Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 165


__ADS_3

Walaupun itu rumah dia sendiri namun selagi dia di sana tidak berhenti dia akan merasa sakit hati dan sedih.


Alena memegang perut nya karena terasa sakit, dan hendak mual namun harus di tahan nya.


"Maafkan Mamah kali ini nak, Mamah gak kuat untuk semua ini, kita harus pergi dari sini!" Batin Alena mengelus perut nya.


Sementara Arka Sudah terdiam dia melihat Alena yang menyusun baju nya, dia bingung harus ngapain pikiran nya sudah sangat kacau sekali.


Alena sudah selesai menyusun baju ke koper, dia mengambil jaket dan juga Handphone nya di belakang Arka namun tiba-tiba Arka memeluk Alena.


"Aku mohon jangan pergi!" ucap Arka memeluk erat Alena.


Namun kali ini Alena tidak bisa di bujuk lagi dia tidak lagi bisa memaafkan Arka.


Dengan sekuat tenaga Alena melepaskan tangan Arka dari Pinggang nya.


"Gak bisa mas, aku terlalu lemah untuk menghadapi semua ini!" ucap Alena dia mengambil tas dan dompet nya memasuk Handphone ke dalam dia pun segera keluar dari kamar nya menarik koper.


Lagi-lagi Arka menahan Alena dengan cara menutup pintu kamar sebelum Alena keluar.


"Kali ini aku mohon jangan pergi, aku butuh kamu Alena! Aku gak bisa biarin kamu pergi dengan keadaan seperti ini!" ucap Arka dengan wajah sedih suara yang sudah gemetar.


Alena menghapus air mata nya.


"Aku yakin kamu bisa Tampa aku, bahkan menyakiti aku saja kamu bisa!" ucap Alena dia pun mengawas kan Arka dari pintu dan segera keluar.


Tidak lupa juga dia memesan mobil. Arka yang mendengar kata-kata Alena bahkan raut wajah Alena menyakinkan Arka kalau Alena tidak bisa lagi seperti dulu yang bisa memaafkan dan menerima Suami nya.


Alena Sudah Sampai di luar ternyata mobil sudah menunggu di depan rumah nya.


Sebelum pergi Alena memerhatikan rumah hasil kerja keras nya di perusahaan Shengu itu.


"Kamu terlalu nyaman untuk aku tinggalkan rumah! Namun aku harus pergi sementara untuk menenangkan diri!" ucap Alena tanpa sadar dia mengingat semua kenangan nya waktu pertama berjumpa dengan Arka dan semua waktu yang telah mereka jalani.


Ada indah dan juga sedih, Alena tersenyum namun air matanya keluar.


"Maafkan aku mas, buat kali ini aku betul-betul ingin menenangkan diri bukan meninggalkan kamu tapi aku ingin sendiri namun jika kamu ingin meninggalkan aku, aku pun siap namun tunggu Anak kita lahir!" Batin Alena sambil melihat ke rumah nya itu.


"Kita berangkat yah nak!" ucap Alena sambil mengelus perut nya dia pun menaikkan Kaca mobil dan meminta Supir jalan.


Air mata Arka seketika banjir ketika melihat Alena menutup Kaca mobil nya.

__ADS_1


"Aku pria bodoh yang membiarkan istri ku pergi begitu saja," Batin Arka dia duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya.


Arka tidak ingin Alena pergi namun melihat wajah Alena yang begitu kecewa pada nya dia pun tidak berani melarang Alena.


Sementara Daniel yang baru saja datang ke rumah Alena dia melihat mobil yang pergi itu.


Dia melihat rumah Alena yang sangat dia mencoba menelpon Alena namun tak di jawab akhirnya dia pun pergi.


"Kenapa aku terlalu begitu egois ya Allah! Kenapa sifat ku seperti ini kenapa aku selalu menyalahkan Alena sementara akar permasalahan nya dari aku!" Batin Alena dia mencekram rambut nya.


Lalu tiba-tiba dia sadar. Dia melihat ke arah jendela.


"Aku gak bisa biarin Alena pergi! Dia sedang tidak sehat!" Batin Arka dia berlari keluar dan segera mengendarai mobil nya mencari mobil yang membawa Alena tadi.


Arka bingung harus mencari nya kemana namun dia mengikuti kata hati nya saja. Hari pun semakin malam ternyata sama sekali dia tidak melihat Mobil yang di gunakan Alena tadi.


Dia memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


Arka bersandar di badan mobil nya dengan wajah prustasi.


Namun tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depan nya.


Sam dan Wijaya turun dari mobil.


"Kamu ngapain di sini? ini udah malam!" ucap Wijaya.


"Alena Ayah! Alena. Dia pergi dari rumah!" ucap Arka pada Wijaya.


Mereka berdua yang mendengar itu pun terkejut.


"Maksud kamu apa? Alena pergi karena apa?" tanya Wijaya.


"Ini semua salah Arka Ayah!" ucap Arka.


Seketika mereka berdua langsung Mengerti kalau Arka dan Alena ribut.


"Ya Allah Arka! Walau ada masalah di omongin baik-baik jangan sampai seperti ini!" ucap Wijaya.


Arka pun diam.


"Jadi sekarang kamu udah cari nya kemana? Dan kapan dia pergi?" tanya Sam.

__ADS_1


"Tadi sore paman, Aku baru saja mencari nya di jalanan mencari mobil yang di gunakan!" ucap Arka.


"Kamu udah coba telpon?" tanya Wijaya.


"Sudah Ayah! Tapi Alena tidak menjawab nya," ucap Arka.


"Huff, Ayah yakin ini semua karena keegoisan kamu, Ayah yakin Alena perempuan baik-baik dan tidak akan pergi tanpa ada Alasan dan kesalahan kamu yang fatal!" ucap Wijaya sangat marah pada Arka.


"Ya sudah kamu pulang sana! Biar orang suruhan ayah dan juga kamu minta orang suruhan kamu mencari nya, bentuk kamu saja sudah acak-acakan!" ucap Wijaya.


Wijaya langsung masuk ke dalam mobil.


"Sabar yah Arka! Intinya kita berdoa aja semoga cepat ketemu!" ucap sam sambil menepuk pundak Arka.


Mereka pun pergi meninggalkan Arka.


Di dalam mobil Wijaya tidak berhenti menelpon orang untuk mencari Alena dia sangat Khawatir dia takut terjadi apa-apa dengan Alena.


Arka pun karena badan nya sudah penat dia pusing akhirnya dia pulang dia menyerahkan mencari Alena malam ini pada orang suruhan nya.


Arka pulang ke rumah nya.


Dengan pikiran kacau dan juga badan yang sudah sangat kotor dia merendam diri nya di kamar mandi namun pikiran nya tidak lepas dari Alena dan Calon anak nya.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa sama kamu!" ucap Arka.


Di tempat lain Alena baru saja selesai sholat isya.


Dia menyewa hotel untuk dua hari tidak jauh dari kampus nya.


Dia juga harus klarifikasi masalah yang tersebar di berita dan juga harus mengurus kuliah nya agar sementara dia kuliah online dan setelah itu dia akan pulang ke kampung nya untuk menenangkan diri.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2