
Aris yang di tarik Ajeng pun kaget namun langsung di lepas oleh nya.
"Ada apa sih, kenapa narik-narik!" ucap Aris.
"Lo kan ketemu sama Bu Alena tadi pagi, Lo tau gak di mana bu Alena di mana?" tanya Ajeng.
"Ya Allah Jeng, cuman nanya itu doang Sampai narik-narik!" ucap Aris.
"Yah maaf, cuman gak aja ada yang lihat berpikiran aneh-aneh lagi!" ucap Ajeng.
"Aku gak tau Alena di mana! Bahkan berbicara saja kami tidak ada di saat itu, kamu sendiri kan yang bilang kalau aku harus jauhi Alena, ya udah aku harus belajar untuk itu jadi jagoan pernah bahas tentang Alena lagi sama aku!" ucap Aris dan segera pergi meninggalkan Ajeng yang terdiam.
"Segitu nya kah Aris mencintai Bu Alena, terlihat banget raut wajah nya sedih walau dia bilang akan melupakan Alena namun mata nya tidak bisa bohong kalau dia tidak bisa melakukan itu!" Batin Ajeng.
"Eh kok gue malah mikirin itu sih, yang gue harus pikirkan adalah di mana Bu Alena sekarang agar aku bisa menjelaskan kejadian waktu itu dan tidak ada lagi Salah paham di antara pak Arka dan istri nya!" batin Ajeng.
Mau tidak mau dia harus cari tahu sendiri di mana Alena namun tidak hari ini karena sudah sore dan dia juga sudah penat.
Ayah dan ibu datang menjemput nya ke perusahaan Shengu.
Ajeng termasuk lah anak yang paling di sayang oleh orang tua nya karena selalu menurut.
Hari semakin malam Alena terbangun karena perut nya terasa tidak enak dia segera ke kamar mandi.
Arka juga terbangun karena merasa Alena turun dari kasur Tergesa-gesa.
Tidak beberapa lama akhirnya Alena keluar dari kamar mandi sambil memegangi perutnya.
"Kenapa? Mual lagi yah?" tanya Arka.
Alena mengangguk.
"Biasa nya mual nya hanya pagi kenapa malam-malam seperti ini bisa mual!" ucap Alena sambil mengeringkan tangan dan wajah nya pakai tisu.
"Kamu udah makan?" tanya Arka.
Alena menggeleng.
"Tuh dia, gimana kamu gak mual kalau gak ada makan!" ucap Arka.
"Aku tidak berselera untuk makan mas, aku mencium aroma masakan saja sangat mual!" ucap Alena.
"Enggak bisa di ikutin terus Alena! Kamu harus makan, sini aku suapin!" ucap Arka sambil duduk dari tidurnya.
"Gak usah mas, aku sendiri aja! Kamu istirahat aja dulu biar cepat sembuh!" ucap Alena karena dia juga tidak tega Arka harus menahan sakit nya demi dia.
"Gak bisa! Kamu harus makan!" ucap Arka lagi.
"Iyah mas, Iyah! Aku makan." ucap Alena sambil melarang Arka bangun.
__ADS_1
Alena segera memesan makanan dan di minta antar ke kamar nya dan tidak Lupa untuk memesan juga untuk Arka.
Alena sebenarnya sama sekali tidak berselera makan namun dia juga harus memikirkan janin nya.
Arka juga turun dari kasur ikut makan bersama Alena di karpet lantai itu.
Setelah selesai makan Arka minum obat.
Mereka berdua diam-diaman tidak ada membuka pembicaraan.
Namun tiba-tiba handphone Arka Berdering dan itu dari pak Wijaya Ayah nya.
Arka menjawab telepon itu di depan Alena.
Tidak beberapa lama akhirnya Panggilan selesai.
"Ayah minta aku bawa kamu pulang!" ucap Arka.
Alena Melihat ke arah Arka.
"Besok saja mas, aku masih ingin di sini, kalau kamu mau pulang pulang aja!" ucap Alena sambil naik ke kasur.
Arka ikut juga naik ke atas kasur duduk di samping Alena.
"Kalau lagi hamil itu gak boleh banyakan diam loh entar anaknya jadi pendiam!" ucap Arka.
Alena diam.
Arka Menatap Alena.
"Bukan nya kamu udah makan?" tanya Arka.
"Udah mas tapi aku pengen sate!" ucap Alena.
"Ya udah aku pesanin lewat gofood yah!" ucap Arka.
"Gak mau, aku mau nya kita yang keluar bareng beli nya!" ucap Alena.
"Tapi!" ucap Arka karena dia masih belum bisa kena angin malam badan nya saja Masih sakit dan masih lemas.
"Aku mau sate mas!" rengek Alena.
Arka bingung harus jawab apa lagi namun dia juga tidak mungkin menolak.
"Ya udah ayo!" ucap Arka dengan wajah sedikit tidak iklas.
Seketika Alena tersenyum.
"Loh ngapain senyum-senyum, kata nya mau cari sate ya udah ayo buruan!" ucap Arka.
__ADS_1
"Aku cuman bercanda mas, gak mungkin kan kamu keluar lagi sakit kaya gitu, pesan gofood aja!" ucap Alena.
Seketika Arka memasang wajah datar dan menatap Alena dengan tatapan dingin.
"Ini bawaan anak kamu mas, dia suka lihat papah nya di kerjain!" ucap Alena sambil tertawa.
Entah mengapa Arka tersenyum melihat Alena tertawa.
Arka duduk lagi di samping Alena sambil memesan gofood.
Arka mengelus-ngelus perut rata Alena.
"Kamu tau gak mas ada seorang ibu-ibu tadi bilang kalau anak kita adalah Laki-laki!" ucap Alena.
"Loh kok dia bisa tau kamu hamil? Perut kamu aja rata kaya gini baru beberapa hari!" ucap Arka.
"Gak tau! dia punya anak perempuan yang sangat lucu sekitar umur enam bulanan gitu!" ucap Alena.
"Hmm semoga saja yang di bilang ibu itu benar!" ucap Arka.
"Loh kok gitu mas, bukan nya lebih bagus kalau anak perempuan yang jadi anak pertama!" ucap Alena.
"Semua nya bagus, tapi kalau menurut aku laki-laki aja biar ada yang bisa jagain Mamah nya dan jagain adik-adik nya!" ucap Arka.
Alena tersenyum.
"Kamu cantik kalau senyum, jangan cemberut lagi yah!" ucap Arka sambil tersenyum.
Alena yang mendengar kata-kata Arka semakin Baper dia hanya bisa menunduk saja.
Tidak beberapa lama akhirnya pesanan Alena datang, Arka yang tidak suka sate di paksa oleh Alena makan sate.
akhirnya dia pun mau Makan Walau hanya sedikit.
Mereka sepanjang malam Berbincang-bincang dan Arka candu ingin tidur di pangkuan Alena sambil mendengarkan Alena yang berbicara.
Karena tidak ada lagi yang mau di bicarakan Alena pun menonton film Drakor di TV.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam Alena mulai mengantuk dia melihat ke arah Arka yang tidur di paha nya.
Alena menggeser kepala Arka dari paha nya.
"Selamat malam mas!" ucap Alena Sambil memainkan rambut Arka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***