
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai Alena langsung di bawa ke kamar oleh Arka padahal Alena masih ingin duduk di ruang tamu.
"Kamu langsung istirahat!" ucap Arka pada Alena.
Alena Hanya ikut saja kata-kata Arka dia membaringkan tubuhnya.
Sementara Arka menbuka laptop nya seharian dia tidak ada memantau perusahaan nya.
Di tempat lain Ajeng baru saja pulang dari rumah teman nya karena di hari pertama dia keluar dari perusahaan Membuat nya sedikit sedih.
Dia gak tau bakalan seperti ini kejadian nya, namun dia bisa pasrah.
Dia cerita pada orang tua nya sejujurnya, namun orang tua nya adalah orang tua pengertian dia hanya ingin yang terbaik saja untuk anak perempuan nya itu.
Ajeng masih kefikiran dia di Maaf kan oleh Alena Atau tidak dan bagaimana dengan keadaan Arka sekarang karena sudah dua hari tiga hari lebih mereka tidak bertemu.
Dia pun hanya bisa mengirim kan pesan tanda terimakasih pada Arka dan dengan sopan meminta maaf.
Sementara Aris Sangat lah cuek dengan keluar nya Ajeng dari perusahaan, dia sekarang Hanya fokus dengan perusahaan, Walau dia ada masalah pribadi namun dia sangat lah konsisten dengan tanggung jawab nya.
Sebagai tangan kanan perusahaan dia harus memberikan yang terbaik dan sekarang dia sedang membangun usaha perhotelan di Bogor karena dia sana belum ada hotel yang berbintang dia akan membangun hotel untuk kalangan para pejabat dan pengusaha kaya raya.
Kalau sudah malam seperti ini Aris menghabiskan waktu nya untuk mengaji dan juga berdzikir agar hati nya bisa tenang
Setelah selesai mengaji dia melihat Handphone nya, tiba-tiba saja tertekan ke aplikasi galeri dan di galeri terlihat jelas Banyak foto Alena yang sengaja dia Ambil diam-diam.
"Sangat berat rasanya melepaskan wanita ini ya Allah, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Nya, namun kelembutan hati nya dan kepolosan nya mampu meluluhkan hati hamba mu ini!" Batin Aris.
Sudah sangat susah payah dia melupakan Alena namun tidak juga bisa.
"Alena sekarang sedang apa yah, biasanya kalau hamil muda pasti akan pasti kurang enak badan!" Batin Aris dia mencari nomor telepon Alena Hendak menelpon nya namun niat nya di hentikan oleh ketukan pintu kamar nya.
Aris membuka nya dan ternyata itu adalah Asisten rumah tangga nya yang sudah beberapa bulan kerja di rumah nya.
"Maaf Pak mengganggu waktu Bapak, tapi di luar ada yang mencari!" ucap Bibi Lisa asisten rumah tangga Aris.
"Siapa Bik?" tanya Aris.
"Bibi juga kurang tau pak!" jawab bibi itu.
__ADS_1
Aris segera keluar karena penasaran sehingga dia lupa Membuka sarung dan juga Peci nya.
"Aisyah!" ucap Aris Melihat ke arah perempuan berjilbab dalam yang sedang berdiri di teras rumah nya.
"Assalamualaikum Mas," ucap Aisyah.
"Walaikumsalam! Kamu ngapain ke sini malam-malam?" tanya Aris heran.
"Aisyah malam ini nginap di sini yah!" ucap Aisyah dengan wajah susah di jelaskan seperti ada yang terjadi.
"Loh kenapa?" tanya Aris.
Aisyah terdiam.
"Hmm Ayah sama Ibu kamu berantem lagi yah?" tanya Aris.
Aisyah tetap diam.
Aisyah dan keluarga nya sudah menetap di Jakarta, dan Aisyah bukan berasal dari keluarga kaya melainkan dari keluarga sederhana saja, ayah Aisyah preman dan pemain sabu sementara ibu nya adalah penjual baju di rumah nya yang lumayan laris.
Mereka sangat sering cekcok karena masalah uang dan juga Ayah Aisyah Sangat membenci Aisyah. kalau mereka sudah bertengkar sasaran pada Aisyah, tidak jarang Aisyah selalu kena tangan ayah nya karena tidak menuruti kemauan Ayah nya untuk ikut dengan nya yang Aisyah bisa tebak kalau niat Ayah nya jahat.
Aris tau itu dari Ayah nya dan juga banyak keluarga nya yang menceritakan tentang Aisyah, dari situ lah Aris merasa iba dan mau mencoba untuk mengenal Aisyah namun tidak ada Niat untuk menjalin hubungan lebih dari kata saudara pada Aisyah.
Akhirnya Aris mengijinkan Aisyah tinggal di rumah nya.
Karena Aisyah terlihat tidak baik-baik saja, bahkan dia keluar hanya dengan piyama tidur dengan jilbab berukuran besar di kepala nya.
Sementara di rumah Arka dia duduk di kursi sambil memeriksa laporan-laporan dan juga berkas-berkas kantor nya.
Namun dari tadi dia memerintahkan istri tak kunjung bisa diam, Arka membawa laptop nya dan duduk di samping Alena.
"Kenapa belum tidur?" tanya Arka dengan tatapan datar pada wajah Alena yang perlahan membuka matanya.
"Aku gak bisa tidur mas!" ucap Alena sambil memasang wajah cemberut.
Arka mengambil minyak telon dan memijit-mijit punggung serta Pinggang Alena. Jujur saja Alena merasa baik jika di pijit di badan nya.
Arka meletakkan tangan nya di Perut Alena, dia juga ikut berbaring di samping Alena tidak lupa dia menutup laptopnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum anak Papah! Biarin Mamah nya istirahat dulu yah, kamu di sana jangan nakal!" ucap Arka pada perut Alena.
Alena tersenyum.
Keesokan harinya Alena bergeliat perlahan dia membuka matanya dan Sadar kalau sudah jam delapan pagi.
Alena menoleh ke samping nya ternyata Arka juga tidak ada, Alena langsung mencari Arka karena pagi ini Alena ingin melihat wajah tampan Suami nya itu.
Alena mencari ke kamar mandi namun tidak ada juga di sana di cari keluar namun tidak ada juga.
"Kemana sih mas Arka!" ucap Alena duduk dan ruang tamu karena dia bertanya pada para pelayan satu pun tidak ada yang tau.
"Loh kamu udah bangun?" tanya Arka.
Alena langsung melihat ke arah suara yang dia cari nya dari tadi.
"Kamu dari mana saja mas?" tanya Alena mendekati Arka.
"Tumben-tumbenan nyariin aku pagi-pagi, kangen yah." goda Arka sambil mencolek hidung Alena.
"Aku serius mas, kamu dari mana?" tanya Alena lagi.
"Aku abis belanja ini semua untuk kamu!" ucap Arka.
Sambil menunjuk ke arah supir yang mengangkat barang-barang ke dapur dan aja di letakkan di ruang tamu.
"Ini untuk apa mas?" tanya Alena melihat banyak Kotak susu untuk ibu hamil ada juga roti Serta makanan lainnya untuk ibu hamil.
Serta sangat banyak sayuran di bawa ke dapur, tidak lupa juga Arka membeli vitamin sama Buah untuk istri nya itu.
Sebelumnya Maaf yah, di episode Sebelum ini terjadi kesalahan yang episode 176 jadi ada dua, author juga gak tau kenapa.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***