Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 143


__ADS_3

Arka mendekati Intan.


"Jangan pernah merasa kamu penting di keluarga saya!" ucap Arka dengan tatapan tajam ke arah Intan.


"Yah jelas saya penting! Ayah kamu sendiri yang mengakui nya, kalau karena aku lah dia bisa sembuh!" ucap intan lagi.


"Saya pastikan Kontrol selanjutnya Ayah saya tidak di periksa oleh kamu!" ucap Arka sambil menunjuk ke arah intan.


Tiba-tiba Intan terdiam.


"Saya tau kok kalau kamu yang memata-matai keluarga saya juga tau kalo kamu yang sudah mengirimkan foto pada istri saya," ucap Arka.


"Iyah! Memang aku yang melakukan itu, kamu mau bilang apa!" gertak Intan seakan dia tidak salah.


Arka Sangat emosi dengan Intan, dia ingin marah namun dia harus sadar ini di Mana akhirnya dia pun diam.


"Aku melakukan itu semua hanya karena ingin kamu kembali kepada ku seperti dulu, aku masih mencintai kamu Arka!" ucap Intan dengan suara melemah.


"Kamu tau sendiri kan kalau aku sudah menikah, dan jangan pernah berharap kembali ke kehidupan ku lagi, sudah berapa kali aku mengatakan nya pada mu!" ucap Arka.


Arka pun segera pergi dari ruangan Intan dan menebus obat Wijaya.


Setelah semua nya sudah selesai mereka pulang, sebelum sampai di rumah Arka berniat membawa istri dan Ayah nya itu makan di Cafe Paman sam kebetulan lewat sana juga.


Mobil Arka terparkir di depan Cafe.


Mereka masuk ke dalam Cafe yang sangat ramai dan Arka Memesan menu makanan yang istimewa dan paling terpopuler di Cafe itu inti nya paling terbaik.


Di Ruangan VVIP masing-masing mereka menikmati makanan nya.


Namun Tampa di sepengetahuan Arka ternyata Wijaya meminta adik nya itu untuk datang menemui nya.


Mereka berbincang-bincang sedikit lama.


Karena Arka melihat Alena Sudah Sangat kecapean akhirnya Arka pun Ijin untuk pamit pulang terlebih dahulu.


Wijaya tidak keberatan karena ada supir Sam yang akan m nganterin dia pulang.


Arka pulang membawa Alena di dalam mobil Alena ketiduran karena jam sudah menunjukkan pukul Sebelas malam.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Arka, terpaksa Arka harus menggendong Alena ke kamar nya.


Setelah sampai di kamar Arka membaringkan tubuh Alena di kasur Sementara dia ganti baju, karena dia juga sudah sangat capek dia membaringkan tubuhnya di samping Alena.


Tidak butuh waktu beberapa lama dia tertidur dengan pulas nya.


Jam Baru saja menunjukkan pukul dua malam tiba-tiba Alena terbangun dan memegang perut nya yang sangat sakit.

__ADS_1


"Ahhh, sakit!" keluh Alena sambil duduk di atas kasur.


"Seperti nya aku Akan Menstruasi!" Batin Alena.


Karena sangat sakit Alena mau ke kamar mandi saja tidak berselera dia hanya bisa menutup mata nya rapat-rapat menahan sakit nya.


Arka menyadari jika Alena bergerak-gerak di atas kasur.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Arka ketika melihat Alena menungging.


"Perut aku sakit mas!" ucap Alena.


"Kenapa? Kamu Makan apa tadi?" tanya Arka ikut panik.


Arka mengelus-ngelus rambut Alena.


"Sakit mas!" rengek Alena karena tumben-tumbenan sakit seperti ini biasanya dia hanya sakit normal saja.


Arka mencari Minyak kayu putih mengoleskan ke Perut Alena.


Arka memijit-mijit Pinggang Alena, dia sudah sangat khawatir melihat wajah Alena yang memerah menahan sakit.


Karena minyak kayu putih dan juga pijitan Arka sakit Alena sedikit reda.


"Kamu kok bisa sampai sakit kaya gini sayang?" tanya Arka pada Alena yang berbaring di pangkuan nya sambil tangan menekan perut nya.


Arka mengelus-ngelus rambut dan juga perut Alena agar dia bisa dengan nyenyak tidur nya.


Karena Arka sangat penasaran dengan apa yang di alami Alena sakit tiba-tiba sehingga nungging-nungging di kasur.


Arka dengan teliti membaca yang di jelaskan google itu.


"Atau jangan-jangan Alena Menstruasi!" ucap Arka.


"Tapi kenapa dia selama ini tidak ada ngomong sama aku kalau Menstruasi dan juga dia tidak pernah sakit sampai kaya gini!" Batin Arka Heran.


Perlahan dia pun mengerti karena itu tidak selalu sakit apa lagi tidak nungging-nungging Alena memberi tahu pada nya dan dia pun yakin kalau Alena seperti nya akan Menstruasi.


"Kalau Alena Menstruasi itu tandanya kalau dia belum hamil, huff aku harus banyak bersabar!" Batin Arka sambil mengelus rambut Alena.


Hari sudah shubuh Arka terbangun dan tidak melihat Alena lagi di kasur dan ternyata Alena baru saja selesai keluar dari kamar mandi.


Arka bangun dan segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat shubuh.


"Kamu gak sholat?" tanya Arka pada Alena yang memerhatikan nya dari tadi.


"Aku lagi gak sholat mas, kamu sholat saja duluan!" ucap Alena dengan malu-malu.

__ADS_1


"oohh ya sudah!" jawab Arka karena dia sudah tau apa alasan nya.


"Kenapa ekspresi mas Arka biasa aja yah, kenapa dia tidak banyak tanya, apa dia sudah mengerti!" Batin Alena.


"Ah ya sudah lah lebih baik dia gak banyak Tanya karena tentu nya aku sangat malu!" batin Alena lagi sambil kembali tidur di kasur.


Arka sudah selesai sholat dia melihat Alena yang berbaring di kasur.


"Masih sakit perut nya?" tanya Arka.


Alena mengangguk karena perut nya masih sakit namun tidak sesakit yang tadi Walau terkadang kumat.


"Ya udah nanti kita periksa ke dokter yah!" ucap Arka sambil tersenyum.


"Gak usah mas, ini sakit biasa kok!" ucap Alena.


"Aku tau! Tapi setidaknya rasa sakit nya hilang dan menstruasi nya lancar!" ucap Arka


"Apa! Kenapa dia bisa tau!" Batin Alena.


"Ya udah mas, aku nurut aja!" ucap Alena.


Hari semakin pagi, kebetulan hari ini hari Saptu jadi Alena libur kuliah.


Arka terlebih dahulu mengantar kan Alena periksa ke dokter sebelum berangkat ke kantor.


Setelah selesai di periksa ternyata Alena darah rendah sehingga mengakibatkan sakit yang luar biasa dokter memberikan obat yang akan di konsumsi Alena.


Setelah selesai berobat Arka mengantarkan Alena ke rumah.


"Makasih yah mas!" ucap Alena turun dari mobil.


"Kamu hari ini gak usah kemana-mana, aku gak lama kok di kantor!" ucap Arka.


"Iyah mas!" Jawab Alena sambil menyalim tangan Arka.


Arka mencium kening istrinya itu.


"Ya udah aku berangkat dulu yah!" ucap Arka.


"Iyah mas, hati-hati!" ucap Alena sambil tersenyum.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2