karena dia tau persis seperti apa Arka, seperti apa pergaulan nya, walau baru empat bulan mengenal nya.
Hari pun semakin malam, Arka dan Alena pulang.
Arka mengantarkan Alena ke rumah nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah mengantar kan Alena dia pun pulang ke rumah nya, namun ternyata di rumah nya sudah ada Ayah nya dan juga paman Sam.
"Arka! kamu baru saja pulang?" tanya Paman Sam.
"Iyah Paman!" jawab Arka dan menyalim tangan paman Sam, sementara tangan ayah nya tidak di Salim nya.
"Kalau boleh tau ada keperluan apa paman ke sini jauh-jauh?" tanya Arka dengan sopan.
"Kedatangan paman ke sini karena ingin membicarakan tentang bagaimana selanjutnya hubungan kamu dengan Clara!" ucap Paman Sam.
"Paman udah tau sendiri kan, bagaimana Arka dengan Clara, Arka tidak mencintai dia paman," ucap Arka.
"Kami tidak akan memaksa kan mu untuk menikah cepat, tapi kamu untuk sementara kenalilah Clara dan Sampai kalian siap untuk menikah!" ucap Wijaya.
Arka terdiam.
"Benar kata Ayah mu, jika Alasan kamu tidak mencintai dia, mungkin dengan cara kalian Dekat dulu, bisa timbul perasaan di hati kamu!" ucap Paman Sam.
"Arka tidak mau paman," ucap Arka.
"Jika kamu tidak ingin, jangan harap kamu akan dapat harta warisan Ayah sedikit pun, dan juga perusahaan tidak boleh lagi kamu memimpin nya!" ucap Wijaya Kesal.
Entah mengapa tiba-tiba Arka sedikit takut mendengar itu, karena dia sudah sangat jatuh cinta sekali dengan Provesi nya sekarang, jadi CEO muda.
Dan nama nya sudah terkenal di mana-mana, dia juga tidak ingin usaha nya selama empat bulan ini sia-sia begitu saja.
Arka menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
"Baiklah Arka akan menuruti nya!" ucap Arka.
"Kamu pegang kata-kata kamu itu, kami tunggu niat kamu untuk membicarakan tentang pernikahan kalian jika kamu sudah siap!" ucap Wijaya dan pergi meninggalkan Sam dan Arka yang terdiam.
Sam hanya bisa menggeleng Melihat keegoisan Wijaya yang semakin menjadi-jadi Kepada Anak nya itu. Entah mengapa dia sangat ingin mengatur hidup Arka.
"Kamu yang sabar yah nak, Paman tau apa yang kamu rasakan sekarang!" ucap Sam
"Tidak! paman bohong, jika paman mengerti, paman pasti akan membela Arka seperti dulu," ucap Arka dan pergi masuk meninggalkan Sam yang terdiam.
Dia serba salah, jika dia membela Arka, maka Wijaya sebagai Kakak nya pasti akan Marah besar pada nya, namun jika dia mendukung Wijaya, pasti keponakan yang dia sayang, yang selalu dia rawat dari kecil tentu dia akan kecewa.
----------------
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan, tungguin terus kelanjutan ya,
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***.
__ADS_1
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S